Home » Review: Ingredients Himalaya Purifying Neem Face Wash

Review: Ingredients Himalaya Purifying Neem Face Wash

Review: Ingredients Himalaya Purifying Neem Face Wash

GoNaturalCare.com – Ini adalah ulasan mendalam mengenai Himalaya Purifying Neem Face Wash, sebuah produk yang telah menjadi favorit penulis hingga melakukan pembelian ulang untuk ketiga kalinya. Meskipun belum pernah mengulasnya sebelumnya, produk ini dinilai sangat direkomendasikan, terutama bagi individu dengan kulit berjerawat dan berminyak.

Penulis sendiri tidak lagi mengalami masalah jerawat, namun alasan utama di balik repurchase produk ini adalah kombinasi beberapa faktor penting.

Himalaya Neem Face wash

Alasan pertama yang menjadi pertimbangan utama adalah komposisi bahan-bahannya, yang meliputi ekstrak herbal dari daun Neem dan kunyit.

Alasan kedua adalah minimnya busa yang dihasilkan. Penulis justru menyukai fakta bahwa Himalaya Neem Wash ini tidak menghasilkan busa berlebihan, karena bagi kulitnya, busa yang banyak seringkali berujung pada kulit yang kering.

Baca juga : Manfaat Viva Air Mawar dan Ingredientsnya

himalaya neem FW busanya seuprit

Meskipun hampir tidak menghasilkan busa, pembersih wajah ini mampu membersihkan kulit secara sempurna. Sesuai dengan klaimnya, produk ini efektif membersihkan kulit, mengangkat minyak wajah, dan sisa pelembab tanpa menimbulkan rasa kering.

Habis cuci muka pake himalaya neem FW rasanya bersih tuntas

Selanjutnya, penulis merasa sangat cocok menggunakan produk ini dan belum memiliki niat untuk beralih ke produk lain. Hal ini sejalan dengan tagline Himalaya Purifying Neem, yaitu “Membantu merawat kulit yang berjerawat.” Penulis menekankan bahwa merawat kulit berjerawat membutuhkan proses, bukan sekadar menghilangkan secara instan. Perawatan yang tepat dapat mencegah peradangan, mengurangi keparahan jerawat, mencegah tumbuhnya jerawat baru, dan pada akhirnya mengontrol serta mengurangi jumlah jerawat hingga menghilang.

Bahan-bahan Himalaya Purifying Neem Wash

Berikut adalah rincian bahan-bahan yang terkandung dalam Himalaya Purifying Neem Wash:

  • Aqua: Berfungsi sebagai pelarut utama dalam formulasi.
  • Melia azadirachta leaf extract (Ekstrak Daun Neem): Memiliki berbagai manfaat, termasuk sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari radikal bebas, antimikroba untuk melawan bakteri penyebab jerawat, antiinflamasi untuk meredakan peradangan, astringent untuk mengecilkan pori dan mengontrol minyak, serta sebagai agen penyembuh luka dan pelembab.
  • Ammonium Lauryl Sulfate (ALS): Merupakan surfaktan yang berfungsi sebagai agen pembentuk busa. ALS diklaim lebih lembut dan minim iritasi dibandingkan dengan Sodium Lauryl Sulfate (SLS), dan dianggap aman jika penggunaannya tidak melebihi 1%.
  • Cocamidopropyl Betaine: Surfaktan alternatif pengganti SLS yang bersifat hipoalergenik, sehingga tidak mudah menyebabkan alergi.
  • Glyserine: Berfungsi sebagai humektan dan emolien yang membantu melembabkan kulit kering dan menjaga kekenyalan kulit.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Bahan yang berfungsi sebagai pengental dan penambah tekstur pada produk.
  • Disodium Cocoyl Glutamate: Surfaktan ringan yang ramah lingkungan dan mudah terurai (biodegradable), sehingga aman untuk kulit dan lingkungan.
  • Sodium Cocoyl Glutamate: Mirip dengan Disodium Cocoyl Glutamate, merupakan agen pembersih alami yang berasal dari minyak kelapa.
  • Curcuma Longa Extract (Ekstrak Kunyit): Bertindak sebagai antioksidan untuk melindungi kulit dari radiasi UV, antimikroba untuk mencegah bakteri jerawat, antiinflamasi untuk mengurangi peradangan jerawat, serta astringent untuk mengontrol sebum dan mengecilkan pori.
  • Phenoxyethanol: Pengawet yang mencegah pertumbuhan bakteri dalam produk kosmetik.
  • Sodium Hydroxide: Juga dikenal sebagai soda api, merupakan bahan dasar pembuatan sabun yang bersifat basa.
  • Fragrance: Memberikan aroma yang enak dan wajar pada produk.
  • Sodium Metabisulfite: Berfungsi sebagai disinfektan, antioksidan, dan pengawet, bahkan memiliki grade makanan (food grade).
  • Citric acid: Digunakan untuk mengatur tingkat pH produk.
  • Disodium EDTA: Memaksimalkan efektivitas pengawet, namun perlu diperhatikan karena kurang ramah untuk kulit sensitif.
  • Tocopheryl Acetate: Merupakan antioksidan yang juga dikenal sebagai Vitamin E, berfungsi mencegah kulit kering dan menjaga kelembaban.
  • Methylcloroisothiszolinone: Pengawet yang mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.
  • Methylisothiazolinone: Pengawet tambahan.
  • Cl 19140: Pewarna sintetis berwarna kuning.
  • Cl 42090: Pewarna sintetis berwarna biru berlian.

Kesimpulan

Facial foam ini tidak mengandung SLS, yang menjelaskan mengapa busanya sangat sedikit. Sebagai gantinya, produk ini menggunakan ALS sebagai surfaktan, yang jauh lebih lembut dan memiliki potensi iritasi lebih rendah dibandingkan SLS. Skala potensi iritasi menempatkan SLS pada angka 10, sementara ALS hanya pada angka 4, menunjukkan perbedaan signifikan dalam tingkat iritasi.

“Due to this difference, ALS is regarded as being considerably less irritating than SLS – on a scale of 0 to 10, where the potential irritancy of water is 0 and that of SLS is 10, ALS scores around 4 – clearly far less irritating than SLS.” (source)

Produk ini sangat direkomendasikan untuk kulit berminyak dan berjerawat. Selain itu, produk ini bebas paraben dan sangat cocok untuk kulit kering dan sensitif karena menggunakan bahan-bahan yang lembut, aman, dan ramah kulit. Sifatnya yang hipoalergenik juga menjadi nilai tambah.

Cek harga promo di Official store

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *