GoNaturalCare.com – Himalaya Purifying Neem Mask memang telah lama dikenal dan memiliki banyak penggemar. Namun, tak sedikit pula yang merasa kurang nyaman saat menggunakannya, bahkan mengalami sensasi panas, perih, atau kulit terasa kering. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran akan potensi iritasi atau breakout. Untuk memahami lebih dalam mengenai produk ini, mari kita bedah kandungan lengkapnya.
|
|
| Himalaya Purifying Neem Mask. Foto by Ranitarn FD Member |
Meskipun ada beberapa pengguna yang merasa tidak nyaman, rasa penasaran terhadap performa Himalaya Neem Mask tetap tinggi. Oleh karena itu, penting untuk menelaah setiap bahan yang terkandung di dalamnya.
Penjelasan Ingredients Himalaya Purifying Neem Mask
Ingredients:
Aqua, Kaolin, Melia Azadirachta Leaf Extract, Propylene Glycol, Bentonite, Fuller’s Earth, Curcuma Longa Root Extract, Perfume, Sodium Methylparaben, Imidazolidinyl Urea, DMDM Hydantoin, Xanthan Gum, Disodium EDTA, Sodium Propylparaben, Citric Acid, Sodium Lauryl Sulfate.
Bahan Aktif
Melia Azadirachta Leaf Extract.
Ini adalah ekstrak daun neem, sebuah herbal yang sangat populer dalam pengobatan Ayurveda di India. Daun neem kaya akan antioksidan, serta memiliki sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan anti-acne. Ekstrak ini juga dipercaya dapat membantu proses penyembuhan luka. Pembahasan lebih mendalam mengenai manfaat neem dalam skincare dapat ditemukan pada artikel sebelumnya.
Curcuma Longa Root Extract.
Merupakan ekstrak dari kunyit, yang dikenal memiliki sifat antioksidan dan pencerah kulit. Komponen aktif utamanya, kurkumin, memiliki khasiat anti-inflamasi dan antimikroba. Kunyit juga bersifat astringent dan membantu mengatur produksi sebum, sehingga sangat cocok untuk kulit yang rentan berjerawat.
Clay yang dipakai
Kaolin.
Kaolin adalah salah satu bahan utama dalam masker jenis clay mask. Kemampuannya dalam memurnikan dan mendetoksifikasi kulit sangat baik, sekaligus berfungsi sebagai penyerap minyak yang efektif. Dibandingkan jenis clay lainnya, kaolin tergolong paling lembut, menjadikannya pilihan ideal untuk kulit kering dan sensitif.
Bentonite.
Bentonite seringkali dipasangkan dengan kaolin dalam produk clay mask. Clay ini memiliki kemampuan menyerap minyak yang sangat kuat, menjadikannya pilihan yang tepat untuk kulit berminyak.
Fuller’s Earth.
Dikenal juga sebagai multani mitti, fuller’s earth adalah jenis clay yang kaya akan mineral. Clay ini sangat efektif dalam menyerap minyak berlebih dan kotoran pada kulit, sehingga berfungsi sebagai pembersih yang baik untuk kulit berminyak serta kulit dengan pori-pori tersumbat. Kandungannya sangat sesuai untuk kulit yang rentan berjerawat.
Bahan Pelengkap
- Aqua
- Propylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, dan peningkat penetrasi bahan aktif ke dalam kulit. Ia juga bertindak sebagai humektan.
- Perfume. Memberikan aroma pada produk.
- Sodium Methylparaben. Merupakan pengawet.
- Imidazolidinyl Urea. Pengawet yang bekerja dengan melepaskan formaldehyn.
- DMDM Hydantoin. Pengawet lain yang juga melepaskan formaldehyn.
- Xanthan Gum. Pengental alami yang membantu menambah kekentalan formula.
- Disodium EDTA. Berfungsi menetralkan ion logam yang dapat mengganggu stabilitas formula.
- Sodium Propylparaben. Pengawet.
- Citric Acid. Berfungsi sebagai pengatur pH, bersifat asam.
- Sodium Lauryl Sulfate. Dikenal sebagai SLS, ini adalah surfaktan yang sangat efektif dalam mengangkat kotoran dan minyak karena sifatnya yang basa.
Kesimpulan
Masker ini mengandung bahan aktif yang sangat baik untuk mengatasi masalah kulit berjerawat dan berminyak. Sebagai clay mask, ia mampu mendetoksifikasi kulit dan membersihkan kotoran.
Baca juga : Cek Ingredients Wardah Lightening Michellar Gentle Wash
Namun, tidak heran jika masker ini terkadang membuat kulit terasa kering dan tidak nyaman. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor:
- Kombinasi clay seperti bentonite dan fuller’s earth memiliki daya serap minyak yang kuat.
- Tidak adanya kandungan emolien, agen hidrasi, atau pelembap dalam formula.
- Keberadaan SLS yang sangat efektif mengangkat minyak.
Masker ini bisa diibaratkan sebagai pisau bermata dua. Di satu sisi, ia sangat fokus menangani masalah kulit berminyak dan berjerawat. Di sisi lain, ia dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan kekeringan pada kulit.
Untuk menghindari ketidaknyamanan saat menggunakan masker ini, ada beberapa trik yang bisa diterapkan. Sebaiknya jangan menunggu masker sampai benar-benar kering sebelum dibilas. Alternatif lain adalah menggunakannya hanya pada area tertentu yang bermasalah, seperti T-zone, area komedo, atau area yang banyak jerawat.
Frekuensi penggunaan juga perlu diperhatikan, maksimal 2-3 kali seminggu. Jika kulit cenderung kering, cukup gunakan sekali seminggu. Sangat penting untuk selalu menggunakan pelembap atau hydrating toner setelah memakai masker ini untuk mengembalikan kelembapan alami kulit.
Masker ini direkomendasikan untuk kulit berminyak dan berjerawat. Setelah pemakaian, kulit terasa sangat bersih dan ringan, namun bisa menjadi kering jika lupa menggunakan pelembap.
Keunggulan lainnya adalah produk ini bebas alkohol, harganya terjangkau, dan mudah ditemukan di pasaran. Masa pakai setelah dibuka (PAO) adalah 6 bulan.
Terdapat catatan mengenai teksturnya yang terkadang tidak menyatu, di mana cairan dapat keluar terlebih dahulu saat produk dibuka. Hal ini wajar karena formula tidak mengandung pengemulsi. Teksturnya juga terasa agak kasar, sehingga saat membilas sebaiknya tidak digosok terlalu kuat.
Masker ini mungkin kurang cocok untuk kulit sensitif karena kandungan SLS dan pewangi yang cukup kuat, meskipun aroma herbalnya terasa segar bagi sebagian orang. Masker ini juga akan terasa perih jika mengenai luka terbuka, seperti jerawat yang baru pecah.
Selain itu, produk ini menggunakan dua jenis pengawet formaldehyde releaser dan dua jenis paraben, sehingga tidak disarankan bagi yang memiliki alergi terhadap paraben dan pengawet.
Meskipun memiliki beberapa kekurangan, bagi penulis, Himalaya Purifying Neem Mask tetap menjadi favorit karena kemampuannya membersihkan wajah secara menyeluruh dan membantu mengatasi jerawat. Namun, penulis tidak akan repurchase karena PAO yang singkat meskipun pengawetnya banyak, serta kesibukan yang membuatnya jarang melakukan perawatan masker. Penulis memilih membuat racikan masker sendiri yang lebih fleksibel.
✔️ Beli produk ORI di Official store


Leave a Reply