Home » Review dan Ingredients Garnier Sakura White Day Cream SPF

Review dan Ingredients Garnier Sakura White Day Cream SPF

Review dan Ingredients Garnier Sakura White Day Cream SPF

GoNaturalCare.com – Garnier Sakura White Day Cream SPF adalah produk yang telah lama hadir dan dikenal di pasaran. Penulis artikel ini memiliki pengalaman pribadi dengan varian Garnier Sakura White Serum Cream SPF 21 PA+++ dalam kemasan pot kecil berukuran 18ml. Pengalaman tersebut dimulai dari rasa penasaran dan penggunaan yang berlanjut hingga menghabiskan beberapa pot.

Penulis mengenang kembali masa lalu ketika pertama kali mencoba Garnier Sakura White Serum Cream. Ia bahkan masih menyimpan wadah produk yang telah habis terpakai, menunjukkan betapa ia telah menggunakan produk ini sebelumnya. Wadah berukuran 18ml tersebut digambarkan sebagai ukuran yang imut dan sangat travel-friendly, tidak memakan banyak tempat di dalam pouch.

Garnier sakura yang tinggal wadahnya

Meskipun ukurannya yang kecil praktis, penulis menyebutkan adanya sedikit masalah ketika produk disimpan di dalam pouch, yaitu krimnya yang cenderung meluber ke tutup saat dibuka. Namun, hal ini tidak mengurangi minat penulis untuk menggunakan produk ini.

Alasan utama penulis memilih Garnier Sakura White Day Cream adalah kepraktisannya. Produk ini sudah dilengkapi dengan SPF 21 dan PA+++, sehingga tidak memerlukan penggunaan sunscreen tambahan. Pada masa itu, penulis cenderung malas menggunakan sunscreen karena merasa kulit menjadi lebih tebal. Selain itu, Garnier juga mengandung niacinamide, yang merupakan salah satu ingredients favorit penulis.

Dari segi harga, produk ini juga dinilai sangat terjangkau. Dengan harga sekitar Rp25.000 untuk kemasan 18ml, produk ini bisa bertahan lebih dari sebulan. Hal ini dikarenakan penulis hanya menggunakan krim secukupnya, sekitar sebutir jagung untuk seluruh wajah, agar tidak terasa terlalu lengket. Penggunaan yang hemat ini membuat produk menjadi awet.

Secara umum, penggunaan Garnier Sakura White Serum Cream ini cocok di kulit penulis. Produk ini memberikan kelembapan, efek cerah secara instan, dan sedikit efek glowing. Tidak menimbulkan rasa perih, jerawat, serta menjaga kadar minyak dan komedo di wajah tetap dalam batas wajar.

Namun, setelah beberapa kali melakukan repurchase, penulis merasa bosan dan mulai penasaran dengan produk day cream keluaran baru lainnya. Penulis mengakui sifat wanita yang selalu ingin mencoba skincare baru, namun tetap menekankan pentingnya memilih produk dengan cermat dan melihat daftar ingredientsnya agar sesuai dengan kondisi kulit.

Penulis kemudian mengajak pembaca yang belum pernah mencoba produk ini dan merasa penasaran untuk terlebih dahulu memeriksa daftar ingredientsnya.

Ingredients:

Aqua/Water, Glycerin, Homosalate, Dimethicone, Niacinamide, Triethanolamine, Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid, Octocrylene, Butylmethoxydibenzoylmethane, Titanium Diaoxide (nano), PEG-100 Strerate, CI77891/Titanium Dioxide, Glyceryl Stearate, silica, cetyl alcohol, Cl 14700/red-4, stearic Acid, potassium cetyl Phosphate, geraniol,isoceth 10, dimethicone/vinyl dimethicone Crospolymer, dimethiconol, parfume/Fragrance, myrictic Acid, silica (nano),perlite, palmitic Acid,aluminum hydroxide, phenoxyethanol,Prunus Yedoensis Leaf Extract, Ascorbyl Glucoside, Limonene, caprylyl Glycol, Tetrasodium Edta, capriolyl salicylic Acid, citronelol, anise alkohol, Acrylates/ C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Butylene Glycol, hexyl cinnamal, benzyl alcohol.

Baca juga : Mengulas Ingredients Pond’s White Beauty Serum Burst Cream

Penjelasan Ingredients Garnier Sakura White Serum Cream SPF

Key Ingredients

Niacinamide: Kandungan ini disukai penulis karena manfaatnya yang beragam, yaitu mencerahkan, melembapkan, menguatkan lapisan perlindungan kulit, memiliki sifat anti-aging pada konsentrasi tertentu, dan bersifat anti-acne. Kandungan ini juga baik untuk kulit sensitif.

Sunscreen agent:

  • 1). Homosalate: Menyerap sinar UVB namun tidak cukup kuat, hanya memberikan perlindungan SPF sekitar 4,3 dengan konsentrasi maksimal 10%. Tidak photo-stable (berkurang 10% dalam 45 menit). Keunggulannya adalah membantu melarutkan agen sunscreen lain.
  • 2). Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid: Merupakan penyerap sinar UVB yang kuat dan cukup stabil. Berbeda dengan agen sunscreen yang larut minyak, bahan ini larut air, sehingga cocok untuk formula ringan bagi kulit berminyak.
  • 3). Octocrylene: Melindungi dari UVB dan UVA II, cukup photo-stable (hanya berkurang 10% dalam 95 menit). Dapat menstabilkan agen sunscreen yang kurang stabil seperti Avobenzone dan meningkatkan efek water-resistant.
  • 4). Butylmethoxydibenzoylmethane (Avobenzone): Agen sunscreen generasi lama yang umum digunakan. Menyerap sinar UVA I dan UVA II. Tidak photo-stable (berkurang 36% dalam 1 jam).
  • 5). Titanium Dioxide (nano): Agen sunscreen fisik yang populer, memberikan perlindungan spektrum luas terhadap UVA, UVB, dan blue-light. Kelemahannya adalah meninggalkan whitecast, namun ini bisa menjadi kelebihan karena memberikan efek cerah seketika.

Ascorbyl Glucoside: Merupakan turunan Vitamin C yang lebih stabil, mudah diformulasikan, dan tidak mengiritasi. Namun, potensinya lebih rendah dibandingkan Vitamin C murni.

Capryloyl Salicylic Acid: Turunan BHA (bentuk Ester) yang memiliki efek eksfoliasi, membuka pori-pori yang tersumbat, menenangkan kulit, serta bersifat antibakteri dan anti-acne.

Prunus Yedoensis Leaf Extract: Ekstrak daun sakura yang kaya akan antioksidan. Berfungsi mencerahkan, menguatkan lapisan kulit dari dalam, mempromosikan pembentukan kolagen, dan memiliki potensi sebagai agen anti-inflamasi.

Ingredients Pelengkap

Karena banyaknya bahan pelengkap, penulis hanya akan menyoroti beberapa yang penting agar pembaca tidak bingung dengan istilah kimiawi.

Silikon: Terdapat tiga jenis silikon yang berfungsi sebagai emollient dan viscosity controller, yaitu Dimethicone, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Dimethiconol. Silikon ini membuat formula menjadi lembut, mudah diratakan, melapisi kulit agar tampak smooth, menahan kelembapan, dan mencegah debu menempel ke kulit. Namun, silikon dapat menjebak kotoran di kulit dan umumnya larut minyak, sehingga penting untuk melakukan double-cleansing.

Alkohol: Terdapat tiga jenis alkohol:

  • 1). Cetyl Alcohol: Berfungsi sebagai emulsifier dan viscosity controller. Merupakan lemak alkohol yang melembutkan kulit, bukan mengiritasi.
  • 2). Anise Alcohol: Berfungsi sebagai komponen pewangi (Fragrance). Meskipun memiliki aktivitas antioksidan, berpotensi menimbulkan sensitivitas kulit bagi yang alergi.
  • 3). Benzyl Alcohol: Berfungsi sebagai pengawet. Dalam konsentrasi tinggi dapat mengiritasi, namun dalam skincare biasanya dalam jumlah kecil dan berada di urutan akhir daftar ingredients.

Bahan berukuran nano partikel:

  • 1). Titanium Dioxide (nano): Ukuran nano membuatnya mudah diformulasikan, tidak menimbulkan whitecast, dan lebih efektif sebagai sunscreen. Namun, ada kekhawatiran mengenai potensi meresap ke aliran darah.
  • 2). Silica (nano): Berfungsi sebagai agen pengental dan agen mattifier/oil absorbent. Menyerap minyak untuk tampilan matte dan memberikan efek instan brightening powder. Tidak berbahaya, namun ukuran nano dikhawatirkan dapat meresap lebih jauh ke dalam kulit.

Parfume/pengharum: Aroma segar khas Garnier berasal dari label Fragrance dan tambahan pewangi seperti Geraniol, Limonene, Citronelol, Anise Alcohol. Senyawa ini diekstrak dari tanaman beraroma seperti geranium, jeruk, dan sereh. Selain memberi wangi, mereka memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri, namun juga berpotensi menimbulkan sensitivitas kulit atau alergi pada beberapa orang.

Bahan yang memicu terbentuknya komedo: Terdapat beberapa bahan yang berpotensi memicu komedo, seperti Dimethicone (level 1), Triethanolamine (level 2), Stearic Acid (level 2), Myristic Acid (level 3), Palmitic Acid (level 2), Butylene Glycol (level 1). Penulis menekankan bahwa meskipun ada bahan-bahan ini, kebersihan kulit tetap menjadi faktor utama, terutama bagi pemilik kulit yang comedogenic-prone.

Bahan yang disukai jamur malassezia: Bahan yang disukai jamur malassezia (penyebab fungal acne) adalah PEG-100 Stearate, Glyceryl Stearate. Penulis menyarankan untuk mengidentifikasi jenis jerawat terlebih dahulu. Jika jerawat bergerombol, kecil, merah, gatal, dan mudah menyebar, kemungkinan itu adalah fungal acne yang perlu diobati dengan obat anti jamur.

Kesimpulan

Saat menggunakan Garnier, penulis merasakan wajah menjadi cerah seketika dan memiliki efek glowing jika tidak menggunakan bedak. Jika ditimpa dengan bedak (seperti Marcks), wajah menjadi semakin cerah, matte, dan tampak flawless.

Waduh maaf, gambarnya nggak jelas, hasil krop-krop-an, hehe

Penulis menyertakan foto penampakan wajah saat masih menggunakan Garnier, meskipun mengakui adanya efek kamera pada foto tersebut.

Penulis mengingatkan bahwa tidak semua orang cocok dengan Garnier, karena produk ini diciptakan untuk jenis kulit tertentu. Skincare pada dasarnya bersifat cocok-cocokan, mengingat setiap individu memiliki kondisi kulit yang unik. Oleh karena itu, mencoba sendiri adalah cara terbaik untuk mengetahui kecocokan.

Beruntungnya, Garnier Sakura White Serum Cream SPF hadir dalam kemasan pot kecil yang sangat cocok untuk dicoba. Bagi pemilik kulit sensitif yang merasa cocok dengan Garnier, penulis menyarankan untuk tidak mudah berpindah ke produk lain kecuali jika kulit sudah merasa jenuh. Penting untuk selalu memeriksa daftar ingredients agar sesuai dengan kebutuhan kulit.

Garnier Sakura White Serum Cream SPF 21 PA +++
50ml
IDR.50k

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *