Home » Review Kelly Pearl Cream untuk Jerawat

Review Kelly Pearl Cream untuk Jerawat

Review Kelly Pearl Cream untuk Jerawat

GoNaturalCare.com – Kelly Pearl Cream merupakan salah satu produk perawatan kulit yang telah lama eksis di pasaran Indonesia, bahkan sejak penulis masih duduk di bangku SMA. Produk ini sempat direkomendasikan oleh seorang guru biologi karena melihat penulis yang seringkali tidak percaya diri dengan kondisi jerawat di wajahnya.

Saat itu, penulis yang cenderung tomboy tidak terlalu memusingkan penampilan. Namun, rekomendasi dari sang guru akhirnya diikuti. Kelly Pearl Cream dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp3.500 pada masa itu.

Kelly Pearl Cream. Foto by firdhaaa12 FD member

Pesan dari guru waktu itu cukup spesifik: Kelly hanya digunakan di malam hari sebelum tidur, dioleskan tipis-tipis pada area yang rentan tumbuh komedo dan ditotolkan pada jerawat. Pagi harinya, wajah harus segera dicuci menggunakan sabun. Penggunaan di siang hari sangat tidak disarankan agar wajah tidak terlihat seperti memakai topeng.

Kesan Pertama Menggunakan Kelly Pearl Cream

Saat pertama kali mencoba, penulis merasakan tekstur Kelly Pearl Cream yang cukup berat dan sulit diratakan, menyerupai dempul. Meskipun sudah dioleskan tipis, produk ini tetap memberikan kesan seperti memakai topeng. Formulanya terasa sangat lengket dan tidak mudah meresap ke dalam kulit. Setelah bangun tidur, wajah terasa sangat berminyak dan produk ini pun sulit dibersihkan, sehingga penulis perlu mencuci muka dua kali.

Apakah Penulis Berhenti Menggunakannya?

Meskipun memiliki beberapa kekurangan di awal pemakaian, penulis merasa senang. Setelah mencuci muka, wajah terlihat lebih bercahaya, terutama jika terkena cahaya lampu, dan kulit yang cenderung cerah tampak semakin putih. Hal ini juga disadari oleh teman-teman penulis yang tinggal di asrama.

Efek Terhadap Jerawat

Yang mengejutkan, jerawat pada wajah penulis cepat mengempes. Selain itu, “mata” jerawat yang sebelumnya terpendam di bawah kulit menjadi bermunculan. Fenomena “mata” jerawat ini adalah lemak yang terperangkap di dalam kulit, yang jika dipencet dapat menyebabkan bopeng.

Kesan Selanjutnya

Dua orang teman penulis yang juga mengalami masalah jerawat akhirnya ikut mencoba Kelly Pearl Cream dan ternyata cocok. Hal ini menunjukkan bahwa produk ini memiliki efek positif bagi sebagian penggunanya.

Apakah Kelly Pearl Cream Membuat Wajah Mulus?

Sayangnya, produk ini tidak membuat wajah sepenuhnya mulus. Jerawat masih sesekali muncul, meskipun tidak separah sebelumnya. Hal ini mungkin disebabkan oleh kondisi kulit penulis yang berminyak dan faktor hormonal yang aktif.

Setelah Menghabiskan Satu Pot

Penulis memutuskan untuk membeli kembali (repurchase) Kelly Pearl Cream. Namun, jerawat tetap muncul secara berkala dan tidak hilang sepenuhnya. Akhirnya, penulis mulai merasa malas untuk menggunakannya, terutama karena teksturnya yang lengket dan sulit dibersihkan, ditambah rasa kantuk di malam hari. Padahal, jika digunakan secara rutin, efeknya cukup baik.

Pada akhirnya, penulis kembali cuek dengan masalah jerawat.

Masa-masa Kuliah

Selama masa kuliah, jerawat masih terus bermunculan. Penulis yang mulai peduli dengan penampilan teringat kembali pada Kelly Pearl Cream dan ingin menggunakannya lagi. Namun, kali ini kulit penulis tidak lagi cocok dengan produk tersebut. Kelly Pearl Cream justru cenderung membuat wajah semakin berminyak dan berkomedo.

Seorang teman kemudian memberi tahu bahwa Kelly Pearl Cream berbahaya karena diduga mengandung merkuri dan dapat menipiskan kulit, informasi yang didapat dari pemberitaan di televisi. Sejak saat itu, penulis tidak pernah mencoba produk ini lagi.

Begitulah akhir cerita penulis dengan Kelly Pearl Cream.

Yang menarik, produk ini rupanya masih eksis hingga kini dan masih banyak dijual di warung-warung kelontong. Hal ini membuat penulis penasaran dengan kandungan bahan-bahannya, padahal dulu ia tidak terlalu mempedulikan komposisi produk yang digunakannya.

Baiklah, mari kita telusuri bahan-bahannya.

Penjelasan Ingredients Kelly Pearl Cream

Ingredients:

White petroleum jelly, isopropyl myristate, beeswax, titanium dioxide, talk, lanolin, squalane, tocopheryl acetate, benzophenone, fragrance, propyl paraben, Cl 19140, Cl 15995

White petroleum jelly

Dikenal juga sebagai Vaseline. Seperti mineral oil, petroleum jelly merupakan produk sampingan dari minyak bumi. Petroleum jelly adalah agen oklusif yang sangat efektif, bekerja dengan cara mengunci kelembapan yang sudah ada di lapisan kulit tanpa terserap. Meskipun diklaim non-comedogenic, teksturnya sangat lengket, berat, dan greasy. Kelebihannya adalah dapat menghalangi kehilangan air hingga 40%, sehingga baik untuk perawatan bibir, siku, dan tumit yang pecah-pecah. Namun, tidak ideal untuk kulit wajah, terutama tipe berminyak, karena teksturnya yang pekat dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur.

Isopropyl myristate

Minyak sintetis yang berfungsi sebagai emollient, membuat kulit terasa halus dan lembut tanpa efek greasy. Dapat mengurangi efek greasy pada produk dengan kandungan minyak tinggi dan terserap baik ke dalam kulit, membantu penyerapan bahan aktif. Namun, memiliki tingkat komedogenik tinggi (level 5), yang berarti dapat menyumbat pori-pori.

Beeswax

Lilin lebah alami yang berfungsi sebagai emollient (melembapkan wajah dan bibir) serta memperbaiki kulit pecah-pecah. Memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi yang dapat mencegah infeksi pada luka.

Titanium dioxide

Agen sunscreen spektrum luas yang juga berfungsi sebagai oil-absorbent dan agen opacifying yang memberikan efek pencerahan instan.

Talc

Berfungsi sebagai oil-absorbent dan memberikan efek penutupan (low-covering) untuk meratakan warna kulit yang tidak merata.

Lanolin

Zat berminyak alami dari bulu domba yang berfungsi sebagai emollient efektif, mencegah kulit kering, kasar, dan bersisik. Meskipun bertekstur seperti lilin, lanolin mudah terserap kulit tanpa meninggalkan rasa lengket. Potensi komedogeniknya rendah.

SqualAne

Turunan dari SqualEne (minyak hati ikan hiu). Merupakan skin-identical ingredient yang strukturnya mirip sebum manusia, sehingga memiliki kemampuan melembapkan yang sangat baik, mudah diserap, dan cocok untuk semua tipe kulit, termasuk kulit sensitif, berjerawat, dan fungal-acne.

Tocopheryl acetate

Vitamin E, berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit yang dapat melindungi dari efek buruk sinar UV.

Baca juga : Penjelasan Ingredients Pond’s White Beauty Perfection Cream (Oily Skin)

Benzophenone

Dikenal juga sebagai oxybenzone. Sering digunakan dalam produk sunscreen untuk menangkal sinar UV, namun efektivitasnya lemah jika tidak dikombinasikan dengan agen sunscreen lain. Sifatnya yang stabil terhadap cahaya membuatnya lebih sering digunakan sebagai photo-stabilizer (melindungi formula produk). Penggunaan di bawah 6% dianggap aman.

Fragrance

Memberikan aroma khas yang jadul pada produk Kelly.

Propyl paraben

Pengawet yang cukup kontroversial, namun dianggap aman jika konsentrasinya tidak melebihi dosis yang diizinkan, yaitu 0,19%.

Kesimpulan

Poin Satu: Berdasarkan kandungannya, Kelly Pearl Cream tidak memiliki merkuri atau bahan yang dapat menipiskan kulit (eksfolian), serta tidak ada agen pencerah. Efek mencerahkan yang dirasakan kemungkinan hanya efek instan atau sementara, seperti penggunaan bedak atau foundation.

Poin Dua: Tekstur Kelly Pearl Cream yang berat dan sulit meresap disebabkan oleh bahan utamanya yang berbasis minyak dan lilin, tanpa kandungan air atau pelarut.

Poin Tiga: Kemampuan Kelly Pearl Cream dalam mengempeskan jerawat mungkin hanya faktor keberuntungan. Meskipun mengandung beeswax yang bersifat antibakteri, potensi komedogenik dan kandungan petroleum jelly dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Efek yang dialami penulis dan teman-temannya belum tentu sama untuk orang lain karena perbedaan kondisi kulit. Fakta bahwa produk ini cocok di awal pemakaian namun tidak lagi cocok saat dicoba lagi di masa kuliah menunjukkan perubahan pada kondisi kulit.

Poin Empat: Kelly Pearl Cream dapat dianggap aman dalam arti tidak berbahaya atau merusak kulit seperti akibat penggunaan merkuri. Namun, produk ini memiliki kekurangan seperti membuat wajah semakin berminyak dan berkomedo, terutama jika tidak digunakan dengan cara yang tepat.

Poin Lima: Penulis mengajak pembaca yang pernah mencoba Kelly Pearl Cream untuk berbagi pengalaman di kolom komentar.

Update Review

Penulis memutuskan untuk mencoba kembali Kelly Pearl Cream untuk ketiga kalinya, terinspirasi dari hasil positif yang dilihat dari reviewer YouTube. Keputusan ini juga didorong oleh pencarian day cream dengan efek tone up yang belum memuaskan.

Skincapedia. Doc

Quick Review

Kemasan: Masih sama persis dengan kemasan jadulnya, mulai dari kardus, brosur, daftar bahan, hingga potnya.

Aroma: Masih sama, khas jadul.

Tekstur: Berat dan seperti dempul.

Harga: Masih sangat terjangkau, sekitar Rp5.000.

Cara Pakai: Kali ini digunakan untuk rutinitas pagi (AM routine) sebagai pengganti day cream atau foundation.

Hasilnya: Memberikan hasil akhir dewy, glowy, dengan sheer-coverage yang terlihat natural. Namun, produk ini agak sulit di-blend dan membutuhkan usaha ekstra.

  1. Jika hanya menggunakan sunscreen lalu dilayer dengan Kelly, proses blend terasa seret.
  2. Jika menggunakan serum/moisturizer terlebih dahulu, diikuti sunscreen, lalu Kelly, produk lebih mudah di-blend, menyatu dengan kulit, tidak terlihat seperti dempul, dan tidak meninggalkan white cast.

Sebelumnya sudah pakai serum dan sunscreen.

Efek tone up nya natural dan tidak moblong-moblong.

Nilai Plus (+): Murah, coverage natural, berhasil membuat pori-pori terlihat lebih samar (blur), dan memberikan efek dewy-glowy yang disukai.

Nilai Minus (-):

  1. Agak lengket, dan di siang hari wajah menjadi sangat berminyak, sehingga perlu dibersihkan dengan tisu.
  2. Agak komedogenik di kulit penulis, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dan area di bawah bibir).

Tips:

  1. Gunakan Kelly Pearl Cream pada kulit yang dalam kondisi baik dan sehat.
  2. Jangan digunakan secara tunggal. Lapisi kulit terlebih dahulu dengan sunscreen atau moisturizer agar lebih mudah di-blend.
  3. Sebelum mandi sore, lakukan double cleanse menggunakan micellar water untuk membantu mengurangi komedo.

Overall:

Setelah kurang lebih dua minggu penggunaan, produk ini tidak menyebabkan breakout atau efek samping aneh. Kekurangannya dapat diatasi, sehingga penulis memutuskan untuk membelinya lagi jika sudah habis.

Oh iya, ada produk kembarannya Kelly, yaitu Meco Pearl Cream. Bisa cek Ingredients lengkapnya di sini: Meco Pearl Cream.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *