GoNaturalCare.com – Some By Mi Propolis B5 Glow Barrier Calming Cream merupakan pelembap yang diformulasikan dengan kandungan utama madu manuka dan royal jelly. Produk ini dirancang untuk memberikan efek anti-inflamasi, menjadikannya pilihan yang baik untuk kulit sensitif atau berjerawat. Cream ini diklaim mampu menenangkan kulit yang bermasalah sekaligus menutrisi kulit, baik yang cenderung kering maupun berminyak.
Baca juga : Cek Ingredients Bright Diary Acne Serum 2% Salicylic Acid
|

|
| Some by Mi Propolis B5 Glow Barrier Calming Cream. |
Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 165.000 untuk kemasan 60 gram.
Penjelasan Ingredients Some By Mi Propolis B5 Glow Barrier Calming Cream
Ingredients:
Propolis Extract(70 %), Honey Extract, Butylene Glycol, Glycerin, Niacinamide, 1,2-Hexanediol, Centella Asiatica Extract, Panthenol(1 %), Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Water, Lactobacillus Ferment Lysate, Royal Jelly Extract, Beeswax, Centella Asiatica Leaf Extract, Artemisia Princeps Leaf Extract, Madecassoside, Madecassic Acid, Asiaticoside, Asiatic Acid, Ceramide NP, Sodium Hyaluronate, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Sodium Acetylated Hyaluronate, Hydrolyzed Glycosaminoglycans, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Malt Extract, Trehalose, Arginine, Tocopherol, Adenosine, Diphenylsiloxy Phenyl Trimethicone, Caprylyl Methicone, Sorbitan Oleate, Inulin Lauryl Carbamate, Behenyl Alcohol, Sorbitan Isostearate, Caprylyl/Capryl Glucoside, Xanthan Gum, Carbomer, Dimethicone/Phenyl Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Sodium Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Polyisobutene, Water, Benzyl Glycol, Ethylhexylglycerin, Raspberry Ketone, Disodium EDTA, Fragrance, Benzyl Alcohol, Coumarin
Bahan aktif
Propolis Extract (70 %).
Kandungan propolis yang tinggi ini memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Manfaatnya sangat baik untuk melawan bakteri penyebab jerawat serta jamur Malassezia yang dapat menyebabkan fungal acne. Selain itu, propolis bersifat antioksidan dan anti-inflamasi, efektif mengurangi peradangan pada kulit berjerawat. Propolis juga membantu menenangkan kulit sensitif dan iritasi, serta dapat mencegah efek terbakar akibat sinar matahari. Penggunaannya dapat membantu mengontrol produksi sebum sekaligus menjaga kelembapan kulit, serta mempercepat proses penyembuhan luka bekas jerawat untuk menghasilkan kulit yang lebih sehat.
Honey Extract.
Ekstrak madu dikenal luas karena kemampuannya melembapkan, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Kandungan antibakteri dan antijamurnya juga bermanfaat bagi kulit kering, jerawat meradang, dan fungal acne.
Niacinamide.
Bahan ini efektif untuk mencerahkan kulit (skin brightening) dan meningkatkan sintesis ceramide. Niacinamide juga berperan sebagai pengatur sebum (sebum regulator) dan memiliki sifat anti-inflamasi. Lebih lanjut, ia membantu melindungi kulit dari dampak negatif sinar UV dan blue light.
Centella Asiatica Extract.
Ekstrak daun Cica ini menstimulasi kulit untuk memproduksi kelembapan alami. Ia juga mendukung proses penyembuhan luka, termasuk luka bakar, dengan cara meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Kemampuan anti-inflamasinya sangat baik untuk merawat kulit yang mengalami iritasi, sensitif, dan berjerawat.
Panthenol (1 %).
Dikenal juga sebagai pro-vitamin B5, panthenol memiliki sifat humektan atau melembapkan. Ia membantu produksi lipid yang penting untuk melindungi kulit. Sifat anti-inflamasi dan menenangkannya sering dimanfaatkan untuk menetralkan potensi iritasi dari bahan lain dalam produk perawatan kulit.
Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Water.
Air daun teh (tea tree) sangat populer untuk mengatasi jerawat karena memiliki sifat antibakteri, antijamur, anti-inflamasi, dan mampu mengontrol minyak berlebih.
Lactobacillus Ferment Lysate.
Bahan ini berperan menjaga keseimbangan mikrobioma kulit, menghidrasi, menstimulasi pergantian sel kulit, serta membantu mengurangi kemerahan dan iritasi. Ia juga mendukung proses pemulihan luka dan dapat memperkuat fungsi skin barrier jika dikombinasikan dengan hyaluronic acid.
Royal Jelly Extract.
Ekstrak royal jelly kaya akan vitamin B kompleks yang berfungsi melembapkan, menutrisi, dan melindungi kulit. Bahan ini juga memiliki properti anti-inflamasi, antioksidan, serta antibakteri.
Centella Asiatica Leaf Extract.
Ekstrak daun pegagan ini mampu memicu produksi kelembapan alami kulit, seperti glycosaminoglycans dan hyaluronic acid. Ia mendukung proses penyembuhan luka, termasuk luka bakar, dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Ekstrak cica juga memiliki kemampuan anti-inflamasi yang baik.
Artemisia Princeps Leaf Extract.
Ekstrak mugwort sangat efektif untuk merawat kulit kering, iritasi, sensitif, dan rentan eksim. Ia melembapkan, menutrisi, dan melindungi kulit. Bahan ini membantu menenangkan kulit yang gatal dan kemerahan, sekaligus mengurangi jerawat dan breakout. Mugwort juga mengandung vitamin A untuk regenerasi sel dan vitamin C untuk mencerahkan serta melindungi kulit.
Mengandung 4 komponen cica
- Asiaticoside. Memiliki properti penyembuhan luka (wound healing), antioksidan, dan merangsang produksi glycosaminoglycans (GAGs) serta membantu sintesis kolagen tipe 1.
- Asiatic Acid. Berdasarkan penelitian, Asiatic Acid juga menstimulasi produksi GAGs (NMF) dan kolagen tipe 1. Bahan ini bersifat melembapkan dan membantu proses pemulihan luka.
- Madecassic Acid. Memiliki properti regenerasi kulit, penyembuhan luka, dan melembapkan kulit.
- Madecassoside. Memiliki properti penyembuhan luka, menenangkan kulit (skin soothing), dan antioksidan. Jika dikombinasikan dengan Vitamin C, senyawa ini menjadi duo anti-aging yang efektif. Penelitian menunjukkan bahwa senyawa ini juga dapat menghambat produksi melanin.
Ceramide NP.
Bahan yang identik dengan kulit (skin identical). Kulit manusia sendiri terdiri dari sekitar 50% ceramide. Ceramide NP memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan dan memperbaiki skin barrier, sekaligus menjaga kulit tetap terhidrasi.
Sodium Hyaluronate.
Merupakan bentuk garam dari Hyaluronic Acid dengan ukuran molekul yang besar. Bahan ini bekerja di permukaan kulit membentuk lapisan pelindung non-oklusif yang mencegah kehilangan air transepidermal (TeWL) dan menjaga fungsi skin barrier.
Hydrolyzed Hyaluronic Acid.
Molekul Hyaluronic Acid yang telah dipecah menjadi ukuran nanopartikel (low molecular weight). Ukuran yang lebih kecil ini memungkinkannya meresap lebih dalam hingga ke lapisan dermis. Bahan ini membantu penyerapan bahan aktif lain, meningkatkan elastisitas kulit, memiliki properti perbaikan kulit (skin repair), dan memberikan efek anti-aging.
Sodium Acetylated Hyaluronate.
Dikenal sebagai “super hyaluronic acid” dengan ukuran molekul sedang. Memiliki kemampuan melembapkan yang lebih baik, meningkatkan elastisitas kulit, menghaluskan, dan membantu memperbaiki skin barrier.
Hydrolyzed Glycosaminoglycans.
Termasuk dalam kategori NMF (natural moisturizing factor). Bahan ini memiliki kemampuan mengikat air dan meningkatkan tingkat kelembapan di lapisan kulit.
Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil.
Minyak jojoba memiliki komposisi yang paling menyerupai sebum alami kulit manusia, sehingga sering disebut sebagai bahan yang identik dengan kulit (skin-identical). Teksturnya sangat ringan dan mudah meresap, efektif menjaga kelembapan kulit tanpa menimbulkan rasa berat atau lengket.
Malt Extract.
Ekstrak malt memiliki properti melindungi kulit (skin protecting), menenangkan (skin soothing), dan menyegarkan.
Arginine.
Merupakan asam amino semi-esensial dan bahan yang identik dengan kulit (skin-identical). Arginin secara alami ditemukan dalam biji labu, daging, susu, dan lainnya. Bahan ini memiliki tiga manfaat utama: sebagai antioksidan kuat, humektan, dan peningkat produksi kolagen (collagen booster).
Tocopherol.
Dikenal sebagai vitamin E, tocopherol adalah antioksidan yang juga berfungsi sebagai pelembap kulit (skin moisturizing). Bahan ini membantu melindungi kulit dari dampak buruk sinar UVB.
Adenosine.
Merupakan bahan yang berfungsi sebagai “cell-communicator”. Adenosine membantu proses pemulihan luka dan memiliki sifat anti-inflamasi yang baik. Ia mengirimkan sinyal ke sel kulit untuk memproduksi kolagen, membantu memperbaiki skin barrier, dan melindunginya.
Bahan pelengkap
- Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan.
- Glycerin. Pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin-identical), dan humektan.
- 1,2-Hexanediol. Pelarut, peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster), dan humektan.
- Beeswax. Dikenal juga sebagai cera alba atau lilin lebah. Bertekstur padat berwarna kuning, berfungsi sebagai emolien. Bahan ini menambah kekentalan formula sekaligus menstabilkan emulsi. Beeswax juga memiliki properti antibakteri dan anti-inflamasi.
- Diphenylsiloxy Phenyl Trimethicone. Jenis silikon cair non-berminyak yang berfungsi sebagai emolien. Membantu formula agar mudah disebar (spreadable) dan mengurangi kesan lengket.
- Caprylyl Methicone. Silikon volatil yang bersifat emolien dan agen pelicin (slip agent), meninggalkan kesan halus, lembut, dan silky pada kulit.
- Sorbitan Oleate. Berfungsi sebagai pengemulsi dan emolien.
- Inulin Lauryl Carbamate. Berfungsi sebagai pengemulsi dan penstabil emulsi.
- Behenyl Alcohol. Merupakan alkohol lemak yang tidak membuat kulit kering. Bahan ini menambah kekentalan formula sekaligus berfungsi sebagai penstabil emulsi.
- Sorbitan Isostearate. Berfungsi sebagai pengemulsi dan emolien.
- Caprylyl/Capryl Glucoside. Berfungsi sebagai pengemulsi.
- Xanthan Gum. Pengental alami.
- Carbomer. Agen pembentuk gel (gelling agent) yang membantu mengentalkan formula.
- Dimethicone/Phenyl Vinyl Dimethicone Crosspolymer. Berupa bubuk silikon yang memberikan efek silky dan powdery pada tekstur, sekaligus menambah kekentalan formula.
- Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer. Pengental sintetis.
- Sodium Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer. Pengental sintetis dan penstabil emulsi.
- Polyisobutene. Pengental sintetis.
- Water. Air.
- Benzyl Glycol. Pelarut.
- Ethylhexylglycerin. Peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan humektan.
- Raspberry Ketone. Komponen pewangi (perfuming).
- Disodium EDTA. Agen pengkelat (chelating agent) yang berfungsi menetralisir ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
- Fragrance. Pewangi.
- Benzyl Alcohol. Komponen pewangi.
- Coumarin. Komponen pewangi.
Kesimpulan
✔️Some by Mi Propolis B5 Glow Barrier Calming Cream mengandung 24 bahan aktif, dengan kandungan utama 70% propolis dan 1% panthenol (pro-vitamin B5).
✔️Banyak bahan aktifnya yang mirip dengan serum dari Some By Mi.
✔️Produk ini baik untuk menenangkan kulit yang mengalami breakout, jerawat, serta merawat skin barrier.
✔️Diklaim cocok untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
✔️Bebas alkohol.
✔️Bebas paraben.
✔️Tidak oil-free. Mengandung bahan dengan potensi komedogenik rendah hingga sedang, yaitu:
- Butylene Glycol (1),
- beeswax (0-2),
- sorbitan oleate (3),
- sorbitan Isostearate (2).
Pengguna disarankan untuk rutin melakukan eksfoliasi atau scrub untuk meminimalkan penumpukan komedo.
❗Produk ini tidak aman untuk fungal acne (jerawat jamur) karena mengandung bahan seperti: jojoba oil, sorbitan oleate, dan sorbitan Isostearate.
Leave a Reply