GoNaturalCare.com – Aizen Hyorin Infusion Essence Toner hadir sebagai solusi perawatan kulit inovatif dengan formulasi Miraclefusion® 36X yang kaya akan 36 kandungan unggulan, dirancang untuk mewujudkan kulit yang lebih sehat dan cerah.
Produk ini diklaim sebagai essence toner dengan kandungan terbanyak dan terlengkap di pasaran, serta merupakan produk pertama di Indonesia yang memperkenalkan Black Ginseng Saponins™.
Manfaat utama yang ditawarkan meliputi pencerahan kulit dan penyamaran noda gelap, pencegahan jerawat, penyejukan kulit yang teriritasi ringan, pengecilan pori-pori, penyamaran kerutan dan garis halus untuk tampilan lebih muda, serta hidrasi mendalam untuk menjaga kelembapan kulit dan memberikan kesegaran.
Produk ini terdaftar dengan nomor BPOM NA11221200397.
Penjelasan Ingredients Aizen Hyorin Infusion Essence
Ingredients: Water, Glycerin, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Water, Dipropylene Glycol, Erythritol, Astragalus Membranaceus Root Extract, Allium Cepa (Onion) Bulb Extract, Centella Asiatica Leaf Extract, Morinda Citrifolia Fruit Extract, Moringa Oleifera Leaf Extract, Lactobionic Acid, Brassica Oleracea Italica (Broccoli) Extract, Maltooligosyl Glucoside, Dimethyl Isosorbide, Hydrogenated Starch Hydrolysate, Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate, Palmitoyl Camellia Sinensis Extract, Potassium Azeloyl Diglycinate, Hydrolyzed Ginseng Saponins, Artemisia Capillaris Flower / Leaf / Stem Water, Calendula Officinalis Flower Extract, Polyglutamic Acid, Salicylic Acid, Zinc PCA, Ethylhexylglycerin, Bifida Ferment Lysate, Allantoin, Hydroxyethyl Urea, Chlorphenesin, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract, Dipotassium Glycyrrhizate, Acrylates / C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Niacinamide, Saccharide Isomerate, Tocopheryl Succinate, Ceramide NP, Arginine, Astaxanthin, Lactococcus Ferment Lysate, Lactobacillus Ferment Lysate, Tetrahexyldecyl Ascorbate, Pantothenic Acid, Xanthan Gum, Acetyl Octapeptide – 3, Hexylresorcinol, Tetrahydrodiferuloylmethane, Disodium EDTA, Copper Tripeptide – 1, Glycereth – 26, Acetyl Hexapeptide – 8, Hydroxyacetophenone, Sodium Hyaluronate Crosspolymer, Hyaluronic Acid.
Key Ingredients
Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Water: Air bunga chamomile ini mengandung bisabolol yang memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit. Sangat baik untuk merawat kulit berjerawat, iritasi, dan sensitif, serta kaya akan antioksidan.
Astragalus Membranaceus Root Extract: Dikenal sebagai Huangqi, ekstrak akar astragalus adalah obat herbal berharga yang kaya akan saponin, flavonoid, dan polisakarida. Dalam perawatan kulit, ia berfungsi sebagai penguat kulit (skin-reinforcing) untuk mengembalikan vitalitas, serta memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan.
Allium Cepa (Onion) Bulb Extract: Ekstrak bawang merah memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, antimikroba, dan anti-inflamasi. Ini membantu mengurangi lesi jerawat dan memudarkan bekas luka.
Centella Asiatica Leaf Extract: Ekstrak Cica merangsang produksi kelembapan alami kulit seperti glycosaminoglycans dan hyaluronic acid. Ia mempercepat penyembuhan luka dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen, serta memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat.
Morinda Citrifolia Fruit Extract: Ekstrak buah mengkudu (Noni) mengandung komponen aktif seperti damnachantol-anthraquinone glycoside, Vit C, E, beta-carotene, ursolic acid, gallic acid, polisakarida, asam lemak, dan flavonoid. Propertinya meliputi anti-aging, antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri/antijamur, yang melindungi kulit dari radikal bebas, memicu regenerasi sel, meningkatkan produksi kolagen, dan menjaga elastisitas kulit.
Moringa Oleifera Leaf Extract: Ekstrak daun kelor kaya akan antioksidan, Vit A, C, dan E yang menutrisi kulit, mencerahkan, menghaluskan tekstur, serta melindungi kulit dari efek buruk radikal bebas dan sinar UV.
Lactobionic Acid: Sebagai salah satu golongan PHA, lactobionic acid adalah versi AHA yang lebih lembut. Dengan molekul yang lebih besar, ia memberikan eksfoliasi ringan tanpa iritasi atau fotosensitivitas. Ia juga berfungsi sebagai humektan, menjaga keseimbangan pH kulit, serta memiliki properti antioksidan dan anti-inflamasi.
Brassica Oleracea Italica (Broccoli) Extract: Ekstrak brokoli kaya akan vitamin C, betakaroten, mineral, dan antioksidan. Ia memiliki kemampuan anti-inflamasi, menenangkan kulit (skin soothing), dan melindungi kulit dari efek buruk sinar UV serta radikal bebas, sekaligus menangkal stres oksidatif.
Dipeptide Diaminobutyroyl Benzylamide Diacetate: Dikenal sebagai Syn-Ake, ini adalah bahan cell-communicator yang terdiri dari tiga asam amino. Dengan berat molekul kecil, ia mudah menembus kulit. Populer sebagai bahan anti-aging karena efek “botox-in-a-jar” yang menargetkan kerutan, terutama di area smile line dan crow’s feet.
Palmitoyl Camellia Sinensis Extract: Merupakan ekstrak dari White Tea yang memiliki kemampuan anti-polusi, anti-aging, melembapkan, melindungi kulit, dan kaya antioksidan dengan stabilitas oksidatif yang baik.
Potassium Azeloyl Diglycinate: Dikenal sebagai Azeclair™, turunan dari azelaic acid ini lebih minim efek samping dan aman untuk kulit sensitif. Memiliki kemampuan anti-inflamasi, mencerahkan kulit (menghambat enzim tyrosinase), antibakteri, dan menyeimbangkan produksi sebum (baik untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat). Ia juga menghambat keratinisasi pada lapisan terluar kulit dan berfungsi sebagai humektan berkat kandungan asam amino glycine.
Baca juga : Marina Natural Protects and Cares Hand Body Lotion
Hydrolyzed Ginseng Saponins: Saponin yang diekstrak dari Ginseng Hitam, yang dihasilkan melalui proses pengukusan berulang. Kandungan senyawa fenolik dan ginsenoside-nya lebih tinggi. Bahan ini mendorong re-epitelisasi luka, menghambat inflamasi, dan mendorong pembentukan kulit baru. Sangat bermanfaat untuk perbaikan kulit, penyembuhan luka, mencegah melanoderma, dermatitis, serta mengembalikan vitalitas kulit.
Artemisia Capillaris Flower / Leaf / Stem Water: Air dari tanaman mugwort ini membantu merawat kulit kering, iritasi, sensitif, dan rentan eczema. Ia menenangkan kulit yang gatal dan kemerahan, serta mengurangi jerawat dan breakout.
Calendula Officinalis Flower Extract: Ekstrak calendula membuat kulit terasa kenyal dan kencang. Ia menstimulasi produksi Natural Moisturizing Factor (NMF), memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan, serta melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV dan menjaga jaringan kolagen serta elastin.
Polyglutamic Acid: Berbasis asam amino glutamic acid, bahan ini bersifat “skin identical”. Ia memiliki kemampuan mengikat air dan menahan kelembapan 3-5 kali lebih baik dari hyaluronic acid, menjadikannya bahan yang sangat baik untuk skin barrier.
Salicylic Acid: Dikenal sebagai BHA, ia memiliki kemampuan eksfoliasi yang menembus lapisan kulit untuk membersihkan pori-pori dari dalam. Bersifat keratolitik, mengikis sel kulit mati dan keratin yang menumpuk. Merupakan bahan standar untuk menangani masalah kulit seperti blackhead, jerawat, inflamasi, dan kulit berminyak.
Zinc PCA: Kombinasi zinc dan L-PCA. Zinc menormalkan produksi sebum dan membatasi perkembangan bakteri penyebab jerawat. L-PCA adalah NMF yang melembapkan kulit dan meningkatkan efikasi zinc.
Bifida Ferment Lysate: Bahan postbiotik dari fermentasi bakteri bifida. Diklaim dapat mengurangi sensitivitas kulit terhadap agresor eksternal dengan memperkuat mikrobioma kulit.
Allantoin: Senyawa alami dari tanaman Comfrey yang memiliki kemampuan menenangkan kulit (skin soothing), anti-inflamasi, dan penyembuhan luka.
Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract: Ekstrak tea tree ideal untuk kulit rentan jerawat karena sifat antibakteri, antijamur, anti-inflamasi, oil control, dan astringent (mengecilkan pori-pori).
Dipotassium Glycyrrhizate: Garam dari senyawa yang diekstrak dari tanaman licorice. Bersifat anti-inflamasi dan memiliki kemampuan mengatur sebum.
Niacinamide: Vitamin B3 yang berfungsi mencerahkan kulit, sebagai antioksidan, memicu sintesis ceramide, mengatur sebum, anti-inflamasi, dan anti-jerawat. Ia juga melindungi kulit dari efek buruk radiasi UV dan bluelight dengan memperkuat pertahanan kulit.
Saccharide Isomerate: Pelembap 100% dari tanaman yang mirip dengan karbohidrat di lapisan terluar kulit. Memiliki kemampuan menahan kelembapan lebih lama dari pelembap lainnya.
Tocopheryl Succinate: Derivatif vitamin E yang merupakan gabungan tocopherol dan succinic acid. Berfungsi sebagai antioksidan, melindungi kulit dari efek buruk radikal bebas dan UV.
Ceramide NP: Komponen lemak dalam stratum corneum yang merupakan bagian dari skin barrier. Membantu memperbaiki fungsi skin barrier dan mencegah moisture-loss.
Arginine: Asam amino semi-esensial dan “skin identical”. Memiliki tiga manfaat utama: antioksidan kuat, humektan, dan peningkat kolagen.
Astaxanthin: Senyawa karotenoid merah menyala yang ditemukan pada salmon, lobster, udang, dan alga. Merupakan antioksidan yang jauh lebih kuat dari Vit C dan Vit E. Melindungi kulit dari kerusakan oksidatif, inflamasi, penuaan, dan mencegah hiperpigmentasi.
Lactococcus Ferment Lysate: Bahan probiotik yang membantu pemulihan luka, menjaga fungsi skin barrier, dan memicu sintesis peptida antimikroba agar kulit mampu melindungi dirinya sendiri.
Lactobacillus Ferment Lysate: Menjaga keseimbangan mikrobioma kulit, menghidrasi, menstimulasi pergantian sel kulit, mengurangi kemerahan dan iritasi. Membantu pemulihan luka dan memperkuat skin barrier bila diformulasikan dengan hyaluronic acid.
Tetrahexyldecyl Ascorbate: Derivatif Vitamin C (THD ascorbate) yang stabil, larut minyak, dan memiliki penetrasi lebih baik dari ascorbic acid. Memiliki kemampuan antioksidan, mencerahkan, dan meningkatkan kolagen. Diklaim 50 kali lebih kuat dari Vitamin C jenis lain.
Pantothenic Acid: Vitamin B5 yang memiliki kemampuan menghidrasi, anti-inflamasi, penyembuhan luka, dan antioksidan. Juga bersifat anti-aging dengan meningkatkan produksi fibroblast serta menstimulasi kolagen dan elastin.
Acetyl Octapeptide – 3: Peptide yang dikenal sebagai SNAP-8, terdiri dari asam amino aspartic acid, glutamic acid, glutamine, dan methionine. Memiliki kemampuan memperbaiki kulit (skin-restore), mengikat air untuk hidrasi, menghaluskan tekstur kulit, dan merelaksasi otot untuk efek anti-aging.
Hexylresorcinol: Senyawa dari bekatul gandum hitam yang mencegah noda kecoklatan pada kulit (depigmentasi). Menghambat enzim tyrosinase secara signifikan, dengan efektivitas 0,5% hexylresorcinol setara dengan 2% hydroquinone.
Tetrahydrodiferuloylmethane: Dikenal sebagai SabiWhite, turunan kunyit ini memiliki properti antioksidan, mencerahkan, dan anti-inflamasi. Bekerja dengan memblokir sintesis melanin, mencegah pigmentasi, dan meratakan warna kulit.
Copper Tripeptide – 1: Ditemukan secara alami dalam tubuh. Memiliki kemampuan penyembuhan luka yang unik dengan memperbaiki jaringan kulit yang rusak dan menstimulasi kolagen yang lebih sehat. Juga menstimulasi elastin dan glycosaminoglycans untuk elastisitas kulit, serta memiliki efek antioksidan dan anti-inflamasi yang signifikan.
Acetyl Hexapeptide – 8: Dikenal sebagai Argireline, memiliki efek “botox-like” yang menargetkan kerutan di smile line dan crow’s feet. Diklaim mampu mengurangi kerutan dan meningkatkan kelembapan kulit.
Sodium Hyaluronate Crosspolymer: Dikenal sebagai Hyacross, memiliki kapasitas water-binding 5 kali lebih kuat dari HA biasa (5000x dibandingkan 1000x). Memberikan kelembapan kulit yang lebih baik dan tahan lama.
Hyaluronic Acid: Bahan “skin identical” dengan ukuran molekul besar (High molecular weight). Bekerja di permukaan kulit membentuk lapisan pelindung (protective barrier) yang mencegah dehidrasi dan baik untuk skin barrier.
Bahan pelengkap
- Water: Pelarut.
- Glycerin: Pelarut, “skin identical”, humektan.
- Dipropylene Glycol: Pelarut, peningkat penetrasi, humektan.
- Erythritol: Molekul gula, humektan.
- Maltooligosyl Glucoside: Bahan alami, pengikat, pengemulsi, peningkat tekstur, pembentuk film. Alternatif gliserin.
- Dimethyl Isosorbide: Pelarut, membantu penyerapan bahan aktif dan meningkatkan efektivitasnya.
- Hydrogenated Starch Hydrolysate: Berfungsi sebagai pembentuk film/penahan dan pelembap, menjaga kelembapan serta menambah perlindungan skin barrier.
- Ethylhexylglycerin: Peningkat pengawet, humektan.
- Hydroxyethyl Urea: Turunan urea, “skin identical”, humektan.
- Chlorphenesin: Pengawet.
- Acrylates / C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Pengental sintetis.
- Xanthan Gum: Pengental alami.
- Disodium EDTA: Agen pengkelat untuk menetralkan ion logam agar kestabilan formula terjaga.
- Glycereth – 26: Humektan, berbahan dasar gliserin.
- Hydroxyacetophenone: Antioksidan sintetis untuk melindungi formula dari oksidasi.
Kesimpulan
✔️ Aizen Hyorin Infusion Essence Toner benar-benar memenuhi klaimnya dengan kandungan 36 key ingredients.
✔️ Formulasi produk ini sangat komprehensif, mencakup berbagai kebutuhan kulit mulai dari masalah jerawat, penuaan, pencerahan, penguatan skin barrier, antioksidan, vitamin, ekstrak botani, probiotik, hingga oil control.
✔️ Berikut rinciannya:
- 12 Botanical Complex: Black Ginseng Saponins™, JEJU Mugwort, JEJU Centella, Astragalus, Bawang Merah, Chamomilla Water, Noni, Ekstrak Daun Kelor, Brokoli, Calendula, Tea Tree, White Tea.
- 4 Vitamins Complex: NanoActive Niacinamide (Vit B3), Vit C (THD ascorbate), Vit B5, Vit E.
- 4 Anti-Aging Peptides: SNAP-8, Argireline, SYN®-AKE, Copper Tripeptide-1.
- 2 Brightening Complex: Hexylresorcinol, SabiWhite.
- 3 Probiotic Complex: Bifida Ferment, Lactococcus Ferment, Lactobacillus Ferment.
- 6 Moisturizing and Soothing Complex: Nano Ceramide NP, Polyglutamic Acid, Saccharide Isomerate, Lactobionic Acid, Hyaluronic Acid, Sodium Hyaluronate Crosspolymer.
- 3 Acne Soothing Complex: BHA, Azeclair, Licorice.
- 1 Sebum Regulator: Zinc PCA.
- 1 Antioxidant: Astaxanthin.
Meskipun kandungannya sangat banyak, perlu diingat bahwa persentase masing-masing bahan aktif mungkin menjadi lebih kecil agar semua dapat terakomodasi dalam satu formula.
✔️ Cocok untuk rutinitas


Leave a Reply