GoNaturalCare.com – Memiliki kulit sehat, bersih, glowing, dan tampak mulus adalah dambaan banyak orang. Keinginan ini sangat wajar, dan untuk mencapainya, pemilihan produk skincare yang tepat menjadi kunci utama. Salah satu pertimbangan terpenting saat memilih produk skincare adalah kandungan bahan aktif di dalamnya.
|
|
| 3 ingredients yang harus ada dalam skincare, sumber gambar: the skincare journal pinterest |
Untuk membantu Anda dalam memilih produk yang efektif, penting untuk memperhatikan setidaknya tiga jenis bahan aktif berikut yang seharusnya ada dalam rutinitas skincare Anda.
1. Antioksidan
Kata ‘antioksidan’ sendiri berasal dari gabungan kata ‘anti’ yang berarti melawan dan ‘oksidan’ yang merujuk pada zat atau molekul penyebab oksidasi. Oksidasi adalah reaksi kimia yang menghasilkan radikal bebas, yang kemudian dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk sel kulit. Paparan terhadap zat oksidan seperti polusi udara, sinar ultraviolet (UV) dari matahari, asap rokok, makanan dan minuman yang tidak sehat, serta karsinogen dapat memicu stres oksidatif pada kulit.
Jika stres oksidatif ini berlangsung terus-menerus, penuaan dini pada kulit tidak dapat dihindari. Di sinilah peran penting antioksidan sebagai pelindung kulit kita. Antioksidan bekerja dengan menetralkan radikal bebas, melindungi sel-sel kulit dari kerusakan, serta menjaga kesehatan dan keremajaan kulit dalam jangka panjang. Meskipun efeknya tidak langsung terlihat, investasi penggunaan antioksidan secara rutin akan memberikan manfaat signifikan seiring bertambahnya usia.
Selain berperan sebagai agen anti-penuaan, antioksidan juga memiliki kemampuan untuk mengurangi peradangan pada kulit. Peradangan yang kronis dapat menyebabkan penipisan kulit, memperlambat proses penyembuhan luka, bahkan merusak jaringan kolagen dan elastin yang penting untuk kekenyalan kulit. Dengan mengurangi peradangan, antioksidan tidak hanya mencegah penuaan dini tetapi juga membantu menenangkan kulit, terutama bagi mereka yang memiliki masalah jerawat.
Beberapa contoh antioksidan yang sering ditemukan dalam produk skincare antara lain:
- Vitamin C (seperti ascorbic acid dan turunannya)
- Vitamin E (seperti tocopherol dan tocopheryl Acetate)
- Gluthatione
- Ubiquinone
- Argan oil
- Lycopene
- Ekstrak teh hijau (Greentea)
- Ekstrak delima (Pomegranate)
- Berbagai ekstrak buah dan tumbuhan lainnya
Anda juga bisa mendapatkan manfaat antioksidan dari masker buah-buahan DIY yang kaya akan nutrisi, atau dengan mengonsumsi buah-buahan tersebut secara langsung.
2. Skin-Identical Ingredients
Skin-identical ingredients adalah bahan-bahan dalam produk skincare yang memiliki struktur dan komposisi yang sangat mirip dengan sebum dan komponen alami kulit kita. Bahan-bahan ini sangat krusial untuk menjaga kesehatan dan fungsi optimal dari skin barrier, atau lapisan pelindung kulit.
Mengapa Skin-Identical Ingredients Penting?
Untuk memahami pentingnya bahan-bahan ini, mari kita lihat komposisi alami kulit kita. Sebum, minyak alami yang diproduksi kulit, sebagian besar terdiri dari trigliserida (sekitar 45%), wax ester (25%), squalene (12%), asam lemak (10%), dan kolesterol (4%).
Sementara itu, lapisan epidermis kulit kita, yang merupakan lapisan terluar, tersusun dari sekitar sepertiga asam lemak (seperti oleic acid, palmitic acid, linoleic acid, stearic acid), sepertiga ceramides, dan sepertiga kolesterol. Membran sel kulit kita juga mengandung lechitin. Selain itu, kulit juga kaya akan senyawa larut air seperti asam amino, asam organik, urea, dan ion-ion anorganik.
Baca juga : Eksfoliasi: AHA, BHA, PHA, LHA. Apa Bedanya dan Kapan Menggunakanya?
Semua komponen ini bekerja sama membentuk skin barrier yang kuat. Keseimbangan komposisi skin barrier sangat penting. Jika keseimbangan ini terganggu, berbagai masalah kulit bisa muncul, mulai dari kulit kering, berminyak, sensitif, mudah iritasi, hingga rentan terhadap infeksi seperti jerawat atau fungal acne.
Beberapa faktor yang dapat mengganggu keseimbangan skin barrier meliputi:
- Perubahan pH kulit yang terlalu asam atau terlalu basa.
- Paparan alkohol yang berlebihan.
- Eksfoliasi yang terlalu sering, baik menggunakan scrub maupun chemical peeling (AHA/BHA).
- Penggunaan produk skincare yang tidak sesuai dengan kondisi kulit.
- Penggunaan clay mask terlalu lama atau terlalu sering.
- Faktor-faktor lainnya.
Di sinilah skin-identical ingredients berperan penting. Bahan-bahan ini membantu menjaga keseimbangan komposisi kulit dan memulihkan kekuatan skin barrier. Dengan skin barrier yang kuat, kulit menjadi lebih terlindungi, tidak mudah sensitif atau iritasi, tidak rentan terhadap infeksi, dan mampu memulihkan diri dengan lebih cepat.
Contoh Skin-Identical Ingredients:
- Ceramide
- Hyaluronic acid dan Sodium Hyaluronate
- Squalane
- Arginine
- Glutathione
- Acetyl Glucosamine
- Collagen amino acid
- Hellianthus annuus seed oil unsaponifiables
- Jojoba oil
- Urea
- Glycine
- Leucine
- Proline
- Glyserine
- Sodium PCA
- Linoleic acid
- Cholesterol
- Bahan-bahan yang termasuk dalam NMF (Natural Moisturizing Factor)
- Dan lain-lain.
3. Cell-Communicating Ingredients
Seiring bertambahnya usia dan paparan terhadap berbagai faktor lingkungan seperti sinar matahari, polusi, radikal bebas, serta fluktuasi hormonal, gen atau DNA yang berperan dalam pembentukan sel-sel kulit baru dapat mengalami kerusakan. Jika sel-sel kulit baru terbentuk dari fondasi genetik yang rusak, kualitasnya pun akan menurun, ditandai dengan kulit kusam, kendur, munculnya flek hitam, dan kerutan.
Cell-communicating ingredients adalah bahan aktif yang memiliki kemampuan untuk menembus lapisan epidermis dan bekerja pada tingkat seluler. Bahan-bahan ini “berkomunikasi” dengan gen atau DNA, membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi, dan merangsang produksi sel-sel kulit baru yang lebih sehat dan berkualitas.
Singkatnya, cell-communicating ingredients bertindak sebagai “pengirim sinyal” kepada sel-sel kulit agar dapat berfungsi dan berperilaku lebih baik.
|
|
| Cell-comunicating ingredients sumber gambar google site |
Salah satu contoh paling dikenal dari cell-communicating ingredients adalah retinol. Retinol bekerja dengan cara menembus lapisan kulit dan memengaruhi DNA sel kulit untuk melakukan beberapa hal penting:
- Menghambat enzim tirosinase yang memproduksi melanin, sehingga membantu mencerahkan kulit dan mengurangi flek hitam.
- Mempercepat regenerasi sel kulit baru yang lebih sehat.
- Merangsang produksi kolagen dan elastin untuk menjaga kekenyalan dan elastisitas kulit.
Bahan-bahan yang Termasuk Cell-Communicator:
- Retinoic acid, Retinol, dan turunannya
- Peptida (termasuk glutathione)
- Bakuchiol
- Niacinamide
- Adenosine
- Carnosine
- 4-T-butylcyclohexanol
- Dan lain-lain.
Dengan memahami dan memilih produk skincare yang mengandung ketiga jenis bahan aktif ini, Anda dapat secara efektif merawat kulit Anda, menjaganya tetap sehat, awet muda, dan terlindungi dari berbagai ancaman kerusakan.
Sumber: incidekoder, wikipedia, dermidentical.com, myfaceshaping.com



Leave a Reply