Home » Meningkatkan dan memperbaiki skin barrier rusak dengan produk skincare

Meningkatkan dan memperbaiki skin barrier rusak dengan produk skincare

Meningkatkan dan memperbaiki skin barrier rusak dengan produk skincare

GoNaturalCare.com – Kulit, organ terbesar tubuh kita, berfungsi sebagai benteng pertahanan terhadap lingkungan luar. Lapisan pelindung kulit, yang dikenal sebagai skin barrier, memegang peranan krusial dalam menjaga hidrasi dan kesehatan kulit. Namun, berbagai faktor seperti penuaan, paparan lingkungan, sinar UV, dan penggunaan produk yang tidak tepat dapat merusak skin barrier.

Artikel ini akan mengupas tuntas tentang apa itu skin barrier, mengenali gejala saat skin barrier terganggu, serta panduan memperbaiki skin barrier menggunakan produk skincare yang tepat.

Skin barrier adalah lapisan terluar kulit yang berfungsi sebagai pertahanan. Dr. Piliang menjelaskan bahwa skin barrier tersusun dari sel-sel mati, lipid, protein, dan asam lemak yang melindungi kulit dari agresi eksternal.

Lapisan ini ibarat “armor” yang melindungi sel-sel kulit sensitif di dalamnya dari ancaman luar. Skin barrier juga berperan vital dalam mencegah penguapan air dari kulit sekaligus menghalangi masuknya zat kimia berbahaya dan bakteri.

Secara struktural, skin barrier terletak di lapisan terluar yang disebut stratum korneum. Lapisan ini sering diibaratkan sebagai “dinding batu bata” yang terdiri dari:

  • Corneocytes: Sel-sel kulit yang kuat, diibaratkan sebagai “batu bata”.
  • Lipid: Lemak alami kulit yang terdiri dari ceramides, kolesterol, dan asam lemak. Lipid berfungsi sebagai “mortar” yang merekatkan “batu bata” (corneocytes).

Kombinasi corneocytes dan lipid inilah yang membentuk skin barrier yang kokoh.

Meningkatkan dan memperbaiki skin barrier dengan produk skincare. Sumber gambar: freepik

Apa yang Dapat Merusak Skin Barrier?

Bayangkan “armor” kulit yang kuat telah mengalami kerusakan, menjadi lebih tipis, penyok, atau bahkan robek. Kondisi ini membuat kulit menjadi rentan terhadap berbagai masalah.

Jika kerusakan skin barrier disebabkan oleh kondisi kulit spesifik, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit atau dermatolog. Beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan gangguan skin barrier antara lain:

  • Adult acne.
  • Atopic dermatitis (eczema).
  • Ichthyosis.
  • Rosacea.
  • Psoriasis.

Selain kondisi medis, Dr. Piliang menyebutkan bahwa penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat juga dapat mengganggu skin barrier.

Penyebab umum rusaknya skin barrier meliputi:

  • Penggunaan produk skincare dengan kandungan harsh chemicals.
  • Eksfoliasi berlebihan atau terlalu kasar.
  • Penggunaan produk dengan kandungan bahan aktif konsentrasi tinggi secara bersamaan.
  • Tidak menggunakan pelembap (moisturizer) dan tabir surya (sunscreen).
  • Penggunaan produk DIY (Do It Yourself) skincare yang tidak sesuai panduan.

Salah satu pengalaman pribadi menunjukkan bahwa penggunaan masker lemon yang berlebihan untuk mengatasi kulit berminyak dan berjerawat justru menyebabkan kulit menjadi kering, mengelupas, kemerahan, dan perih, menandakan rusaknya skin barrier akibat penggunaan yang salah.

Baca juga : Cek Ingredients Emina Bright Stuff Loose Powder

Tanda-tanda Skin Barrier Terganggu

Jika kulit Anda mengalami berbagai masalah, kemungkinan besar skin barrier Anda sedang terganggu. Kerusakan ini dapat dikenali dari:

  • Iritasi atau inflamasi.
  • Peningkatan sensitivitas kulit.
  • Rasa perih yang disertai kemerahan yang persisten.
  • Kulit terasa kering, bersisik, mengelupas, dan kaku.
  • Gatal.
  • Sensasi terbakar saat menggunakan produk skincare.
  • Infeksi.
  • Munculnya bruntusan atau jerawat.

Kondisi skin Barrier bermasalah

Cara Meningkatkan dan Memperbaiki Skin Barrier dengan Produk Skincare

Jika Anda mendapati tanda-tanda skin barrier yang rusak, segera lakukan perawatan dengan produk skincare yang tepat dan gunakan sesuai petunjuk.

1. Pembersih Wajah yang Lembut

Mulailah dengan menggunakan pembersih wajah yang lembut. Hindari pembersih yang mengandung alkohol, pewangi, atau bahan keras lainnya yang dapat membuat kulit kering.

Dermatolog menyarankan untuk menghindari pembersih berbahan dasar sabun dan yang mengandung SLS. Pilihlah pembersih dengan formula pH rendah atau pH seimbang yang kaya pelembap. Cuci wajah cukup dua kali sehari.

Contoh produk yang direkomendasikan:

Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser

Dear Me Beauty Skin Barrier Face Gel Cleanser adalah pembersih dengan agen surfaktan lembut, bebas alkohol dan SLS. Mengandung ceramide dan natural moisturizing factor dengan pH rendah (5,5) untuk menjaga fungsi skin barrier.

2. Eksfoliasi dengan Lembut

Saat skin barrier terganggu, hindari scrub atau chemical peeling dengan AHA/BHA konsentrasi tinggi. Pilih produk eksfoliasi untuk kulit sensitif atau yang mengandung PHA/LHA, yang lebih lembut dan aman.

PHA seperti lactobionic acid dan gluconolactone juga memiliki kemampuan menghidrasi dan menjaga keseimbangan pH kulit.

Cobalah Somethinc Calm Down Toner PHA 3% untuk eksfoliasi lembut. Kandungan utamanya, mugwort dan lactobionic acid 3%, membantu mengangkat sel kulit mati sekaligus merawat skin barrier.

3. Aplikasikan Pelembap (Moisturizer)

Jangan pernah melewatkan pelembap untuk menjaga kekuatan skin barrier. Pilih pelembap yang mengandung ceramide, galactomyces, hyaluronic acid, squalane, shea butter, atau niacinamide (maksimal 4%). Pelembap yang kaya akan emollient dan/atau minyak nabati juga sangat baik.

Kandungan dalam pelembap akan menggantikan dan menutrisi kadar kelembapan, lipid, dan minyak alami yang berkurang saat skin barrier terganggu. Anda bisa membaca artikel Rekomendasi Pelembap untuk Skin Barrier untuk panduan lebih lanjut.

4. Terapkan Teknik Slugging dengan Vaseline

Teknik slugging melibatkan penggunaan lapisan tebal pelembap seperti petroleum jelly atau Vaseline sebelum tidur untuk mengunci kelembapan. Vaseline bertindak sebagai pengganti lipid yang hilang, mengisi celah pada “mortar” kulit dan membantu lapisan pelindung berfungsi kembali.

Vaseline aman dan bersifat inert secara kimia, sehingga tidak menyebabkan iritasi dan bahkan direkomendasikan untuk mengobati eksim pada bayi.

Skin barrier bermasalah cenderung terjadi pada kulit yang sangat kering, sebab kadar lipid di kulit nya sangat sedikit. 

Namun, Vaseline tidak dapat mengisi kembali lipid kulit karena tidak mengandung lipid. Ini adalah solusi jangka pendek untuk meredakan gejala kerusakan skin barrier, bukan untuk mengatasi akar masalahnya. Vaseline membantu melindungi kulit yang rusak sementara kulit memperbaiki dirinya sendiri.

Pada saat kulit sedang kekurangan lipid yang menyebabkan skin barrier nya terganggu, Vaseline dapat bertindak sebagai temporary skin barrier (Sumber referensi)

Vaseline sangat membantu saat dermatitis atopik (eczema) kambuh, mengurangi gejala seperti kulit kering dan mengelupas. Teknik ini aman untuk sementara waktu melindungi kulit yang rusak dari kehilangan air transepidermal (TEWL) dan iritasi.

Namun, Vaseline tidak dianjurkan untuk kulit berminyak karena kadar lipid dan minyak di lapisan kulitnya sudah berlebihan.

5. Gunakan Tabir Surya (Sunscreen)

Menggunakan tabir surya adalah langkah krusial untuk melindungi kulit. Pilihlah produk tabir surya yang Anda sukai dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda, lalu gunakan setiap hari.

Dr. Piliang menekankan, “Tabir surya terbaik adalah tabir surya yang benar-benar Anda gunakan pada kulit Anda.”

AZARINE Cicamide Barrier Sunscreen Moisturizer SPF 35 PA+++ adalah tabir surya yang mengandung Centella Asiatica, Squalane, dan 5 Ceramide untuk merawat, memperbaiki, dan melindungi skin barrier.

6. Rawat Jerawat dengan Hati-hati

Hindari memencet jerawat, karena dapat menyebabkan trauma pada kulit, peradangan, dan bekas luka.

Jika kulit di sekitar jerawat sudah terlanjur rusak, jangan menambah beban dengan menggunakan berbagai bahan aktif. Sebaiknya, jeda sementara perawatan jerawat dan fokus pada perawatan kulit yang lembut agar kulit dapat pulih, saran Dr. Piliang.

7. Jaga Keseimbangan pH Kulit

“pH” menunjukkan tingkat keasaman kulit. pH normal kulit adalah sekitar 5,5. Ketidakseimbangan pH dapat merusak pelindung kulit.

Beberapa cara menjaga keseimbangan pH kulit:

  • Mengaplikasikan toner setelah mencuci wajah.
  • Memilih pembersih wajah dengan formula pH rendah atau pH seimbang.
  • Hindari penggunaan clay mask terlalu lama.
  • Menjaga keseimbangan mikrobioma kulit dengan produk skincare yang mengandung probiotik atau prebiotik.
Somethinc Resurrect Multibiome Serum adalah serum netralisir & penyeimbang yang diformulasikan untuk kulit yang mengalami breakout dengan menyeimbangkan mikrobiota kulit, sehingga mencegah permasalahan kulit akibat ketidakseimbangan mikrobioma.

Merawat dan memperbaiki skin barrier membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Dengan konsistensi dalam menggunakan produk skincare yang tepat, skin barrier Anda akan berfungsi sebagaimana mestinya. Semoga berhasil! 🤲

Sumber Referensi:

  • https://health.clevelandclinic.org/skin-barrier/
  • The important role of stratum corneum lipids for the cutaneous barrier function, J van Smeden et al. Biochim Biophys Acta. 2014 Mar.
  • https://www.randyjacobsmd.com/dry-skin-and-skin-barrier-education.htm
  • Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils by Tzu-Kai Lin 1,Lily Zhong 2,* andJuan Luis Santiago 3,*
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7859136/



Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *