Home » Eksfoliasi: AHA, BHA, PHA, LHA. Apa Bedanya dan Kapan Menggunakanya?

Eksfoliasi: AHA, BHA, PHA, LHA. Apa Bedanya dan Kapan Menggunakanya?

Eksfoliasi: AHA, BHA, PHA, LHA. Apa Bedanya dan Kapan Menggunakanya?

GoNaturalCare.com – Kita mungkin sudah familiar dengan AHA (Alpha Hydroxy Acid) dan BHA (Beta HydroxyAcid). Namun kini muncul pendatang baru dalam dunia eksfoliasi, yaitu PHA (Poly Hydroxy Acid) dan LHA (Lipo Hydroxy Acid). Dengan semakin banyaknya informasi yang beredar, terkadang justru menimbulkan kebingungan mengenai perbedaan, pemilihan, dan waktu yang tepat untuk menggunakan keempat jenis asam ini.

Eksfoliasi dengan AHA, BHA, PHA, atau LHA

Persamaan

Keempat bahan ini memiliki satu kesamaan mendasar: semuanya adalah agen chemical peeling atau eksfolian yang dirancang untuk merawat kulit kusam, berminyak, berkomedo, dan berjerawat. Cara kerjanya adalah dengan membantu mengikis sel kulit mati dan mengontrol produksi minyak berlebih.

Perbedaan AHA, BHA, PHA, LHA

AHA (Alpha Hydroxy Acid)

AHA adalah bahan yang larut dalam air dan bekerja pada lapisan teratas kulit. Bahan ini dapat disintesis secara kimia atau bersumber dari alam, seperti tebu (sugar cane), buah-buahan (jeruk, anggur, pepaya, tomat, nanas), serta produk susu (yogurt, susu) dan cuka apel. Beberapa jenis AHA yang umum meliputi Glycolic acid, Lactic Acid, Malic acid, Mandelic Acid, dan Tartaric acid.

AHA memiliki kisaran pH antara 2,5 hingga 5,5, dengan pH optimal untuk bekerja efektif berada di rentang 3,5 hingga 4. Artinya, bahan ini bekerja paling baik pada kondisi kulit yang asam.

Manfaat AHA:

  • Membantu mengikis sel kulit mati, sehingga merangsang pergantian sel kulit baru.
  • Bersifat humektan, yaitu mampu menarik kelembapan dari udara dan menahannya di kulit, sehingga menjaga kadar air kulit tetap optimal.
  • Membantu menyeimbangkan pH kulit.
  • Meratakan warna kulit dan mengurangi tampilan kulit kusam.
  • Membantu mengurangi tampilan garis halus dan memperbaiki tekstur kulit yang kasar atau tidak rata.
  • Dapat memicu sintesis kolagen, terutama jika digunakan dalam konsentrasi tinggi dan pH rendah.

Kekurangan AHA

  • Dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif, terutama jika digunakan dalam konsentrasi tinggi dan pH rendah.
  • Menyebabkan peningkatan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari (fotosensitif).

BHA (Beta Hydroxy Acid)

BHA adalah bahan yang larut dalam minyak dan memiliki kemampuan menembus lapisan kulit lebih dalam dibandingkan AHA. Salah satu jenis BHA yang paling dikenal adalah Salicylic Acid, serta turunannya seperti Salicylate, Tropic acid, Betaine salicylate, dan ekstrak dari kulit pohon Dedalu (willow bark extract). BHA tidak terlalu terikat pada kadar pH tertentu dan dapat bekerja efektif pada konsentrasi rendah, bahkan mulai dari 0,5%.

Manfaat BHA

  • Membantu membuka sumbatan pori-pori (unclog pores) dan membersihkannya secara mendalam.
  • Mengontrol produksi minyak berlebih dan membantu mengikis sel kulit mati.
  • Efektif membersihkan komedo, baik whitehead maupun blackhead.
  • Memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat mengurangi kemerahan dan peradangan pada kulit (blemishes).
  • Memiliki sifat antibakteri yang membantu melawan bakteri penyebab jerawat.
  • Umumnya tidak menyebabkan fotosensitivitas.

Kekurangan:

  • Dapat menyebabkan kulit menjadi kering jika digunakan dalam konsentrasi tinggi.
  • Tidak disarankan untuk ibu hamil jika konsentrasinya melebihi 2%.

PHA (Poly Hydroxy Acid)

PHA dapat dianggap sebagai turunan dari AHA, namun dengan struktur molekul yang lebih besar. Sifatnya yang larut dalam air dan ukuran molekulnya yang besar membuat PHA bekerja lebih lembut di permukaan kulit. PHA merupakan alternatif yang lebih ramah bagi kulit sensitif dibandingkan AHA. Beberapa jenis PHA yang umum adalah Glucolactone, Lactobionic acid, dan Maltobionic acid, yang dapat diperoleh dari susu.

Manfaat PHA

  • Sangat cocok digunakan untuk kulit sensitif.
  • Membantu menyeimbangkan pH kulit.
  • Memiliki sifat humektan yang membantu menjaga kelembapan kulit.
  • Membantu mengikis sel kulit mati.
  • Meratakan warna kulit.
  • Memiliki aktivitas antioksidan.
  • Secara umum, manfaatnya mirip dengan AHA namun dengan efek yang lebih lembut, sehingga tidak menyebabkan iritasi.
  • Tidak menyebabkan fotosensitivitas.

Kekurangan

  • Ukuran molekul yang lebih besar mungkin mengurangi daya penetrasinya dibandingkan AHA, sehingga efikasinya mungkin tidak sebaik AHA.
  • Hasilnya mungkin tidak secepat AHA.
  • Belum sepopuler AHA, sehingga produk perawatan kulit lokal yang menggunakan PHA sebagai bahan aktif masih jarang ditemui.

LHA (Lipo Hydroxy Acid)

Jika PHA adalah alternatif AHA yang lebih lembut, maka LHA adalah alternatif BHA yang serupa. LHA bersifat larut dalam minyak (lipofilik) dan mampu menembus kulit. Perbedaannya dengan BHA adalah LHA memiliki sifat lipofilik yang lebih kuat, sehingga penetrasinya ke dalam kulit lebih dalam namun prosesnya lebih lambat. Hal ini membuat LHA lebih lembut dan tidak mudah mengiritasi. Jenis LHA yang umum adalah Capryloyl Salicylic Acid.

Manfaat LHA

  • Sangat cocok digunakan untuk kulit sensitif.
  • Membantu membuka sumbatan pori-pori kulit dan membersihkannya.
  • Membantu mengontrol produksi minyak berlebih.
  • Memiliki sifat anti-inflamasi.
  • Memiliki sifat anti-acne.
  • Secara keseluruhan, manfaatnya mirip dengan BHA namun dengan efek yang lebih lembut dan tidak menyebabkan iritasi.

Kekurangan

  • Hasilnya mungkin tidak secepat menggunakan BHA.
  • Tidak sepopuler BHA, dan produk perawatan kulit lokal yang menggunakan LHA sebagai bahan aktif masih jarang.

Kapan Menggunakan AHA, BHA, PHA, dan LHA?

Meskipun kulit secara alami mengalami pergantian sel, proses ini melambat seiring bertambahnya usia, yang kemudian dapat menyebabkan penumpukan sel kulit mati, membuat kulit tampak kusam dan tidak sehat. Eksfoliasi menjadi penting untuk membantu proses ini, terutama seiring bertambahnya usia.

Siklus Pergantian Sel Kulit

  • Bayi dan anak-anak: 14 hari
  • Remaja: 21-28 hari
  • Usia 20-an hingga 40-an: 28-42 hari
  • Usia di atas 50 tahun: 42-82 hari

Penumpukan sel kulit mati akibat siklus yang melambat dapat menyebabkan kulit menjadi kusam, kasar, dan kurang sehat. Oleh karena itu, rutin melakukan eksfoliasi sangat disarankan, terutama bagi mereka yang usianya tidak lagi muda.

Baca juga : Ingredients Garnier Pure Active Sensitive Anti Acne Serum Cream

Tanda-tanda Kulit Membutuhkan Eksfoliasi:

  • Kulit tampak lebih kusam dari biasanya.
  • Tekstur kulit terasa kasar atau gradakan, serta muncul komedo.
  • Kulit terasa dehidrasi meskipun sudah menggunakan pelembap.
  • Warna kulit mulai terlihat tidak merata.
  • Garis-garis halus tampak lebih kentara.
  • Muncul bruntusan atau jerawat.

Memilih Jenis Eksfolian yang Tepat:

1. Jika kulit Anda kering, kusam, kasar, warnanya tidak merata, atau memiliki hiperpigmentasi/melasma, namun tidak sensitif, gunakan AHA 2-3 kali seminggu. Aplikasikan toner atau serum yang mengandung AHA di malam atau sore hari, dan pastikan menggunakan tabir surya di pagi hari.

2. Untuk kulit kering dan kusam namun sensitif, gunakan AHA dengan konsentrasi rendah (maksimal 5%) 1-2 kali seminggu. Alternatif lain adalah menggunakan PHA 2-3 kali seminggu.

3. Jika kulit Anda berminyak, berjerawat, rentan komedo (comedogenic-prone), memiliki whitehead atau blackhead, gunakan toner atau serum AHA BHA 2-3 kali seminggu. Atau, gunakan day/night cream yang mengandung BHA setiap hari. Produk perawatan dengan BHA sudah efektif pada konsentrasi rendah (0,5%), sementara produk treatment mungkin memerlukan konsentrasi yang lebih tinggi.

4. Untuk kulit berminyak, berjerawat, dan berkomedo, namun sensitif dan tidak cocok dengan BHA, sebaiknya gunakan produk perawatan kulit dengan bahan aktif LHA.

5. Toner yang mengandung kombinasi AHA, BHA, dan PHA dapat digunakan untuk berbagai jenis kulit, termasuk kering, kusam, berminyak, berkomedo, dan berjerawat. Gunakan 2-3 kali seminggu untuk kulit normal dan 1 kali seminggu untuk kulit sensitif.

6. Toner PHA LHA sangat baik untuk kulit sensitif. Gunakan 2-3 kali seminggu.

7. Untuk kenyamanan kulit, hindari penggunaan bersamaan dengan skincare yang mengandung bahan aktif seperti Retinol, Ascorbic Acid (Vitamin C murni), Benzoyl Peroxide, Niacinamide, dan asam lainnya seperti Kojic Acid. Jika produk Anda mengandung salah satu bahan tersebut, gunakan di hari yang berbeda.

Catatan Penting:

Cara penggunaan AHA dan BHA harus sangat diperhatikan, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Hindari penggunaan yang terlalu sering untuk mencegah over-exfoliate, yang dapat menimbulkan masalah seperti iritasi, kemerahan, rasa perih, panas, atau bahkan breakout parah.

Sumber: Informasi dari berbagai sumber internet dan platform video.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *