GoNaturalCare.com – Rutinitas perawatan kulit atau skincare seringkali disalahartikan sebagai tindakan ‘dandan’ yang hanya dilakukan untuk acara tertentu seperti kondangan. Padahal, fungsi utama skincare adalah untuk merawat kesehatan kulit secara berkelanjutan.
Pentingnya melakukan perawatan kulit secara rutin dan konsisten tidak dapat diremehkan. Meskipun tidak menggunakan produk skincare bukan berarti membahayakan kesehatan secara fisik atau menyebabkan penyakit serius, namun dampaknya tetap terasa pada penampilan kulit.
Malas menggunakan skincare dapat berujung pada masalah kulit seperti kulit kusam, munculnya flek hitam, jerawat, hingga tanda-tanda penuaan dini seperti keriput. Tentu saja, hal ini ingin dihindari oleh banyak orang.
Namun, bukan berarti menggunakan produk skincare harus menghabiskan biaya hingga ratusan ribu atau jutaan rupiah. Inti dari skincare adalah merawat kesehatan kulit agar tetap terlihat cantik hingga usia senja, yang merupakan fitrah alami wanita.
Dalam memilih produk skincare, penulis artikel ini selalu selektif, terutama karena tipe kulitnya yang membutuhkan perhatian khusus. Berikut adalah beberapa produk dan bahan yang digunakan dalam rutinitas skincare anti mainstream.
![]() |
| Macem-macem masker wajah alami yang biasa saya pakai. Lucu ya, kayak alien. |
Sepenting Apa Sih Skincare Itu?
Pentingnya skincare sebenarnya bersifat relatif. Tidak menggunakan skincare bukan berarti berbahaya secara fisik atau menyebabkan penyakit jantung. Begitu pula, rajin melakukan perawatan kulit tidak menjamin umur panjang.
Dampak paling terlihat dari malas menggunakan skincare adalah munculnya masalah kulit seperti kulit kusam, flek hitam, jerawat, dan keriput dini. Meskipun demikian, hal ini dapat dihindari.
Namun, bukan berarti harus mengeluarkan biaya besar untuk produk skincare. Inti dari perawatan ini adalah menjaga kesehatan kulit agar tetap terlihat cantik seiring bertambahnya usia, yang merupakan kodrat wanita.
Lalu Skincare-nya Apa Saja?
Penulis selalu berhati-hati dalam memilih produk skincare karena tipe kulitnya yang spesifik.
Mari kita lihat apa saja yang digunakan:
1. Sabun Muka a.k.a Facial Cleanser
Produk pembersih wajah ini adalah langkah pertama yang ‘wajib’ digunakan. Kebersihan kulit merupakan ‘kunci’ agar produk skincare selanjutnya dapat meresap dengan baik dan menjalankan fungsinya.
Baca juga : Pengalaman Membasmi Jerawat dengan Mengkudu!
Dalam rutinitas yang disebut ‘anti mainstream‘, penulis menggunakan Oatmeal sebagai pembersih wajah. Oatmeal memiliki daya bersih yang luar biasa.
Jika menggunakan sabun wajah, penulis lebih memilih produk yang tidak terlalu berbusa, seperti Himalaya Purifying Neem Facial Wash atau Wardah White Secret. Menurut penulis, sabun muka dengan busa melimpah seringkali hanya memberikan ilusi bersih dan kesat, padahal dapat membuat kulit justru semakin kering.
2. Toner
Toner yang digunakan juga tergolong ‘anti mainstream‘, yaitu Cuka Apel. Toner ini berfungsi mengembalikan pH kulit dan efektif membantu mempercepat kempesnya jerawat. Namun, karena dapat menyebabkan fotosensitif, toner cuka apel sebaiknya hanya digunakan pada sore atau malam hari.
Untuk pagi hari, penulis menggunakan toner hasil modifikasi dari Viva Air Mawar yang disesuaikan agar cocok untuk kulitnya yang rewel. Modifikasi ini ternyata juga bisa digunakan sebagai pelembap bibir, membuat bibir terasa smooth sebelum menggunakan lipstik.
3. Sunscreen
Mengapa menggunakan sunscreen itu penting? Seperti yang diungkapkan oleh Dr. Samber Jaber, seorang Dermatolog asal Washington, “It doesn’t matter how much money you spend on oils, or retinol and Vitamin C. If you’re not getting good sun protection, you’re wasting your money.“
Percuma menggunakan berbagai macam produk skincare jika lupa menggunakan sunscreen, karena usahanya akan sia-sia. Penulis selalu mengaplikasikan sunscreen terlebih dahulu sebelum moisturizer.
Meskipun produk two-in-one (pelembap dengan SPF) praktis, penulis pribadi lebih memilih menggunakan pelembap dan sunscreen secara terpisah.
4. Moisturizer
Moisturizer penting untuk melindungi kulit dari kekeringan, yang konon dapat memicu keriput dini. Sebelumnya, penulis menggunakan Olay Natural White, namun kemudian beralih ke produk Wardah setelah mengetahui perusahaan tersebut memberikan donasi untuk korban COVID-19. Kebetulan, produk Wardah juga cocok untuk kulitnya.
5. Sleeping Mask
Sleeping mask digunakan pada malam hari sebelum tidur. Penulis menggunakan Herborist Aloe Vera Gel sebagai sleeping mask. Sebelumnya, penulis rutin menggunakan krim malam, namun produk tersebut justru memicu komedo pada kulitnya yang rentan berkomedo (comedonic-prone).
Berbagai merek krim malam dan serum yang dicoba tidak memberikan hasil yang signifikan dan terkesan membuang-buang uang. Namun, dengan Herborist Aloe Vera Gel, kulit menjadi lembap tanpa memicu komedo, dan juga efektif sebagai lip moisturizer.
Bagi pemilik tipe kulit comedonic-prone seperti penulis, produk ini adalah keberuntungan.
6. Facial Mask
Masker wajah yang digunakan juga tergolong ‘anti mainstream‘ dan hanya dipakai seminggu sekali. Penulis menggunakan campuran Bentonite Clay + ACV (Apple Cider Vinegar). Campuran ini memberikan sensasi tersendiri saat meracik dan menggunakannya.
Sebelumnya, penulis menggunakan Himalaya Purifying Neem Facial Mask yang juga cocok dan bagus. Namun, karena keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru, penulis beralih ke Bentonite Clay + ACV yang merupakan bahan alami tanpa pengawet, parfum, atau alkohol.
Masker ini juga bisa dimodifikasi sesuai ketersediaan bahan, seperti menambahkan madu atau minyak habbatussauda.
Penulis juga gemar bereksperimen dengan berbagai bahan alami dari dapur, kulkas, atau pekarangan sebagai masker wajah, tergantung apa yang tersedia.
7. Face Scrub/Peeling
Face scrub atau peeling hanya digunakan sesekali, terutama jika komedo dirasa menumpuk. Face scrub yang digunakan juga ‘anti mainstream‘ dengan bahan-bahan dari dapur, yaitu campuran oatmeal + jeruk lemon + madu. Oatmeal berfungsi sebagai scrub yang sangat lembut, sehingga komedo dapat terangkat tanpa terasa mengiritasi.
Nah. Pertanyaanya: Apakah dari semua Skincare Routine itu harus dipakai?
Tidak harus. Yang terpenting adalah memenuhi tiga langkah dasar: membersihkan, melembapkan, dan melindungi. Membersihkan dengan sabun muka, melembapkan dengan moisturizer, dan melindungi dengan sunscreen.
Jika ketiga langkah dasar ini sudah terpenuhi, maka rutinitas skincare sudah cukup.
Demikianlah Skincare Routine Anti Mainstream dari penulis. Semoga bermanfaat.
Sumber: Pengalaman Pribadi


Leave a Reply