Home » Review dan Ingredients Sabun Kojie San

Review dan Ingredients Sabun Kojie San

Review dan Ingredients Sabun Kojie San

GoNaturalCare.com – Hai para pencinta perawatan kulit! Kembali lagi bersama kami di skincapedia. Kali ini, kami akan mengupas tuntas mengenai sabun batang berwarna oranye transparan yang cukup populer, yaitu Sabun Kojie San, yang diklaim memiliki manfaat mencerahkan kulit. Sabun ini dapat digunakan untuk seluruh tubuh maupun wajah, dan dengan harga yang terjangkau serta klaim pencerahannya, tentu saja mengundang rasa penasaran banyak orang. Sebelum mencoba, yuk kita bedah terlebih dahulu ingredients dan ulasan lengkapnya.

Mari kita intip daftar komposisinya:

Ingredients

Cocos Nucifera (Coconut) Oil, De-Ionized Water, Sodium Hydroxide, Fragrance, Kojic Acid, Glycerin, Aqua (and) Xanthan Gum (and) Caprylyl Glycol (and) Glucose (and) Chondrus Crispus (Carrageenan) (and) Phenoxyethanol (and) Ethylhexylglycerine, Cocodiethanolamide, Mineral Oil, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil, Cl 15985, Cl 19140, BHT.

Ulasan Pengalaman Menggunakan Sabun Kojie San

Setelah sekian lama penasaran, akhirnya sabun Kojie San ini pun dicoba. Alasan utama adalah adanya bekas jerawat yang membandel akibat kebiasaan buruk memencet jerawat, ditambah lagi kulit yang rentan terhadap Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) atau bekas jerawat yang menghitam dan sulit hilang.

Meskipun memiliki tipe kulit yang tipis dan cenderung kering, keputusan nekat pun diambil untuk menggunakan sabun Kojie San pada wajah. Kesan pertama saat pemakaian terasa sedikit perih, terutama di area lipatan hidung. Namun, rasa perih ini tidak sampai membuat kulit menjadi kering, karena segera diikuti dengan penggunaan hydrating toner atau moisturizer setelah mencuci muka. Hingga pemakaian sebulan, tidak ada reaksi negatif yang berarti, meskipun sensasi “clekit-clekit” sesekali masih terasa. Memang, terkadang saya suka nekat dalam hal perawatan kulit. Hehe.

Review Sabun Kojie San

Sabun ini terbilang sangat irit, karena hanya dipotong sekitar satu sentimeter untuk digunakan. Namun, perlu diperhatikan bahwa sabun ini cenderung agak lembek jika sering terkena air. Keunggulan lainnya adalah busanya yang sangat melimpah.

Untuk awal pemakaian, frekuensi yang digunakan adalah dua hari sekali, dengan satu kali pemakaian di malam hari selama seminggu. Pada minggu berikutnya, frekuensi ditingkatkan menjadi satu kali sehari. Di minggu selanjutnya lagi, pemakaian ditingkatkan menjadi dua kali sehari, yaitu pagi dan malam sebelum tidur. Jika digunakan di pagi hari, rutinitas dilanjutkan dengan hydrating toner, sunscreen, dan day cream. Sementara itu, di malam hari, setelah mencuci muka, dilanjutkan dengan hydrating toner, serum, aloe vera gel, dan sleeping mask.

Hasilnya cukup memuaskan! Bekas PIH yang membandel berhasil tersamarkan, dan kulit terasa sedikit lebih cerah. Meskipun lupa mengambil foto sebelum pemakaian, namun perubahan positif ini cukup terasa. Bonus lainnya, jerawat PMS yang biasanya meradang dan terasa nyeri, justru “cancel” atau tidak jadi meradang, langsung kempes, dan bekasnya pun cepat memudar.

Penting untuk diingat bahwa reaksi setiap orang terhadap suatu produk bisa berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum mencoba, sangat disarankan untuk meneliti terlebih dahulu daftar bahan-bahannya, mengidentifikasi masalah dan kondisi kulit Anda, serta seberapa kuat toleransi kulit Anda terhadap bahan-bahan tertentu.

Pembahasan Mendalam Mengenai Ingredients Sabun Kojie San

1. Kojic Acid

Kojic acid merupakan produk sampingan dari proses fermentasi sake (minuman beralkohol Jepang) yang menggunakan jamur Aspergillus oryzae. Bahan ini sangat populer di Jepang sebagai bahan aktif pencerah kulit yang efektif. Penelitian menunjukkan bahwa kojic acid bahkan lebih efektif daripada arbutin dalam mengatasi melasma dan hiperpigmentasi.

Cara Kerjanya: Kojic acid bekerja dengan menghambat enzim tyrosine yang berperan dalam produksi melanin (pigmen gelap). Selain itu, bahan ini juga menstimulasi pergantian sel kulit. Dalam produk perawatan kulit, kojic acid tidak hanya mencegah pembentukan pigmen, tetapi juga dapat membantu mengikis pigmen yang sudah terbentuk.

Kabar Buruknya: Kojic acid tergolong asam yang cukup keras. Konsentrasi maksimum yang diperbolehkan dalam produk skincare hanya 1-2%. Bahan ini tidak stabil dan sulit diformulasikan karena mudah teroksidasi, terutama jika terpapar panas dan sinar matahari langsung. Untuk mengatasi hal ini, kojic acid sering dikombinasikan dengan Vitamin E (tocopherol) atau BHT untuk mengurangi oksidasi.

Data sensitisasi manusia yang tersedia mendukung keamanan kojic acid pada konsentrasi penggunaan 2% dalam kosmetik yang ditinggalkan di kulit.

Sifat kojic acid sangat mirip dengan Vitamin C murni (asam askorbat): sama-sama efektif sebagai pencerah, antioksidan kuat, “keras” dan memiliki pH rendah, serta tidak stabil dan sulit diformulasikan. Sifat asam inilah yang seringkali menimbulkan efek samping pada kulit, seperti rasa perih (tingling sensation), kering, mengelupas, dan photosensitivity. Jika kulit tidak kuat, efek samping ini bisa berujung pada iritasi, kulit terbakar, bahkan breakout.

Cara mengatasi efek samping ini adalah dengan mengaplikasikan produk secara bertahap agar kulit tidak kaget, hingga akhirnya terbiasa.

Bagaimana dengan Sabun Kojie San? Pada awal pemakaian, rasa perih dan “clekit-clekit” adalah hal yang wajar karena efek kojic acid. Disarankan untuk menggunakan sabun ini cukup sehari sekali, atau diselingi, misalnya dipakai hari ini dan besok tidak. Jika rasa perih berkurang, frekuensi pemakaian bisa ditingkatkan, maksimal dua kali sehari. Namun, jika setelah mencuci muka sesuai protokol dan rasa perih masih terasa, sebaiknya hentikan pemakaian karena kulit Anda mungkin tidak cocok dengan asam.

➡️Penting: Setelah mencuci muka dengan sabun Kojie San, wajib menggunakan pelembap. Jika digunakan di pagi hari, WAJIB menggunakan sunscreen untuk melindungi kulit dari photosensitivity dan terbakar sinar matahari. ✔️

2. De-Ionized Water
Air yang telah dimurnikan dari mineral ini penting karena ion dalam air biasa dikhawatirkan dapat bereaksi dengan kojic acid, mempercepat proses oksidasinya. Penggunaan de-ionized water diharapkan dapat menjaga stabilitas kojic acid dalam waktu yang lebih lama.

3. Cocos Nucifera Oil (Minyak Kelapa) + Sodium Hydroxide (Soda Api)
Busa yang dihasilkan Sabun Kojie San bukan berasal dari deterjen atau SLS, melainkan dari reaksi saponifikasi antara soda api dan minyak kelapa. Reaksi ini menghasilkan sabun padat dan juga berperan dalam pembentukan sabun transparan. Meskipun soda api termasuk bahan kimia keras, sifat kerasnya hilang setelah mengalami saponifikasi dan didiamkan selama dua minggu. Sabun hasil saponifikasi dinilai lebih lembut dibandingkan busa deterjen.

4. Chondrus Crispus (Carrageenan)
Dikenal juga sebagai alga merah atau karagenan, bahan ini berfungsi sebagai pengental dan agen penstabil. Alga merah kaya akan nutrisi bagi kulit, termasuk beta-karoten, antioksidan zeaxanthin, dan lutein yang melindungi kulit dari efek buruk blue-light dan polutan. Selain itu, polisakarida alami, peptida, dan asam amino dalam alga merah membantu menjaga hidrasi kulit.

5. Xanthan Gum
Merupakan zat aditif yang diperoleh dari polisakarida hasil fermentasi bakteri Xanthomonas campestris. Berfungsi sebagai agen pengental dan dinyatakan aman serta ramah lingkungan karena berasal dari bahan alami.

6. Glucose
Gula yang ditambahkan dalam pembuatan sabun ini berperan dalam menciptakan transparansi sabun dan membantu pembentukan kristal pada sabun.

7. Glycerin dan Caprylyl Glycol
Kedua bahan ini berfungsi sebagai agen emollient dan humectant atau pelembap.

8. Cocodiethanolamide
Dikenal juga sebagai Cocoamide-DEA, ini adalah surfaktan dan agen foaming booster yang berfungsi menstabilkan busa.

9. Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Oil
Mengandung senyawa antibakteri yang baik untuk mengatasi jerawat. Namun, bagi kulit sensitif, tea tree oil dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi.

10. Preservatives
Sabun Kojie San mengandung tiga pengawet:

  • Phenoxyethanol: Mencegah perkembangbiakan bakteri dan jamur.
  • Ethylhexylglycerin: Berfungsi sebagai preservative booster dan sering dikombinasikan dengan phenoxyethanol.
  • BHT: Pengawet antioksidan yang berfungsi mencegah oksidasi ingredients aktif seperti kojic acid.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan di atas, Sabun Kojie San memang berpotensi untuk mencerahkan kulit. ✔️

❗Namun, kekurangan sabun ini adalah dapat menimbulkan sensasi kering pada wajah. Tidak disarankan bagi kulit sensitif dan yang memiliki riwayat alergi. Terlebih lagi jika kulit Anda menderita eksim atau dermatitis atopik, penggunaan sabun ini justru bisa memperparah kondisi.

✔️Sebaliknya, sabun ini akan lebih cocok untuk kulit berminyak dan berjerawat yang tidak sensitif. Kunci utamanya adalah cara pemakaian yang tepat, terutama jika digunakan pada wajah.

Sabun Kojie San memiliki banyak penggemar. Berdasarkan ulasan di Female Daily, ratingnya cukup tinggi, yaitu 4 dari 5 bintang, dengan sekitar 80% dari dua ribu pengguna merasa cocok. Harganya pun sangat terjangkau; di pasaran, varian 10 gram bisa ditemukan dengan harga sekitar Rp19.000.

Rata-rata pengulas di Female Daily menyatakan bahwa rasa perih dan “clekit-clekit” di awal pemakaian adalah hal yang umum terjadi, namun seiring waktu, kulit dapat beradaptasi. ✔️

Satu tips tambahan: karena sabun ini terbuat dari minyak dan cenderung lembek jika sering terkena air, sebaiknya potong sabun menjadi beberapa bagian kecil. Gunakan satu bagian kecil, dan simpan sisanya. Cara ini tidak hanya lebih hemat, tetapi juga lebih higienis. 👍

Terima kasih telah berkunjung! 🙏🙏🙏

✔️ Beli produk ORI di Official store

Sumber:

Baca juga : Mengulas Ingredients Cetaphil

➡️Final report of the safety assessment of Kojic acid as used in cosmetics

Christina L Burnett et al. Int J Toxicol. .

➡️https://greatist.com/health/kojic-acid#risks-and-side-effects

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *