GoNaturalCare.com – Whitelab, sebuah merek lokal yang baru diluncurkan pada Maret 2020, telah berhasil menarik perhatian banyak penggemar dengan salah satu produk unggulannya, Whitelab Brightening Face Serum 10% Niacinamide + Collagen. Meskipun usianya baru setahun, serum ini telah meraih rating 4,3 bintang di forum FD dari 782 pengguna, dengan 88% di antaranya merekomendasikannya. Ditambah lagi, harga yang cukup terjangkau, yakni Rp75.000 untuk kemasan 20ml, semakin menambah daya tariknya.
|
|
| Whitelab Brightening Face Serum Niacinamide 10% + collagen. Source: Carousell |
Serum Whitelab ini diklaim memiliki berbagai manfaat, mulai dari mencerahkan wajah, menghilangkan noda hitam (dark spot), merawat kulit berjerawat, mengurangi peradangan, mengecilkan pori-pori, hingga membuat kulit menjadi lebih halus dan lembap. Sebelum terburu-buru memutuskan untuk membelinya, mari kita telusuri lebih dalam kandungan bahan-bahannya.
Penjelasan Ingredients Whitelab Niacinamide Serum
Ingredients:
Aqua, niacinamide, propylene glycol, glycerine, phenoxyethanol, acrylates steareth 20 methacrylate copolymer, peg-7 glyceryl cocoatez triethanolamine, sodium hyaluronate, licorice glycyrrhiza glabra extract, peg-40 hydrogenated castor oil, alantoin, collagen, tetrasodium edta, parfum
5 Bahan Aktif Unggulan
Baca juga : Mengintip Ingredients Biore UV Aqua Rich Watery Essence
Niacinamide: Bahan superstar ini menawarkan segudang manfaat untuk kulit. Niacinamide berperan penting dalam meningkatkan imunitas kulit dengan membantu pembentukan keratin, protein yang menjaga kekencangan dan kesehatan kulit. Selain itu, ia juga memicu sintesis lipid barrier (ceramide) untuk menjaga kesehatan dan kekuatan skin barrier, serta mengurangi kemerahan pada kulit sensitif atau berjerawat. Regulasi produksi sebum, minimalisasi ukuran pori, dan kemampuannya memudarkan noda hitam dalam empat minggu pemakaian dengan konsentrasi 5% telah terbukti secara ilmiah. Niacinamide juga melindungi kulit dari stres oksidatif, membantu merawat kulit berjerawat, mencerahkan kulit, dan memiliki efek anti-aging.
Sodium Hyaluronate: Sebagai bahan yang identik dengan kulit (skin-identical), sodium hyaluronate memiliki kemampuan mengikat air hingga 1000 kali lipat. Ini menjaganya kulit tetap terhidrasi dengan baik dengan meningkatkan kadar air di lapisan kulit.
Licorice Glycyrrhiza Glabra Extract: Ekstrak akar manis ini populer sebagai pencerah kulit yang aman. Komponen utamanya, glabridin, berfungsi sebagai agen pencerah kulit (skin-lightening agent), sementara glycyrrhizin berperan sebagai agen anti-inflamasi.
Allantoin: Senyawa ini berkhasiat menenangkan kulit yang kemerahan, sensitif, dan berjerawat. Allantoin membantu meminimalisir efek iritasi yang mungkin ditimbulkan oleh bahan lain dan juga mendukung proses pemulihan luka.
Collagen: Kolagen adalah komponen penting yang menjaga kekencangan, kekenyalan, dan elastisitas kulit. Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen alami dalam tubuh menurun. Oleh karena itu, kolagen sering ditambahkan sebagai bahan aktif dalam produk perawatan kulit dengan harapan dapat mengembalikan kekencangan kulit.
10 Bahan Pelengkap yang Mendukung
- Aqua: Pelarut utama dalam formulasi.
- Propylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, dan peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), serta sebagai humektan.
- Glycerine: Pelarut, bahan identik kulit (skin-identical ingredient), dan humektan yang membantu menarik kelembapan.
- Phenoxyethanol: Pengawet yang digunakan dengan konsentrasi maksimum 2% untuk menjaga stabilitas produk.
- Acrylates Steareth 20 Methacrylate Copolymer: Berfungsi untuk menambah kekentalan formula serum.
- PEG-7 Glyceryl Cocoate: Agen pengemulsi yang membantu menyatukan bahan larut minyak dalam formula berbasis air.
- Triethanolamine: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) dan bersifat basa.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Agen pengemulsi yang sering digunakan untuk melarutkan parfum dalam formula berbasis air.
- Tetrasodium EDTA: Berfungsi untuk mengikat ion logam yang berasal dari air, sehingga menonaktifkan pengaruh negatifnya.
- Parfum: Memberikan aroma pada produk.
Kesimpulan
Poin Pertama: Konsentrasi Niacinamide dalam serum ini mencapai 10%, yang tergolong tinggi. Ini berarti dalam setiap 20ml serum, terdapat 2ml Niacinamide. Meskipun ada produk lain dengan konsentrasi yang lebih tinggi, penting untuk diingat bahwa efektivitas bahan aktif harus disesuaikan dengan kebutuhan kulit masing-masing. Bagi pemula yang baru menggunakan serum Niacinamide, disarankan untuk memulai dengan konsentrasi 5%, yang dianggap sebagai dosis optimal tanpa efek samping. Jika kulit tidak menunjukkan respons yang signifikan, barulah beralih ke konsentrasi yang lebih tinggi. Perlu diperhatikan bahwa Niacinamide dengan konsentrasi tinggi berpotensi menimbulkan efek samping, terutama bagi pemilik kulit sensitif atau alergi.
Poin Kedua: Mengenai kolagen dalam produk perawatan kulit, para ahli menyatakan bahwa “Collagen-in-a jar has nothing to do with wrinkles, but everything to do with skin-hydration.” Artinya, harapan kolagen dalam skincare dapat mengencangkan kulit dan mengembalikan keremajaan adalah sebuah mitos. Kolagen dalam skincare tidak akan memperbaiki atau menambah jumlah kolagen alami kulit yang berkurang seiring usia. Fungsinya lebih kepada menjaga hidrasi kulit.
Molekul kolagen memiliki kemampuan mengikat air seperti sodium hyaluronate. Ia dapat membentuk lapisan kaya air pada permukaan kulit (epidermis), memberikan hidrasi yang sangat baik, dan efektif mengurangi penguapan kadar air dari kulit (trans-epidermal water loss/TEWL). Untuk efek anti-aging yang sesungguhnya, disarankan untuk mengandalkan bahan seperti Vitamin C atau Retinol, yang dapat memicu sel kulit untuk memproduksi kolagennya sendiri.
❗Tidak aman untuk fungal acne.
✔️Bebas alkohol.


Leave a Reply