Home » Cek Ingredients True To Skin Bakuchiol Anti Aging Serum

Cek Ingredients True To Skin Bakuchiol Anti Aging Serum

Cek Ingredients True To Skin Bakuchiol Anti Aging Serum

GoNaturalCare.com – True to Skin Bakuchiol Anti-aging Serum adalah produk perawatan kulit yang diformulasikan untuk membantu meningkatkan produksi kolagen dan regenerasi sel kulit. Serum ini diklaim dapat menghaluskan, mencerahkan, serta menyamarkan garis halus dan kerutan pada wajah. Selain itu, produk ini juga diklaim mampu memudarkan bintik hitam, membantu penyembuhan jerawat, serta berfungsi sebagai antioksidan, anti-inflamasi, dan antibakteri.

Cara penggunaan serum ini cukup sederhana. Setelah mengaplikasikan toner, ambil 2-3 tetes serum dan oleskan pada wajah. Tepuk-tepuk lembut hingga serum terserap sempurna, kemudian lanjutkan dengan rutinitas perawatan kulit berikutnya.

True to Skin Bakuchiol Anti Aging Serum. Foto by debbiefatmawati FD Member

Penjelasan Ingredients True to Skin Bakuchiol Anti Aging Serum

Daftar Lengkap Bahan:

Aqua, methyl propanediol, butylene Glycol, ppg-13-decyltetradeceth-24, peg/PPG/polybutylene Glycol-8/5/3 glyserine, Lactobionic acid, polysorbate 20, bakuchiol, triethanolamine, phenoxyethanol, alantoin, xanthan gum, disodium Edta, phaseolus radiatus seed extract, canavalia gladiata seed extract, glycine soja seed extract, lens esculenta (Lentil) seed extract, ceratinia siliqua seed extract, pueraria lobata root extract, lactobacillus ferment lysate filtrate, glyserine, 1,2 Hexanediol, daucus carota extract.

Bahan Aktif Utama

Lactobionic acid

Merupakan salah satu jenis Polyhydroxy Acid (PHA), yang dikenal sebagai versi lebih lembut dari Alpha Hydroxy Acid (AHA). Lactobionic acid memiliki ukuran molekul yang lebih besar dibandingkan glycolic acid, sehingga memberikan efek eksfoliasi yang lembut tanpa menyebabkan iritasi atau fotosensitivitas. Selain itu, bahan ini juga berfungsi sebagai humektan yang menjaga kelembapan kulit dan menstabilkan pH kulit. Lactobionic acid juga memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi.

Bakuchiol

Bahan aktif ini semakin populer dalam industri kosmetik dan dianggap sebagai alternatif retinol yang efektif tanpa menimbulkan efek samping yang biasa dikaitkan dengan retinol. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan 0,5% bakuchiol dua kali sehari dapat memberikan hasil yang setara dengan 0,5% retinol yang digunakan sekali sehari. Bakuchiol juga memiliki kemampuan untuk mengatur sebum, serta bersifat anti-inflamasi dan antibakteri.

Allantoin

Senyawa alami ini memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit (skin soothing). Allantoin juga berperan dalam membantu proses pemulihan luka pada kulit.

Phaseolus Radiatus Seed Extract (Ekstrak Kacang Hijau)

Kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan seperti tannins, sterols, dan flavonoid. Ekstrak ini tidak hanya menutrisi kulit tetapi juga melindunginya dari efek buruk radikal bebas. Bahan ini memiliki sifat anti-inflamasi yang kuat dan menenangkan kulit.

Canavalia Gladiata Seed Extract (Ekstrak Sword Bean)

Berdasarkan penelitian dari Chonnam National University, Gwangju, Korea, ekstrak dari kacang polong ini menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Selain itu, bahan ini juga diklaim memiliki efek mencerahkan kulit (skin whitening) dengan menghambat enzim tyrosinase dan memiliki sifat antibakteri.

Glycine Soja Seed Extract (Ekstrak Kedelai)

Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kedelai memiliki berbagai manfaat kecantikan, termasuk sifat anti-inflamasi, stimulasi produksi kolagen, potensi antioksidan untuk menetralisir radikal bebas, dan efek mencerahkan kulit (skin lightening) yang dapat mencegah pigmentasi akibat paparan sinar UV.

Lens Esculenta (Lentil) Seed Extract (Ekstrak Lentil)

Dengan nama dagang p-Refinyl®, bahan aktif alami ini kaya akan oligosaccharides yang efektif mengatasi masalah pori-pori besar. Selain itu, ekstrak lentil juga bermanfaat untuk melembutkan kulit (skin softening), melembapkan (skin moisturizing), dan sebagai antioksidan.

Baca juga : Rekomendasi Serum Anti Aging di bawah 200 ribu

Keterangan: Subjek yang menjalani treatment dengan 3% ekstrak lentil menunjukkan hasil yang signifikan setelah 28 hari.

Ceratinia Siliqua Seed Extract (Ekstrak Biji Carob)

Mengandung komponen seperti leucodelphinidin, gallic acid, dan flavonoid, serta vitamin dan mineral yang baik untuk menutrisi dan melindungi kulit. Menurut penelitian, ekstrak biji carob mampu menstimulasi pembentukan protein struktural, sehingga bermanfaat untuk memperbaiki jaringan kulit dan memiliki efek anti-aging.

Pueraria Lobata Root Extract (Ekstrak Akar Kudzu)

Dikenal dengan sifat penyembuhan (healing) dan antimikrobanya. Akar kudzu juga memiliki properti anti-inflamasi yang kuat, menenangkan kulit (skin soothing), dan melembapkan (skin moisturizing). Kandungan antioksidan tinggi seperti isoflavone, quercetin, genistein, dan puerarin di dalamnya baik untuk melawan tanda-tanda penuaan dini.

Lactobacillus Ferment Lysate

Probiotik yang diperoleh dari fermentasi bakteri lactobacillus. Bahan ini membantu memperbaiki jaringan kulit dengan menstimulasi regenerasi sel dan pembentukan kolagen. Memiliki sifat anti-inflamasi, menenangkan kulit, dan melembapkan.

Daucus Carota Extract (Ekstrak Wortel)

Mengandung Beta-carotene, Vitamin A, E, mineral, dan antioksidan yang menutrisi sekaligus melindungi kulit dari efek buruk radikal bebas. Ekstrak wortel juga membantu menstimulasi regenerasi sel kulit.

Bahan Pelengkap

  • Aqua
  • Methyl Propanediol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan. Merupakan alternatif alami dari propilen glikol.
  • Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • PPG-13-Decyltetradeceth-24: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • PEG/PPG/Polybutylene Glycol-8/5/3 Glycerine: Berbahan dasar gliserin dan berfungsi sinergis dengan gliserin untuk memberikan hidrasi yang sangat baik pada kulit (superb hydration). Memberikan tekstur yang halus, tidak lengket, dan tidak berminyak (cosmetically elegant, non-greasy, non-tacky feel). Juga berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Polysorbate 20: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Triethanolamine: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) dan bersifat basa.
  • Phenoxyethanol: Berfungsi sebagai pengawet.
  • Xanthan Gum: Pengental formula (synthetic thickener).
  • Disodium EDTA: Agen pengkelat (chelating agent) yang menetralkan ion logam dalam air, mencegahnya mengganggu kestabilan formula.
  • Glycerine: Berfungsi sebagai pelarut, identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
  • 1,2 Hexanediol: Berfungsi sebagai pelarut, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster).

Kesimpulan

Dibandingkan dengan serum Bakuchiol lainnya, True to Skin Bakuchiol Anti-aging Serum dinilai unggul karena dilengkapi dengan berbagai ekstrak kacang-kacangan dan tumbuhan lain yang hampir semuanya memiliki properti anti-aging. Ditambah lagi dengan adanya lactobionic acid dan probiotik yang mendukung kemampuan anti-aging serum ini. Konsentrasi bakuchiol pada produk ini juga patut diapresiasi, meskipun tidak tertera jelas di kemasan.

Produk ini memiliki formula oil-free dan non-comedogenic, tanpa alkohol, tanpa pewangi (fragrance), dan tanpa paraben. Cocok untuk semua jenis kulit, termasuk aman untuk ibu hamil dan menyusui. Serum ini juga direkomendasikan untuk kulit remaja sebagai langkah pencegahan penuaan dini agar kulit tetap bercahaya di usia dewasa. Dapat digunakan pagi dan malam tanpa khawatir efek samping fotosensitif, serta kompatibel dikombinasikan dengan produk perawatan kulit lainnya.

Namun, perlu diperhatikan bahwa produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung polysorbate-20.

Berdasarkan ulasan di Female Daily, banyak pengguna yang cocok dan menganggap serum True to Skin Bakuchiol ini sebagai serum lokal yang sangat baik, bahkan efektif untuk mengatasi jerawat.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *