Home » Cek Ingredients Feelxo How Was It Black Snail

Cek Ingredients Feelxo How Was It Black Snail

Cek Ingredients Feelxo How Was It Black Snail

GoNaturalCare.com – Feelxo How Was It Black Snail Serum hadir dengan konsentrasi tinggi 930.000 ppm black snail, yang diklaim mampu melindungi kulit dari berbagai iritasi eksternal. Kehadiran komponen 4GF (Epidermal Growth Factor) dalam formulanya dipercaya dapat memperkuat pertahanan alami kulit, membuatnya lebih kencang, lembap, dan cerah. Teksturnya yang ringan, tidak kental, dan segar diklaim cepat menyerap ke dalam kulit.

Feelxo How Was It Blacksnail Serum. Sumber: Lazada

Penjelasan Bahan (Ingredients) Feelxo Black Snail Serum

Daftar Bahan:

Snail Secretion Filtrate (930.000ppm), butylene Glycol, niacinamide 2%, 1,2 hexanediol, carbomer, betaine, trehalose, sodium hyaluronate, hydrolyzed hyaluronic acid, hydroxyethyl cellulose, sodium polyacrylate, SH-oligopeptide-1 (8ppb), SH-oligopeptide-2 (8ppb), SH-polypeptide-1 (8ppb), SH-polypeptide-22 (8ppb), arginine, adenosine, Aloe barbadensis lead extracts, dipotassium glycyrrhizate, symphytum officinale leaf extracts, chamomila recutita (matricaria) extracts, Achillea millefolium extracts, rhus semilata extracts, terminalia chebula fruit extracts, disodium edta

Bahan Aktif Unggulan

Snail Secretion Filtrate.

  • Komponen lendir siput hitam (black snail) merupakan campuran kompleks yang kaya akan proteoglycans, glycosaminoglycans, glycoproteine enzym, hyaluronic acid, copper peptide, dan peptida antimikroba. Kandungan mineral seperti copper, zinc, dan zat besi turut berkontribusi dalam memberikan properti perbaikan (repair) dan hidrasi pada kulit.
  • Penelitian pada tahun 2007 menunjukkan bahwa lendir siput mengandung enzim antioksidan seperti superoxide dismutase dan glutathione s-transferase yang dapat memicu pembelahan sel fibroblast, sehingga mempercepat proses penyembuhan luka.
  • Senyawa ini juga terbukti mampu menurunkan produksi enzim matrix metalloproteinase (MMP), enzim yang dapat merusak jaringan kolagen. Kemampuan ini menjadikannya berpotensi sebagai agen anti-penuaan (anti-aging).
  • Sebuah studi pada tahun 2013 yang dipublikasikan dalam Journal of Drugs in Dermatology mengamati efek snail mucin terhadap kulit yang menua akibat paparan sinar UV (photoaged-skin) pada 25 partisipan selama 14 minggu. Hasilnya menunjukkan pengurangan signifikan pada garis-garis halus.

Niacinamide 2%.

Menurut Paula’s Choice, konsentrasi niacinamide sebesar 2% sudah cukup efektif dalam mengurangi kemerahan pada kulit (red blemish), menjadikannya pilihan yang baik untuk kulit yang rentan berjerawat (acne-prone). Incidekoder menambahkan bahwa 2% niacinamide dapat meningkatkan sintesis lipid penting seperti ceramide, asam lemak esensial, dan kolesterol di kulit, yang sangat bermanfaat untuk memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier). Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan 2-5% niacinamide selama 8 minggu efektif dalam mengurangi hiperpigmentasi dan meratakan warna kulit.

Sodium Hyaluronate.

Merupakan bentuk garam dari hyaluronic acid. Bentuk ini lebih mudah diformulasikan dan memiliki ukuran molekul yang lebih kecil dibandingkan hyaluronic acid, sehingga memungkinkannya untuk berpenetrasi lebih baik ke dalam kulit.

Hydrolyzed Hyaluronic Acid.

Hyaluronic acid yang molekulnya telah dipecah menjadi ukuran yang lebih kecil. Hal ini memungkinkan penetrasi yang lebih dalam ke dalam lapisan kulit, memberikan hidrasi yang maksimal.

Mengandung 4 EGF (Epidermal Growth Factor)

  • SH-oligopeptide-1
  • SH-oligopeptide-2
  • SH-polypeptide-1
  • SH-polypeptide-22

Masing-masing EGF hadir dengan konsentrasi 8 ppb (part per billion), yang setara dengan 0,0000008% jika dikonversikan ke dalam persentase. Perlu dicatat bahwa pada kemasan produk tertulis 4 EGF 0,1%, yang mungkin berbeda dari informasi dari sumber seperti Incidecoder.

EGF, yang terdiri dari 53-70 rantai asam amino, sangat efektif dalam perawatan anti-penuaan dan mempercepat pemulihan luka. Kemampuannya memicu pembelahan sel (proliferation) dan merekonstruksi jaringan kolagen membantu memperbaiki dan memperbaharui sel-sel kulit.

Arginine.

Asam amino semi-esensial ini merupakan bahan yang identik dengan kulit (skin identical ingredients) dan secara alami ditemukan dalam berbagai sumber seperti biji labu, daging, dan susu. Arginine memiliki tiga manfaat utama: sebagai antioksidan kuat, humektan, dan peningkat produksi kolagen (collagen booster). Jika dikombinasikan dengan AHA, arginine dapat menciptakan efek pelepasan bertahap (time release), sehingga meminimalkan potensi iritasi.

Adenosine.

Dikenal sebagai bahan berkomunikasi antar sel (cell-communicator ingredients), adenosine membantu proses pemulihan luka dan merupakan agen anti-inflamasi yang baik. Ia mengirimkan sinyal kepada sel kulit untuk memproduksi kolagen, serta membantu memperbaiki dan melindungi skin barrier.

Aloe Barbadensis Leaf Extracts.

Ekstrak lidah buaya ini memiliki manfaat menghidrasi, menenangkan, menutrisi, dan melindungi kulit. Selain itu, ia juga membantu dalam proses pemulihan luka.

Dipotassium Glycyrrhizate.

Senyawa turunan dari tanaman licorice ini memiliki sifat menenangkan kulit (skin soothing) dan anti-inflamasi.

Symphytum Officinale Leaf Extracts.

Ekstrak daun Comfrey atau Knit Bone mengandung allantoin sebagai senyawa utama, yang memiliki khasiat menenangkan kulit, anti-inflamasi, dan mempercepat pemulihan luka.

Chamomila Recutita (Matricaria) Extracts.

Ekstrak bunga Chamomile mengandung bisabolol, yang dikenal memiliki efek menenangkan kulit dan anti-inflamasi.

Achillea Millefolium Extracts.

Ekstrak Yarrow, tanaman herbal tradisional, memiliki sifat antioksidan, regenerasi kulit (skin-regenerative), menenangkan (soothing), penyembuhan luka (healing) dengan sifat antibakteri, serta menutrisi dan mengembalikan vitalitas kulit.

Baca juga : Cek Ingredients ElsheSkin Sebum Reducer Serum

Rhus Semilata Extracts.

Ekstrak Obeza mengandung komponen aktif Gallotannins yang memiliki khasiat antioksidan, anti-inflamasi, dan antimikroba.

Terminalia Chebula Fruit Extracts.

Ekstrak Chebula merupakan herbal dari Ayurveda yang memiliki efek anti-penuaan. Kaya akan antioksidan fenolik, asam galat, dan asam elagat, kekuatannya diklaim lebih unggul dibandingkan Vitamin C dan Vitamin E.

Bahan Pelengkap

  • Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • 1,2 Hexanediol: Berperan sebagai pelarut, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet.
  • Carbomer: Pengental sintetis.
  • Betaine: Hidrator kulit yang berasal dari gula bit. Membantu menyeimbangkan kadar air di dalam sel kulit.
  • Trehalose: Jenis gula yang memiliki kemampuan mengikat air (water-binding), menjaga kulit tetap terhidrasi.
  • Hydroxyethyl Cellulose: Pengental alami yang berfungsi menambah kekentalan formula.
  • Sodium Polyacrylate: Pengental sintetis yang digunakan untuk menambah kekentalan formula.
  • Disodium EDTA: Agen pengkelat (chelating agent) yang berfungsi menetralkan ion logam agar tidak bereaksi dengan formula.

Kesimpulan

✔️ Produk ini, sesuai ciri khas Feelxo, tidak menggunakan air (non-aqueous formula), sehingga memaksimalkan efektivitas bahan aktif dan mengurangi kebutuhan akan pengawet.

✔️ Mengandung total 17 bahan aktif, dengan konsentrasi Black Snail mencapai 93%, Niacinamide 2%, EGF, dan bahan-bahan unggulan lainnya.

✔️ Feelxo How Was It Black Snail Serum sangat direkomendasikan untuk memperbaiki kondisi kulit yang dehidrasi, kering, kasar, mengelupas (flaky), atau pecah-pecah. Produk ini juga efektif dalam merawat dan memperbaiki skin barrier serta memberikan manfaat anti-penuaan.

✔️ Bebas alkohol, bebas pewangi (fragrance), bebas pengawet (preservatives), bebas minyak (oil-free), non-comedogenic, dan aman untuk fungal acne.

✔️ Ideal untuk semua jenis kulit, termasuk kulit yang iritasi dan sensitif.

❗Perhatian: Produk ini mengandung EGF (Epidermal Growth Factor), sebuah bahan yang terkadang menimbulkan kontroversi.

Kontra EGF: Kekhawatiran bahwa EGF dapat memicu dan membantu penyebaran sel abnormal atau kanker.

Pro EGF: Para dermatolog umumnya sepakat bahwa EGF tidak bersifat mutagenik atau karsinogenik. Ia bersifat mitogenik, artinya hanya memicu pertumbuhan dan pembelahan sel kulit baru. EGF tidak akan menyebabkan kanker pada sel kulit yang sehat dan normal. Anda dapat memeriksa referensi lebih lanjut mengenai hal ini.

Namun, bagi individu yang memiliki sel melanoma (kanker kulit) atau memiliki banyak kutil/tahi lalat di wajah, disarankan untuk mempertimbangkan kembali penggunaannya. Ada kekhawatiran EGF dapat membantu penyebaran atau pertumbuhan sel yang tidak normal tersebut karena EGF tidak dapat membedakan antara sel sehat dan sel kanker.

Semoga para pembaca selalu dalam keadaan sehat, sehingga dapat mencoba produk ini dengan bebas. Amin.

Menurut informasi yang beredar di Google, penggunaan EGF dibatasi hingga 0,001% atau bahkan lebih rendah. Wallahualam.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *