GoNaturalCare.com – Emina kembali menghadirkan inovasi terbaru dalam lini produk perawatan kulitnya dengan meluncurkan EMINA Sun Battle SPF 50 PA++++ Cica Acne Fighter Sunscreen. Tabir surya ini dirancang secara spesifik untuk individu dengan kulit rentan berjerawat (acne prone), menawarkan tekstur yang ringan dan mudah meresap untuk memberikan perlindungan optimal terhadap paparan sinar matahari dan sinar UV.
Produk ini diperkaya dengan kombinasi bahan-bahan unggulan seperti niacinamide, salicylic acid, dan ekstrak cica. Ketiga kandungan ini bekerja sinergis untuk merawat kulit yang cenderung berjerawat serta membantu mengontrol produksi minyak berlebih yang sering menjadi pemicu masalah kulit.
Sebagai sunscreen kimiawi, formula ini sangat cocok bagi Anda yang memiliki gaya hidup aktif dengan banyak beraktivitas di luar ruangan, maupun untuk penggunaan sehari-hari sebagai lapisan pelindung kulit.

Detail Komposisi Emina Sun Battle SPF 50 PA++++ Cica Acne Fighter Sunscreen
Ingredient: Aqua, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butyl Methoxydibenzoylmethane, Niacinamide, Butylene Glycol, Octocrylene, Phenoxyethanol, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Aminomethyl Propanol, Cetearyl Olivate, Bis-ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Chlorphenesin, Allantoin, Salicylic Acid, Lecithin, Sorbitan Olivate, Xanthan Gum, Centella Asiatica Extract, Propylene Glycol, Polygonum Cuspidatum Root Extract, Scutellaria Baicalensis Root Extract, Glycerin, Camellia Sinensis Leaf Extract, Dipropylene Glycol, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Mentha Piperita Leaf Extract, Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract, Polysorbate 60, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract, BHT, Tetrasodium EDTA, Pottasium Sorbate, Sodium Benzoate
Bahan Utama (Key Ingredients)
Niacinamide: Dikenal sebagai Vitamin B3, bahan ini memiliki segudang manfaat untuk kulit, termasuk mencerahkan, bertindak sebagai antioksidan, merangsang produksi ceramide, mengatur sebum, serta memiliki efek anti-inflamasi dan anti-jerawat. Niacinamide juga mampu melindungi kulit dari dampak buruk radiasi UV dan blue light dengan memperkuat mekanisme pertahanan alami kulit. Penggunaan umumnya berkisar antara 0,2% hingga 10%.
Allantoin: Senyawa alami yang diekstrak dari tanaman Comfrey ini memiliki kemampuan menenangkan kulit (soothing), meredakan peradangan (anti-inflamasi), dan mendukung proses penyembuhan luka pada kulit.
Salicylic Acid: Bahan aktif ini efektif sebagai agen antibakteri, anti-inflamasi, dan membantu mengontrol produksi minyak. Salicylic acid populer digunakan dalam produk-produk yang ditujukan untuk mengatasi jerawat dan sebagai bahan eksfoliasi.
Centella Asiatica Extract: Dikenal juga sebagai ekstrak cica, kandungan ini kaya akan senyawa aktif seperti madecassoside yang berperan dalam pemulihan luka dan sintesis kolagen. Asiaticoside memiliki khasiat anti-jerawat, anti-inflamasi, antioksidan, dan antimikroba, serta menstimulasi produksi kolagen. Madecassic acid membantu menstimulasi Natural Moisturizing Factor (NMF) dan hyaluronic acid, sehingga meningkatkan hidrasi kulit.
Polygonum Cuspidatum Root Extract: Ekstrak dari akar tumbuhan Polygonum cuspidatum, atau yang dikenal sebagai Japanese Knotweed, sering dimasukkan ke dalam produk perawatan kulit karena mengandung resveratrol. Resveratrol adalah jenis antioksidan kuat yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan akibat faktor lingkungan.
Scutellaria Baicalensis Root Extract: Ekstrak dari tanaman Skullcap ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan. Dapat digunakan dalam produk perawatan kulit untuk meredakan peradangan dan merawat kondisi kulit.
Camellia Sinensis Leaf Extract: Ekstrak teh hijau ini mengandung polifenol dan katekin yang bermanfaat untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas, mengurangi peradangan, serta memberikan efek anti-penuaan.
Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract: Ekstrak akar manis licorice memiliki sifat anti-inflamasi dan mencerahkan kulit secara alami. Sering digunakan dalam produk perawatan kulit untuk mengatasi hiperpigmentasi dan menenangkan kulit sensitif.
Mentha Piperita Leaf Extract: Ekstrak daun peppermint memberikan sensasi segar dan menenangkan pada kulit, serta memiliki sifat antibakteri.
Chamomilla Recutita (Matricaria) Flower Extract: Ekstrak chamomile dikenal luas karena kemampuannya menenangkan kulit. Ekstrak ini sering diaplikasikan dalam produk perawatan kulit untuk meredakan peradangan dan mengurangi iritasi.
Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Extract: Ekstrak daun rosemary kaya akan antioksidan yang dapat membantu melindungi kulit dari kerusakan lingkungan dan memberikan manfaat anti-penuaan.
Agen Pelindung Matahari (Sunscreen Agents)
Ethylhexyl Methoxycinnamate: Merupakan penyerap sinar UVB (UVB absorber) dan termasuk dalam kategori sunscreen kimiawi. Teksturnya ringan dan mudah diaplikasikan dalam formulasi. Namun, bahan ini tidak sepenuhnya stabil terhadap cahaya (foto tidak stabil), di mana nilai SPF-nya dapat berkurang sekitar 10% setelah terpapar sinar matahari langsung selama 35 menit.
Butyl Methoxydibenzoylmethane: Dikenal juga sebagai Avobenzone, ini adalah agen sunscreen kimiawi yang paling umum digunakan. Fungsinya adalah menyerap sinar UVA I dan UVA II. Sama seperti Ethylhexyl Methoxycinnamate, Avobenzone juga tidak stabil terhadap cahaya (foto tidak stabil), dengan potensi penurunan efektivitas hingga 36% dalam satu jam pemakaian.
Octocrylene: Termasuk dalam golongan sunscreen kimiawi yang melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan UVA II. Bahan ini relatif stabil terhadap cahaya, dengan penurunan efektivitas hanya sekitar 10% setelah 95 menit penggunaan. Octocrylene juga berfungsi membantu menstabilkan agen sunscreen lain seperti Avobenzone dan meningkatkan ketahanan terhadap air (water-resistant), sehingga perlindungan tidak mudah luntur oleh keringat.
Bis-ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine: Dikenal juga sebagai Tinosorb S, ini adalah agen sunscreen generasi baru. Tinosorb S memiliki spektrum perlindungan luas (broad spectrum), mampu menyerap sinar UVB, UVA I, dan UVA II. Keunggulan utamanya adalah sangat stabil terhadap cahaya (very photo stable) dan dianggap aman karena tidak mengganggu aktivitas hormon estrogen. Konsentrasi penggunaannya biasanya berkisar antara 1-10%, dengan 3% sebagai nilai umum.
Baca juga : Ini dia! 10 Moisturizer untuk Kulit Sensitif dan Kering
Bahan Pendukung Lainnya
- Aqua: Air, sebagai pelarut utama dalam formulasi.
- Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan humektan (menjaga kelembapan).
- Phenoxyethanol: Pengawet yang umumnya digunakan dengan konsentrasi maksimum 1% untuk menjaga stabilitas produk.
- Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Pengental sintetis yang membantu memberikan tekstur pada produk.
- Aminomethyl Propanol: Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) karena sifatnya yang basa.
- Cetearyl Olivate: Emulsifier alami yang berasal dari cetearyl alcohol dan asam lemak minyak zaitun. Berfungsi sebagai emolien dan pengemulsi alami. Bahan ini bersifat hipoalergenik, lembut, dan aman untuk kulit sensitif.
- Chlorphenesin: Pengawet tambahan untuk menjaga keawetan produk.
- Lecithin: Berfungsi sebagai pengemulsi, emolien, dan membantu penyerapan bahan aktif ke dalam kulit.
- Sorbitan Olivate: Pengemulsi yang terbuat dari sorbitol dan minyak zaitun. Bahan ini bersifat biodegradable, tidak beracun, dan tidak menyebabkan iritasi.
- Xanthan Gum: Pengental alami yang memberikan tekstur pada produk.
- Propylene Glycol: Pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
- Glycerin: Pelarut, memiliki struktur yang mirip dengan komponen alami kulit (skin identical), dan berfungsi sebagai humektan.
- Dipropylene Glycol: Pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
- Polysorbate 60: Pengemulsi yang membantu mencampurkan bahan berbasis minyak dan air.
- BHT (Butylated Hydroxytoluene): Antioksidan sintetis yang melindungi formula dari oksidasi.
- Tetrasodium EDTA: Agen pengkelat (chelating agent) yang menetralkan ion logam untuk menjaga kestabilan formula.
- Pottasium Sorbate: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
- Sodium Benzoate: Pengawet tambahan untuk menjaga keawetan produk.
Kesimpulan Mengenai Emina Sun Battle SPF 50 PA++++ Cica Acne Fighter Sunscreen
✔️EMINA Sun Battle SPF 50 PA++++ Cica Acne Fighter Sunscreen merupakan sunscreen kimiawi yang diformulasikan dengan empat agen pelindung matahari yang relatif stabil terhadap paparan sinar UV.
✔️ Produk ini menawarkan perlindungan SPF 50, yang berarti mampu menghalau hingga 98% sinar UVB, dan PA++++, yang memberikan perlindungan terhadap sinar UVA lebih dari 16 kali lebih lama dibandingkan tanpa penggunaan sunscreen. Hasil uji in vivo yang tertera di toko resmi Emina menunjukkan nilai SPF aktual sebesar 53,6, memastikan klaim perlindungan SPF yang akurat.
✔️ Kandungan pengontrol minyak seperti niacinamide dan salicylic acid hadir dalam formula ini. Posisi salicylic acid setelah phenoxyethanol mengindikasikan kadarnya kemungkinan di bawah 1%. Hal ini menyarankan bahwa sunscreen ini dapat dikombinasikan dengan produk skincare lain yang mengandung salicylic acid dalam kadar rendah atau lembut. Namun, disarankan untuk menghindari penggunaan bersamaan dengan produk yang mengandung salicylic acid konsentrasi 2% untuk mencegah potensi efek samping yang tidak diinginkan.
✔️ Sunscreen ini juga diperkaya dengan allantoin, Centella Asiatica, dan berbagai ekstrak tumbuhan lainnya yang memiliki manfaat anti-inflamasi dan menenangkan kulit.
✔️ Berdasarkan ulasan pengguna di platform e-commerce, tekstur sunscreen ini digambarkan ringan, mudah menyerap, tidak meninggalkan bekas putih (white cast) atau keabuan, tidak menggumpal (pilling), dan tidak menyebabkan iritasi pada mata.
|
|
| Secara visual, tekstur Emina Sun Battle Cica Acne fighter terlihat seperti gel-cream yang ringan. |
✔️ Bebas alkohol (No Alcohol).
✔️ Tidak mengandung pewangi (No fragrance), yang merupakan keunikan tersendiri mengingat banyak produk Emina biasanya mengandung parfum.
✔️ Bebas paraben (No Paraben).
✔️ Bebas minyak esensial (No Essential Oil).
✔️ Bebas silikon (No Silicone). Perlu dicatat bahwa kandungan silikon aman bagi kulit, namun beberapa orang mungkin memiliki preferensi untuk menghindarinya.
✔️ Bebas minyak (Oil free) dan non-komedogenik (Non comedogenic), artinya tidak menyumbat pori-pori.
❗ Tidak aman untuk jamur jerawat (fungal acne safe) karena mengandung bahan seperti cetearyl olivate, sorbitan olivate, dan polysorbate. Ester-ester ini mengandung asam lemak rantai panjang yang disukai oleh jamur Malassezia.
✔️ Sunscreen Emina Cica Acne fighter sangat direkomendasikan untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat.
❗ Kurang disarankan untuk ibu hamil karena mengandung agen sunscreen kimiawi yang dikhawatirkan dapat memengaruhi aktivitas hormon. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter ahli sebelum penggunaan.
✔️ Merupakan produk skincare lokal yang telah terdaftar di BPOM dan bersertifikat Halal.
✔️ Harga produk ini terjangkau, sekitar Rp 50.000 untuk kemasan 30ml.
Sumber referensi:
- Chatelain, Eric, and Bernard Gabard. “Photostabilization of Butyl methoxydibenzoylmethane (Avobenzone) and Ethylhexyl methoxycinnamate by Bis–ethylhexyloxyphenol methoxyphenyl triazine (Tinosorb S), a New UV Broadband Filter.” Photochemistry and Photobiology 74.3 (2001): 401-406.


Leave a Reply