Home » SOME BY MI Retinol Intense Reactivating Serum Essence

SOME BY MI Retinol Intense Reactivating Serum Essence

SOME BY MI Retinol Intense Reactivating Serum Essence

GoNaturalCare.com – SOME BY MI Retinol Intense Reactivating Serum Essence hadir sebagai solusi anti-aging yang inovatif, diformulasikan secara khusus untuk memerangi tanda-tanda penuaan dini tanpa menimbulkan iritasi. Serum ini menggabungkan kekuatan tiga kombinasi retinol aktif: Retinol 0.1%, Retinal 1 ppm, dan Bakuchiol 5,000 ppm, yang bekerja sinergis untuk meremajakan kulit.

Teknologi Elastic-liposome yang disematkan dalam serum ini berperan penting dalam memaksimalkan penetrasi bahan aktif hingga ke lapisan kulit yang dituju. Selain itu, serum ini diperkaya dengan berbagai bahan yang berfungsi untuk memperkuat skin barrier, seperti Panthenol 10,000 ppm, Beta-glucan 300 ppm, Ceramide, dan TRUECICA™.

Cara Penggunaan:

  • Pada 1-2 minggu pertama penggunaan, aplikasikan serum sekali sehari pada malam hari. Bagi pemilik kulit sensitif, disarankan untuk menggunakannya secara bergantian atau diselingi. Pastikan untuk mengunci kelembapan dengan pelembap yang cukup setelahnya.
  • Setelah tiga minggu penggunaan, ketika kulit telah beradaptasi dengan baik dan tidak menunjukkan reaksi ketidaknyamanan, frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan dan toleransi kulit masing-masing.

Klaim Produk:

  • Telah menyelesaikan uji klinis untuk perawatan 4 sinyal penuaan utama.
  • Telah menyelesaikan uji non-comedogenic.
  • Telah menyelesaikan uji hipoalergenik untuk kulit sensitif.
  • Bebas dari 20 jenis bahan kimia berbahaya.
  • Memiliki sertifikasi FRANCE EVE VEGAN.

Penjelasan Ingredients Some by Mi Retinol Intense Reactivating Serum

Ringkasan Ingredients:
Water, Cyclohexasiloxane, Dicaprylyl Carbonate, Glycerin, Methylpropanediol, 1,2-Hexanediol, Niacinamide, Hydrogenated Poly(C6-14 Olefin), Panthenol, Tocopheryl Acetate, Piper Methysticum Leaf/Root/Stem Extract, Centella Asiatica Extract, Panax Ginseng Berry Extract, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Ficus Carica (Fig) Fruit Extract, Centella Asiatica Leaf Extract, Centella Asiatica Root Extract, Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract, Artemisia Capillaris Extract, Eclipta Prostrata Extract, Melia Azadirachta Leaf Extract, Elaeis Guineensis (Palm) Oil, Hydrogenated Lecithin, Glyceryl Stearate, Bakuchiol, Palmitic Acid, Sodium Polyacrylate, Stearic Acid, Xanthan Gum, Retinol (0.1 %), Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Butylene Glycol, Dipotassium Glycyrrhizate, Adenosine, Tromethamine, Polyquaternium-51, Beta-Glucan, Cetyl Alcohol, BHT, Collagen, Myristic Acid, BHA, Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate, Tocopherol, Bifida Ferment Lysate, Ceramide NP, Saccharomyces Ferment, Retinal, Asiaticoside, Glyceryl Polymethacrylate, Madecassoside, Propylene Glycol, Polyglyceryl-10 Oleate, Glycolipids, Glycine Soja (Soybean) Peptide, Resveratrol, Sucrose Distearate, Asiatic Acid, Madecassic Acid, Palmitoyl Tripeptide-1, Moringa Oleifera Seed Oil, PEG-100 Stearate, Polysorbate 20, Fragrance, Ethylhexylglycerin

Bahan Utama (Key Ingredients)

Niacinamide: Dikenal sebagai Vitamin B3, bahan ini memiliki manfaat mencerahkan kulit, bertindak sebagai antioksidan, merangsang sintesis ceramide, mengontrol sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jerawat. Niacinamide juga membantu melindungi kulit dari efek buruk radiasi UV dan bluelight dengan memperkuat pertahanan alami kulit.

Panthenol (10,000 ppm): Merupakan 1% Pro-vitamin B5 yang berfungsi melembapkan kulit. Panthenol membantu kulit memproduksi lipid esensial untuk kekuatan dan kesehatan mantel kulit. Sifat anti-inflamasi dan pelindungnya dapat mengurangi iritasi yang disebabkan oleh bahan lain, serta mempercepat proses penyembuhan luka.

Tocopheryl Acetate: Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit. Ia juga membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar UVB.

Piper Methysticum Leaf/Root/Stem Extract: Ekstrak kava-kava memiliki kemampuan menenangkan kulit dan meredakan nyeri. Namun, perlu dicatat bahwa menurut Paula’s Choice, ekstrak ini dapat berpotensi mengiritasi pada kondisi kulit tertentu.

Mengandung 3x Ekstrak Cica:

  • Centella Asiatica Extract
  • Centella Asiatica Leaf Extract
  • Centella Asiatica Root Extract

Ekstrak cica mampu memicu produksi kelembapan alami kulit seperti glycosamino glycans dan hyaluronic acid. Bahan ini juga membantu proses penyembuhan luka, termasuk luka bakar, dengan meningkatkan aktivitas antioksidan dan sintesis kolagen. Selain itu, ekstrak cica memiliki sifat anti-inflamasi yang sangat baik.

Panax Ginseng Berry Extract: Mengandung komponen aktif ginseng saponins (ginsenoside) yang merupakan antioksidan kuat dan phytonutrients. Bahan ini membantu meningkatkan kelembapan kulit, mengurangi tekstur kasar, meratakan warna kulit, dan meningkatkan kekencangan kulit.

Baca juga : Azarine Magic Colour Lip Serum

Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract: Ekstrak akar manis (licorice) populer sebagai bahan pencerah yang aman. Mengandung senyawa utama glabridin yang mencegah pigmentasi dan glycyrrhizin yang mengurangi peradangan kulit.

Ficus Carica (Fig) Fruit Extract: Ekstrak buah fig mengandung antioksidan seperti phenolic, gallic acid, epicatechin, dan antocyanin. Bahan ini membantu menetralkan radikal bebas dan menghambat enzim tyrosinase yang berperan dalam produksi melanin.

Melaleuca Alternifolia (Tea Tree) Leaf Extract: Ekstrak tea tree sangat ideal untuk merawat kulit acne-prone karena memiliki kemampuan antibakteri, antijamur, anti-inflamasi, mengontrol minyak, dan bersifat astringent (mengecilkan pori-pori).

Artemisia Capillaris Extract: Mugwort water membantu merawat kulit kering, iritasi, sensitif, dan rentan eksim. Bahan ini melembapkan, menutrisi, melindungi kulit, serta membantu menenangkan kemerahan.

Eclipta Prostrata Extract: Ekstrak bunga false daisy (keluarga bunga matahari) mengandung komponen luteolin (antioksidan kuat) dan wedelolactone (antibakteri). Bahan ini bersifat anti-inflamasi, melembapkan, dan menenangkan kulit, sehingga baik untuk merawat kulit berjerawat serta menenangkan kulit yang iritasi dan sensitif.

Melia Azadirachta Leaf Extract: Ekstrak daun neem memiliki sifat antiseptik, anti-inflamasi, dan anti-jerawat. Bahan ini juga membantu proses pemulihan luka.

Elaeis Guineensis (Palm) Oil: Minyak kelapa sawit kaya akan oleic acid dan palmitic acid, serta mengandung antioksidan, Vitamin A, dan E. Minyak ini memiliki sifat emolien dan menenangkan kulit.

Bakuchiol (5000ppm): Merupakan senyawa antioksidan dan anti-aging yang diekstrak dari tanaman Psoralea corylifolia (babchi). Bakuchiol adalah alternatif retinol yang lebih alami, aman, dan tanpa efek samping. Ia bekerja dengan memicu sintesis kolagen tipe 1, 3, dan 4, serta menghambat enzim MMP yang dapat merusak jaringan kolagen.

Retinol (0.1%): Merupakan bahan anti-aging OTC (over-the-counter) yang paling terbukti. Retinol memerlukan dua tahap konversi di dalam kulit untuk bekerja. Secara umum, retinol 10-20 kali lebih lembut dibandingkan retinoic acid. Bahan ini membantu menghaluskan kulit (mengurangi kerutan), mengencangkan, meratakan warna kulit, serta merawat kulit berjerawat.

Dipotassium Glycyrrhizate: Bentuk garam dari senyawa yang diekstrak dari tanaman licorice. Bahan ini bersifat anti-inflamasi dan memiliki kemampuan mengatur produksi sebum.

Adenosine: Merupakan cell-communicating ingredient, yaitu senyawa organik yang ditemukan dalam tubuh manusia yang membantu sel berkomunikasi satu sama lain. Manfaatnya untuk kulit meliputi percepatan penyembuhan luka, sifat anti-inflamasi yang baik, perlindungan kulit, dan perlambatan penuaan dini.

Beta-Glucan: Senyawa yang ditemukan dalam tumbuhan serealia seperti padi dan oatmeal. Beta-glucan sangat baik untuk merawat kulit sensitif dan kering karena kemampuannya menghidrasi, menenangkan, mengencangkan, dan memberikan efek plumping. Selain itu, beta-glucan juga mempercepat pemulihan luka serta memiliki sifat anti-iritasi dan anti-inflamasi.

Collagen: Memiliki kemampuan mengikat air seperti hyaluronic acid, menahan kelembapan di lapisan kulit, sehingga membuat kulit tampak kenyal, plump, dan elastis.

Leuconostoc/Radish Root Ferment Filtrate: Merupakan pengawet alami alternatif yang terbuat dari lobak yang difermentasi menggunakan bakteri Leuconostoc kimchii. Bahan ini memiliki sifat antimikroba yang signifikan, meskipun tidak seefektif paraben atau phenoxyethanol.

Tocopherol: Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan, pelembap kulit, dan melindungi kulit dari efek buruk sinar UVB. Ia juga melindungi formula agar tidak mudah teroksidasi.

Bifida Ferment Lysate: Postbiotic ingredient yang terbuat dari fermentasi bakteri bifida. Penelitian menunjukkan bahwa BFL dapat mengurangi sensitivitas kulit terhadap agresor eksternal dengan memperkuat mikrobioma kulit.

Ceramide NP: Merupakan lemak yang terdapat di stratum corneum (lapisan teratas kulit) dan merupakan bagian dari sistem skin barrier. Ceramide membantu memperbaiki fungsi skin barrier dan mencegah kehilangan kelembapan.

Saccharomyces Ferment: Mengandung antioksidan, asam organik, asam amino, vitamin, mineral, dan enzim. Bahan ini bermanfaat untuk mencerahkan kulit, membantu regenerasi sel, memiliki efek anti-aging, dan menjaga ekosistem mikrobioma kulit.

Retinal (1ppm): Dikenal sebagai retinaldehyde, ini adalah bentuk Vitamin A (dalam produk OTC) yang paling ampuh karena hanya memerlukan satu tahap konversi agar menjadi aktif. Retinal diklaim 11 kali lebih ampuh dari retinol dalam memperbaiki jaringan kulit di malam hari, memproduksi kolagen, dan membuat kulit bercahaya. Retinal juga memiliki kemampuan antibakteri yang baik untuk membantu mengatasi jerawat.

Mengandung 4 Komponen Cica:

  • Asiaticoside: Memiliki sifat penyembuhan luka, antioksidan, dan memicu produksi glycosaminoglycans (GAGs) serta membantu sintesis kolagen tipe 1.
  • Madecassoside: Komponen aktif cica dengan aktivitas antioksidan, anti-inflamasi, membantu pemulihan luka, dan sintesis kolagen. Penelitian menunjukkan bahwa 0.2% madecassoside dapat mengurangi kemerahan, kulit mengelupas pada penderita dermatitis atopik, dan mengurangi rasa gatal pada kulit psoriasis-prone.
  • Asiatic Acid: Komponen aktif cica yang terbukti menstimulasi produksi GAGs (NMF) dan kolagen tipe 1. Bersifat melembapkan dan membantu pemulihan luka.
  • Madecassic Acid: Komponen aktif cica dengan sifat regenerasi kulit, penyembuhan luka, dan melembapkan kulit.

Glycine Soja (Soybean) Peptide: Peptide yang diekstrak dari kedelai. Memiliki kemampuan melembapkan, melembutkan, dan menghaluskan kulit.

Resveratrol: Senyawa antioksidan potensial yang diekstrak dari buah anggur merah. Juga memiliki kemampuan anti-inflamasi dan anti-karsinogenik. Resveratrol berpotensi melindungi kulit dari UV dan stres oksidatif, sehingga membantu mencegah penuaan dini.

Palmitoyl Tripeptide-1: Terdiri dari tiga asam amino (glycine, histidine, lysine) yang merupakan bagian dari fragmen kolagen tipe 1. Bahan ini memicu sintesis kolagen dengan cara “mengelabui” kulit agar berpikir ada kolagen yang rusak, sehingga merangsang produksi kolagen baru.

Moringa Oleifera Seed Oil: Minyak biji kelor mengandung asam lemak esensial seperti oleic acid dan linoleic acid yang baik untuk melembapkan dan menjaga fungsi skin barrier. Minyak kelor juga memiliki sifat antibakteri, antijamur, antioksidan, anti-inflamasi, dan anti-aging.

Some By Mi Retinol Serum. Sumber: Incidekoder.

Bahan Pelengkap (Bahan Tambahan)

  • Water: Basis utama formula.
  • Cyclohexasiloxane: Silicone volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emolien dan membantu formula mudah diratakan.
  • Dicaprylyl Carbonate: Emolien yang berfungsi sebagai pelumas, membantu produk mudah diratakan, dan memberikan efek velvet dry skin feel.
  • Glycerin: Pelarut, bahan identik kulit, dan humektan.
  • Methylpropanediol: Pelarut, peningkat kinerja pengawet, dan humektan.
  • 1,2-Hexanediol: Pelarut, pengawet, dan humektan.
  • Hydrogenated Poly(C6-14 Olefin): Emolien, kondisioner kulit, sekaligus pengental formula.
  • Hydrogenated Lecithin: Pengemulsi, emolien, pembawa bahan aktif (Active Carrier), dan humektan.
  • Glyceryl Stearate: Pengemulsi.
  • Palmitic Acid: Asam lemak yang menambah kekentalan formula dan menstabilkan emulsi.
  • Sodium Polyacrylate: Pengental sintetis.
  • Stearic Acid: Asam lemak, emolien, menambah kekentalan formula, sekaligus menstabilkan emulsi.
  • Xanthan Gum: Pengental alami.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Pengental sintetis.
  • Butylene Glycol: Pelarut, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • Tromethamine: Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Polyquaternium-51: Kondisioner kulit dan pembentuk lapisan film.
  • Cetyl Alcohol: Alkohol lemak, emolien, menambah kekentalan formula, sekaligus menstabilkan emulsi.
  • BHT: Antioksidan sintetis untuk melindungi formula dari oksidasi.
  • Myristic Acid: Asam lemak, emolien, menambah kekentalan formula, sekaligus menstabilkan emulsi.
  • BHA (Butylated Hydroxyanisole): Antioksidan sintetis untuk mencegah formula teroksidasi.
  • Glyceryl Polymethacrylate: Gabungan gliserin dan polymethacrylic acid yang berfungsi sebagai pembentuk lapisan film dan peningkat tekstur.
  • Propylene Glycol: Pelarut, peningkat penetrasi, dan humektan.
  • Polyglyceryl-10 Oleate: Pengemulsi.
  • Glycolipids: Gabungan molekul gula dan lipid yang berfungsi sebagai emolien/pelembap dan pengemulsi.
  • Sucrose Distearate: Pengem

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *