GoNaturalCare.com – Whitelab kini hadir dengan inovasi terbarunya, yaitu Peeling Serum, yang semakin memperkaya pilihan produk eksfoliasi di pasaran. Produk ini, Whitelab AHA 5% BHA 2% PHA 2% with Niacinamide 2%, menawarkan formulasi yang dirancang untuk mengatasi berbagai masalah kulit.
|
|
| Whitelab AHA BHA PHA Peeling Serum. Foto by Putrimayalestary FD Member |
Deskripsi produk ini menyoroti penggunaan AHA premium grade, yaitu Mandelic Acid. Sifatnya yang less iritant atau tidak mudah menimbulkan iritasi menjadikan serum ini aman bahkan bagi pemula dan pemilik kulit sensitif.
Serum ini diklaim memiliki beberapa manfaat utama:
- Mencerahkan dan meratakan warna kulit.
- Membersihkan sel kulit mati, kotoran, dan minyak hingga ke lapisan terdalam.
- Membantu mengangkat komedo dan menyamarkan tampilan pori-pori.
- Memperkuat skin barrier.
- Merawat kelembutan dan kehalusan kulit.
- Mempercepat regenerasi sel untuk menjaga elastisitas kulit.
Cara pakai yang disarankan adalah dengan meneteskan serum ke wajah yang bersih dan kering, membiarkannya meresap maksimal selama 10 menit, lalu membilasnya dengan air. Produk ini sebaiknya digunakan pada malam hari, dengan frekuensi maksimal 2-3 kali dalam seminggu.
Menariknya, produk ini mendapat rating 5 bintang di Female Daily, dengan 100% dari 392 pengguna menyatakan setuju bahwa produk ini bagus. Dengan harga sekitar Rp75.000 untuk kemasan 15 ml, produk ini menawarkan nilai yang menarik.
Penjelasan Ingredients Whitelab Peeling Serum
Daftar Lengkap Ingredients:
Aqua, butylene glycol, mandelic acid, ethyl alcohol, niacinamide, salicylic acid, lactobionic acid, glyserine, glyzirrhiza glabra root extract, peg-40 hydrogenated castor oil, dipotassium glycyrrizate, allantoin, xanthan gum, parfum
Bahan Aktif Unggulan
Mandelic Acid (5%)
- Merupakan jenis AHA yang ditemukan pada bitter almond.
- Memiliki ukuran molekul yang lebih besar dibandingkan glycolic acid, sehingga bekerja lebih lembut, lebih lambat, namun tetap efektif dan lebih aman.
- Dapat ditoleransi oleh semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
- Bekerja optimal pada rentang pH 3-4.
- Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 5-10% mandelic acid efektif dan aman untuk perawatan jerawat.
- Diketahui dapat mengurangi jerawat pustule hingga 60%, jerawat nodule meradang hingga 30%, dan komedo hingga 20% dalam waktu 60 hari.
- Memiliki kemampuan antimikroba dan antibakteri.
- Selain untuk jerawat, Mandelic acid juga efektif dalam mengurangi post-inflammatory hyperpigmentation (PIH).
- Karena sensitif terhadap cahaya, kemasan produk ini dirancang opaque atau menggunakan amber glass.
Niacinamide.
Dalam formulasi ini terdapat Niacinamide dengan konsentrasi 2%. Terdapat perdebatan mengenai efektivitas pencampuran Niacinamide dengan AHA/BHA karena perbedaan rentang pH optimal kerja keduanya, yang dikhawatirkan dapat saling menetralkan. Namun, efektivitasnya dalam satu formula juga dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi kulit individu.
|
|
| Jika AHA dan Niacinamide dicampur akan menaikan pH acid, sehingga kurang efektif. |
Meskipun ada rekomendasi untuk memisahkan penggunaan AHA/BHA dan Niacinamide, beberapa formulasi menggabungkannya, menunjukkan bahwa efektivitasnya bisa tetap terjaga tergantung pada berbagai variabel.
Salicylic Acid.
Sebagai BHA, Salicylic Acid hadir dengan konsentrasi maksimum yang diizinkan dalam produk perawatan kulit, yaitu 2%. Bahan ini tidak hanya mengeksfoliasi permukaan kulit tetapi juga masuk ke dalam pori-pori, membantu membersihkan komedo, kotoran, dan minyak. Sifatnya yang oil-control, anti-inflamasi, dan antibakteri menjadikannya komponen penting dalam serum ini.
Lactobionic Acid.
Merupakan PHA (polyhydroxy acid) dengan konsentrasi 2%. PHA dianggap sebagai versi AHA yang lebih lembut. Molekulnya yang cenderung besar membuat kerjanya lebih lambat dan lebih lembut, sangat ideal untuk kulit sensitif. Dibandingkan Mandelic Acid, Lactobionic Acid menawarkan kelembutan yang lebih ekstra.
Glycyrrhiza Glabra Root Extract.
Ekstrak licorice ini dikenal luas sebagai agen pencerah kulit. Mengandung glabridin yang efektif menghambat pigmentasi akibat paparan sinar UVB. Selain itu, kandungan glycyrrhizin di dalamnya memiliki potensi anti-inflamasi.
Dipotassium Glycyrrhizate.
Merupakan bentuk garam dari glycyrrhizin, senyawa aktif yang diekstrak dari licorice. Berfungsi sebagai agen anti-inflamasi dan penenang kulit (skin-soothing). Bahan ini sering digunakan dalam perawatan kulit yang rentan terhadap eksim dan rosacea.
Allantoin.
Senyawa ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit. Keberadaannya dalam serum ini sangat berperan untuk meminimalkan potensi iritasi yang mungkin timbul dari kandungan AHA dan BHA.
Bahan Pelengkap
- Aqua.
- Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, dan penetration enhancer, serta humektan.
- Ethyl Alcohol (Ethanol). Pelarut yang sangat baik, membantu produk cepat meresap. Memiliki sifat astringent yang kuat, mengontrol minyak, dan bersifat antimikroba.
- Glycerine. Pelarut, bersifat skin-identical, dan humektan.
- PEG-40 Hydrogenated Castor Oil. Berfungsi sebagai pengemulsi.
- Xanthan Gum. Menambah kekentalan pada formula.
- Parfum.
Kesimpulan
Pendekatan penggunaan produk ini, yaitu menunggu 10 menit lalu dibilas, sangat disetujui. Cara ini dinilai memiliki beberapa keunggulan:
- Lebih fokus dan efektif, tanpa perlu khawatir mengenai urutan pemakaian produk berlapis (layering), karena produk ini akan dibilas.
- Efek sensasi menggelitik (jika ada) tidak akan berlarut-larut.
- Setelah dibilas, pengguna bebas menggunakan produk perawatan kulit lainnya, karena dalam 10 menit tersebut, AHA BHA sudah bekerja secara optimal.
Mengenai penggunaan semalaman, hal tersebut sangat bergantung pada toleransi kulit masing-masing. Jika kulit cukup kuat dengan konsentrasi yang ada, penggunaan semalaman mungkin bisa dilakukan, terutama karena AHA yang digunakan adalah Mandelic Acid yang lebih lembut.
Direkomendasikan untuk menggunakan produk ini 2-3 kali seminggu. Kehadiran tiga bahan anti-inflamasi dalam formula sangat mendukung penggunaannya. Serum ini efektif membantu meratakan warna kulit dan memudarkan noda bekas jerawat. Bahan yang berpotensi menjadi fungal acne trigger, yaitu PEG-40 Hydrogenated Castor Oil, dapat diabaikan karena produk ini akan dibilas.
Meskipun mengandung alkohol, efeknya diminimalkan karena produk ini dibilas setelahnya.
Sangat mengagumkan bahwa hampir 100% dari lebih dari 300 pengguna merasa cocok menggunakan produk ini. Sayangnya, informasi mengenai pH formulasi tidak dijelaskan secara spesifik.
Untuk mendapatkan produk original, dapat dibeli di Official store.
Baca juga : Cek Ingredients Emina Bright Stuff Serum
Sumber referensi yang digunakan meliputi Incidekoder, The Skincare Edit, Paula’s Choice, SehatQ.com, Wikipedia, dan berbagai sumber dari mesin pencari Google.



Leave a Reply