GoNaturalCare.com – True to Skin Mugwort Tripeptide Gel Cream hadir sebagai solusi pelembap inovatif dengan tekstur unik di antara gel dan krim. Produk ini dirancang untuk memberikan hidrasi maksimal dengan sensasi ringan di kulit. Diformulasikan secara khusus untuk melembapkan, melembutkan, dan menghaluskan kulit, moisturizer ini diperkaya dengan Sodium Hyaluronate dan Artemisia Capillaris Flower Extract.
Selain itu, True to Skin Mugwort Tripeptide Gel Cream juga berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Keunggulan utamanya terletak pada kandungan bahan aktif seperti Palmitoyl Pentapeptide-4 dan Tetrapeptide-44 yang berperan sebagai agen anti-aging. Kombinasi ini diklaim mampu mengurangi tampilan kerutan atau garis-garis halus pada wajah, serta membantu menenangkan kulit yang berjerawat.
|
|
| True to skin Mugwort Tripeptide Gel Cream |
Moisturizer ini sangat cocok digunakan baik pada rutinitas perawatan kulit pagi maupun malam hari. Produk ini hadir dalam kemasan 30ml dengan harga sekitar Rp 97.000.
Penjelasan Ingredients True To Skin Mugwort Tripeptide Gel Cream
Ingredients:
Aqua, Octyl Methoxycinnamate, Propanediol,
Butylene Glycol, Caprylic/Capric Triglyceride, Glycerin, Lactobionic Acid, Palmitoyl Pentapeptide-4, Polyacrylamide, C13-14 Isoparaffin, Laureth-7, Beta-Glucan, Sodium Hyaluronate, Saccharide Isomerate, Tetrapeptide-44, Acetyl Hexapeptide-8, Bisabolol, Tocopheryl Acetate, Artemisia Capillaris Extract, Pentylene Glycol, Helianthus Annuus (Sunflower) Seed Oil, Spirulina Platensis Extract, Malus Domestica Fruit Extract, Maltodextrin, Caprylyl Glycol, 1,2-Hexanediol, Ethylhexylglycerin, Citric Acid, Sodium Citrate, Phenoxyethanol, Sucrose, Tromethamine
Bahan Aktif
Lactobionic Acid.
Merupakan salah satu golongan PHA (Polyhydroxy Acids), yang dikenal sebagai versi lebih lembut dari AHA. Lactobionic acid memiliki ukuran molekul yang lebih besar dibandingkan glycolic acid, sehingga memberikan efek eksfoliasi yang lembut tanpa menyebabkan iritasi atau fotosensitivitas. Selain itu, bahan ini juga berfungsi sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit dan menstabilkan pH kulit. Propertinya sebagai antioksidan dan antiinflamasi juga berkontribusi pada kesehatan kulit.

Palmitoyl Pentapeptide-4.
Dikenal juga sebagai Matrixyl, bahan ini adalah rantai protein yang terdiri dari empat asam amino peptide. Berperan sebagai ‘cell-communicator ingredients’ yang merangsang sel kulit untuk memproduksi kolagen. Bahan ini diklaim memiliki efektivitas serupa retinol namun tanpa menyebabkan iritasi. Riset menunjukkan bahwa Matrixyl efektif mengurangi garis halus dan menunda pembentukan kerutan, bahkan pada konsentrasi rendah.
Beta-Glucan.
Senyawa ini ditemukan dalam tumbuhan serealia seperti padi dan oatmeal, serta kaya akan antioksidan. Beta-glucan sering digunakan dalam produk anti-aging untuk kulit sensitif karena kemampuannya menghidrasi, menenangkan (soothing), mengencangkan (firming), dan memberikan efek ‘plumping’. Bahan ini juga berperan dalam mempercepat proses pemulihan luka, serta memiliki sifat anti-iritasi dan antiinflamasi.
Sodium Hyaluronate.
Sebagai bahan yang identik dengan kulit (skin identical), sodium hyaluronate memiliki kemampuan mengikat air hingga 1000 kali berat molekulnya sendiri. Ini sangat penting untuk menjaga kelembapan dan elastisitas kulit, serta mendukung fungsi skin barrier yang sehat.
Saccharide Isomerate.
Bahan yang sepenuhnya berasal dari alam ini memiliki struktur molekul yang mirip dengan karbohidrat alami dalam lapisan kulit. Kemiripan ini menjadikannya agen hidrator yang sangat baik dan juga berperan dalam menjaga fungsi skin barrier.
Tetrapeptide-44.
Peptide alami ini memiliki properti anti-inflamasi, membantu mengurangi iritasi, dan menghambat sensitivitas kulit.
Acetyl Hexapeptide-8.
Dikenal juga sebagai argireline, peptide ini memberikan efek ‘botox-like’. Manfaatnya meliputi peningkatan kelembapan kulit, pengencangan, dan pengurangan kerutan. Uji in-vivo menunjukkan bahwa aplikasi 10% argireline pada area mata selama 15 hari dapat mengurangi kerutan hingga 17%.
Bisabolol merupakan senyawa aktif dari bunga chamomile yang memiliki properti menenangkan (skin soothing), menenangkan (calming), dan anti-inflamasi.
Tocopheryl Acetate.
Ini adalah bentuk Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit. Tocopheryl Acetate juga memberikan perlindungan terhadap paparan sinar UVB.
Baca juga : Cek Ingredients N’Pure Cica Beat the Sun Powder SPF 30
Artemisia Capillaris Extract.
Ekstrak ini sangat baik untuk merawat kulit kering, iritasi, sensitif, dan rentan eksim. Ia mampu melembapkan, menutrisi, dan melindungi kulit. Selain itu, ekstrak ini membantu menenangkan kulit yang gatal dan kemerahan, serta mengurangi jerawat dan breakout. Kandungan vitamin A di dalamnya mendukung regenerasi sel, sementara vitamin C mencerahkan dan melindungi kulit.
Annuus (Sunflower) Seed Oil.
Minyak biji bunga matahari kaya akan linoleic acid yang memiliki sifat anti-inflamasi. Bahan ini membantu kulit mensintesis lipid dan ceramide, sehingga dapat memperbaiki dan memperkuat skin barrier. Selain itu, minyak ini memiliki properti menenangkan kulit, mengurangi tanda-tanda stres pada kulit, dan meredakan iritasi.
Spirulina Platensis Extract.
Mengandung klorofil, vitamin E, selenium, tirosin, protein, asam amino, dan zat besi. Ekstrak spirulina populer sebagai bahan anti-aging, pelembap, nutrisi, dan hidrator kulit.
Malus Domestica Fruit Extract.
Ekstrak buah apel kaya akan antioksidan, vitamin, protein, pati, gula, dan garam. Kandungan ini memberikan efek melembapkan dan menghaluskan. Sifat antioksidannya berfungsi sebagai pelindung UV. Asam organik seperti asam malat dan asam galat memiliki properti eksfoliasi ringan, mencerahkan kulit, dan bersifat antibakteri.
Agen Sunscreen
Octyl Methoxycinnamate.
Dikenal juga sebagai Ethylhexyl Methoxycinnamate atau Octinoxate, bahan ini adalah filter UVB kimiawi. Teksturnya ringan, mudah diformulasikan, dan secara kosmetik menarik. Namun, perlu dicatat bahwa bahan ini tidak sepenuhnya stabil terhadap paparan cahaya (tidak foto stabil).
Bahan pelengkap
- Aqua,
- Propanediol. Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan. Berbahan dasar gula jagung.
- Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi, dan humektan.
- Caprylic/Capric Triglyceride. Merupakan emolien bertekstur ringan yang berasal dari minyak kelapa dan gliserin. Kompatibel untuk semua jenis kulit.
- Glycerin. Berfungsi sebagai pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
- Polyacrylamide. Pengental sintetis.
- C13-14 Isoparaffin. Berfungsi sebagai pengemulsi, pengental, dan emolien.
- Laureth-7. Pengemulsi.
- Pentylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut dan peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster).
- Maltodextrin. Pengental alami.
- Caprylyl Glycol. Berfungsi sebagai peningkat efektivitas pengawet, dan emolien.
- 1,2-Hexanediol. Berfungsi sebagai pelarut, humektan, dan peningkat efektivitas pengawet.
- Ethylhexylglycerin. Berfungsi sebagai peningkat efektivitas pengawet dan humektan.
- Citric Acid. Berfungsi sebagai pengatur pH dan bersifat asam.
- Sodium Citrate. Bentuk garam dari citric acid, berfungsi sebagai pengatur pH.
- Phenoxyethanol. Pengawet.
- Sucrose. Molekul gula yang berfungsi sebagai humektan atau pelembap.
- Tromethamine. Pengatur pH yang bersifat basa.
Kesimpulan
Perkembangan bahan-bahan dalam produk skincare semakin canggih, banyak merek yang menawarkan produk baru dengan formulasi menarik dan harga bersaing, sehingga konsumen terkadang merasa bingung dalam memilih. True To Skin Mugwort Tripeptide Gel Cream hadir dengan total 13 bahan aktif yang tidak hanya fokus pada efek menenangkan dan menghidrasi, tetapi juga memiliki manfaat anti-aging dan mendukung kesehatan skin barrier.
Produk ini diklaim cocok untuk rutinitas pagi dan malam, meskipun mengandung agen tabir surya. Pengguna tidak perlu khawatir mengenai eksfoliasi berlebih meskipun digunakan dua kali sehari. Lactobionic acid, meskipun tergolong asam eksfoliasi, bersifat lembut dan tidak mengiritasi. PHA, seperti AHA, baru berfungsi sebagai eksfoliator pada konsentrasi tertentu; pada konsentrasi yang lebih rendah, ia lebih berfungsi sebagai humektan, antioksidan, dan menjaga acid mantle. Disarankan untuk melakukan patch test jika ragu.
Produk ini juga tidak menyebabkan fotosensitivitas berkat sifat lembut lactobionic acid dan adanya agen sunscreen. Teksturnya adalah gel krim yang ringan, serta diformulasikan tanpa alkohol, paraben, pewangi, dan silikon.
Meskipun tidak bebas minyak (oil-free), potensi komedogeniknya sangat rendah karena kandungan Butylene Glycol (skor 1), yang dapat diabaikan. Produk ini aman untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, serta ideal untuk semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif.
Namun, produk ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung sunflower oil yang memiliki asam lemak. Selain itu, bagi individu yang memiliki alergi atau tidak cocok dengan kandungan spirulina atau alga, perlu berhati-hati.
Produk ini dapat dibeli melalui toko resmi mereka.


Leave a Reply