GoNaturalCare.com – Teratu Beauty Sunscreen SPF 50 PA++++ hadir sebagai solusi perlindungan kulit yang komprehensif dengan formula hybrid yang menggabungkan kekuatan sunscreen fisik dan kimiawi. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan spektrum luas terhadap sinar UVA dan UVB, namun tetap menawarkan tekstur yang ringan, mudah menyerap, serta tidak meninggalkan residu putih (white cast) pada kulit.
Sebagai sunscreen hybrid, Teratu Beauty Sunscreen SPF 50 PA++++ berupaya menyempurnakan keunggulan kedua jenis sunscreen. Diharapkan, produk ini mampu memberikan perlindungan seefektif sunscreen fisik, sembari menghadirkan kenyamanan dan kemudahan aplikasi seperti sunscreen kimiawi yang ringan dan tidak meninggalkan jejak putih.
|
|
| Teratu Beauty Daily UV Sunscreen. Sumber: shopee |
Penjelasan Ingredients Teratu Beauty Daily UV Sunscreen SPF 50 PA++++
Ingredients:
Aqua, titanium dioxide, octocrylene, cyclopentasiloxane, butyl Methoxydibenzoylmethane, ethylhexyl methoxycrylene, glyserine, dimethicone, Isohexadecane, triethylhexanoin, ethylhexyl methoxycinnamte, butylene Glycol, caprylyl methicone, cetearyl Methicone, peg/ppg-20/15 dimethicone, trimethyloxysilicate, Tris/ppg-3 benzyl ether citrate, aluminium stearate, ceteareth-20, bifida Ferment lysate, alumina, polyhydroxystearic acid, BHT, ferulic acid, pentaerythrityl terta-di-t-butyl hydroxyhydrocinnamate, sodium chloride, cetearyl dimethicone crosspolymer, hydrolyzed wheat protein/pvp crosspolymer, Buteth-3, caprylyl Glycol, 1,2 hexanediol, parfum, tocopheryl acetate, sodium Benzotriazolyl butyl phenol sulfonate, disodium edta, ethylhexylglycerin, pentylene Glycol, phenoxyethanol, leontopodium alpinum edelweiss extract, tributyl citrate, potassium sorbate, sodium benzoate, acetic acid, citric acid, lactic acid, polyglutamic acid, colloidal gold.
Key Ingredients
bifida Ferment lysate.
Bahan postbiotik ini berasal dari fermentasi bakteri bifida. Penelitian menunjukkan bahwa Bifida Ferment Lysate dapat membantu mengurangi sensitivitas kulit terhadap faktor eksternal dengan memperkuat mikrobioma kulit.
ferulic acid.
Senyawa alami yang ditemukan pada dinding sel tumbuhan seperti padi, dedak, gandum, oat, terong, serta biji jeruk dan apel ini dikenal sebagai antioksidan kuat. Ketika dikombinasikan dengan Vitamin C dan E, Ferulic Acid dapat melipatgandakan kemampuan antioksidan dan memberikan perlindungan ganda terhadap paparan sinar UV. Selain itu, ia juga memiliki efek anti-aging dan mencerahkan kulit.
tocopheryl acetate.
Merupakan bentuk Vitamin E yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit. Tocopheryl Acetate membantu melindungi kulit dari paparan sinar UVB.
leontopodium alpinum (edelweiss) extract.
Ekstrak edelweiss kaya akan antioksidan potensial yang bahkan lebih kuat dari Vitamin C. Bahan ini efektif mencegah penuaan dini, menjaga elastisitas, dan kekencangan kulit. Kandungan lignan di dalamnya memiliki efek menenangkan, sementara senyawa leontopodic acid mampu memperkuat skin barrier dan mengurangi sensitivitas kulit.
Baca juga : Cek Ingredients Marina Expert White & Glow Gel Facial Foam Acne Clear+
polyglutamic acid.
Berasal dari asam amino glutamic acid, bahan ini bersifat identik dengan kulit (skin identical). Polyglutamic Acid memiliki kemampuan mengikat air dan menjaga kelembapan hingga 3-5 kali lebih baik dibandingkan hyaluronic acid, menjadikannya bahan yang sangat baik untuk mendukung kesehatan skin barrier.
colloidal gold.
Dipercaya memiliki manfaat dalam membantu mencegah tanda-tanda penuaan dini pada kulit.
Agen Sunscreen
titanium dioxide.
Merupakan sunscreen fisik atau mineral yang menawarkan perlindungan spektrum luas (melindungi dari UVB, UVA I, dan UVA II). Titanium Dioxide sangat stabil terhadap cahaya (photo-stable) dan memiliki kemampuan tambahan sebagai penyerap minyak (oil absorbent) serta agen mattifier.
octocrylene.
Bahan ini melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan UVA II. Octocrylene cukup stabil terhadap cahaya, dengan penurunan perlindungan hanya sekitar 10% setelah 95 menit pemakaian. Fungsinya juga penting dalam menstabilkan agen sunscreen lain yang kurang stabil seperti Avobenzone, serta meningkatkan ketahanan air (water-resistant) agar perlindungan tidak mudah luntur akibat keringat.
butyl Methoxydibenzoylmethane.
Dikenal juga sebagai Avobenzone, bahan ini merupakan agen sunscreen generasi lama yang banyak digunakan secara global. Ia efektif menyerap sinar UVA I dan UVA II. Namun, Avobenzone kurang stabil terhadap cahaya (tidak photo-stable), di mana perlindungannya dapat berkurang hingga 36% setelah terpapar sinar matahari langsung selama satu jam.
ethylhexyl methoxycinnamte.
Merupakan penyerap sinar UVB dan termasuk dalam kategori sunscreen kimiawi. Bahan ini ringan dan mudah diformulasikan. Namun, ethylhexyl methoxycinnamate juga tidak foto stabil, di mana nilai SPF-nya dapat berkurang 10% setelah terpapar sinar matahari langsung selama 35 menit.
Bahan pelengkap
- Aqua,
- cyclopentasiloxane, Silicone volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emolien dan agen pelicin (slip agent) untuk membantu formula merata dengan mudah.
- ethylhexyl methoxycrylene. Photo stabilizer yang membantu menstabilkan agen sunscreen yang kurang foto stabil.
- glyserine. Pelarut, identik dengan kulit, dan humektan yang membantu menarik kelembapan.
- dimethicone. Silicone yang berfungsi sebagai emolien semi-oklusif, melapisi kulit agar terasa halus dan licin. Memberikan efek pengisi kerutan sementara tanpa rasa lengket, serta mengunci kelembapan.
- Isohexadecane. Pelarut dan emolien.
- triethylhexanoin. Emolien dan pelumas yang membantu formula mudah diratakan, memberikan efek halus, dan tidak lengket di kulit.
- butylene Glycol. Pelarut, peningkat penetrasi, dan humektan.
- caprylyl methicone. Silicone volatil yang berfungsi sebagai emolien dan agen pelicin.
- cetearyl Methicone. Silicone volatil.
- peg/ppg-20/15 dimethicone. Silicone yang berfungsi sebagai emolien dan pengemulsi.
- trimethyloxysilicate. Sejenis silicone yang berfungsi sebagai emolien dan meningkatkan ketahanan air pada formula sunscreen.
- Tris/ppg-3 benzyl ether citrate. Emolien yang mengoptimalkan penyerapan sinar UVA oleh agen sunscreen kimiawi (PA-Booster).
- aluminium stearate. Menambah kekentalan formula sekaligus menjadi penstabil emulsi.
- ceteareth-20. Pengemulsi.
- alumina. Juga dikenal sebagai aluminum oxide, berfungsi sebagai ‘pigment carrier’ untuk memastikan pigmen, termasuk sunscreen mineral (seperti titanium dioxide), tercampur merata, mudah diratakan, dan tidak menggumpal. Alumina juga memiliki sifat penyerap minyak dan agen mattifier, serta menambah kekentalan dan sifat opacifying pada formula.
- polyhydroxystearic acid. Merupakan lilin alami yang berasal dari minyak jarak. Meningkatkan emoliensi dan bertindak sebagai agen pendispersi agar agen sunscreen fisik (titanium dioxide/zinc oxide) tercampur merata dalam formula. Juga membantu mengurangi efek white cast.
- BHT. Antioksidan sintetis untuk melindungi formula dari oksidasi.
- pentaerythrityl terta-di-t-butyl hydroxyhydrocinnamate. Antioksidan yang menstabilkan dan melindungi formula dari degradasi akibat paparan cahaya, udara, atau suhu tinggi.
- sodium chloride. Pengental ionik yang meningkatkan viskositas formula.
- cetearyl dimethicone crosspolymer. Silicone yang berfungsi sebagai emolien, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi. Seringkali dicampur dengan dimethicone dan cyclopentasiloxane untuk menciptakan efek sensorik yang nyaman.
- hydrolyzed wheat protein/pvp crosspolymer. Membantu menciptakan tekstur yang tidak lengket setelah pemakaian (non-tacky after feel) dan berfungsi sebagai peningkat SPF (SPF booster).
- Buteth-3. Pengemulsi.
- caprylyl Glycol. Peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan emolien.
- 1,2 hexanediol. Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- parfum,
- sodium Benzotriazolyl butyl phenol sulfonate. Melindungi formula dari degradasi akibat paparan cahaya.
- disodium edta. Agen pengkelat yang menetralisir ion logam untuk menjaga kestabilan formula.
- ethylhexylglycerin. Peningkat efektivitas pengawet dan humektan.
- pentylene Glycol. Pelarut, peningkat efektivitas pengawet, dan humektan.
- phenoxyethanol. Pengawet.
- tributyl citrate. Ester organik dari citric acid yang berfungsi sebagai penyangga (buffering) untuk mengatur level pH formula.
- potassium sorbate. Pengawet.
- sodium benzoate. Pengawet.
- acetic acid. Pengatur pH bersifat asam.
- citric acid. Pengatur pH bersifat asam.
- lactic acid. Pengatur pH, humektan, dan membantu menjaga acid mantle kulit.
Kesimpulan
✔️Teratu Beauty Sunscreen adalah sunscreen hybrid yang diformulasikan dengan empat agen sunscreen: satu fisik dan tiga kimiawi.
✔️Produk ini diklaim memiliki perlindungan maksimal SPF 50+, dengan hasil uji in-vivo menunjukkan angka SPF 65, yang berarti mampu melindungi kulit dari UVB hingga 98-99%. Tingkat perlindungan PA++++ memberikan proteksi terhadap UVA lebih dari 16 kali lebih lama dibandingkan tanpa menggunakan sunscreen.
✔️Sangat ideal untuk aktivitas di luar ruangan. Namun, disarankan untuk melakukan reapply jika berada di bawah sinar matahari dalam waktu lama (lebih dari 2 jam), terkena air, atau berkeringat banyak.
✔️Dilengkapi dengan 6 bahan utama (key ingredients) yang berkontribusi dalam merawat kesehatan dan kecantikan kulit.
✔️Bebas alkohol, paraben, dan mineral oil.
✔️Bebas minyak (Oil-free).
Mengandung potensi komedogenik pada beberapa bahan:
- Butylene Glycol (1),
- dimethicone (1),
- Ceteareth-20 (2)
- sodium chloride (5).
Namun, konsentrasi sodium chloride yang tidak mencapai 50% kemungkinan menurunkan potensi rating komedogeniknya. Kabar baiknya, sunscreen ini diklaim non-comedogenic dan aman digunakan oleh remaja. ✔️
❗Produk ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung aluminum stearate. Aluminum stearate mengandung stearic acid, sebuah asam lemak rantai panjang (13-22 karbon) yang disukai oleh jamur Malassezia.


Leave a Reply