Home » Cek Ingredients Safy Age Defy Day Cream SPF 25 PA++

Cek Ingredients Safy Age Defy Day Cream SPF 25 PA++

Cek Ingredients Safy Age Defy Day Cream SPF 25 PA++

GoNaturalCare.com – Safi Age Defy Radiant Day Emulsion SPF 25 PA++ hadir sebagai solusi perawatan kulit wajah yang mencerahkan dan melindungi dari sinar matahari. Produk ini diformulasikan khusus untuk memberikan tampilan kulit yang cerah berseri sepanjang hari, sekaligus menjaga kelembaban dan kekenyalan kulit.

Safi Age Defy Radiant Day Emulsion SPF 25 PA++ diperkaya dengan Light Diffusing Crystal yang dikombinasikan dengan Gold Extract dan Silk Protein. Kombinasi bahan ini bekerja sinergis untuk meratakan warna kulit, membuatnya tampak lebih cerah. Selain itu, produk ini memberikan perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB, menjaga kelembaban kulit, serta memberikan efek kulit yang kenyal dan segar.

Kandungan Gold Extract dalam produk ini diklaim memiliki kemampuan meremajakan kulit. Sementara itu, Silk Protein berfungsi membentuk lapisan pelindung pada kulit, sehingga kelembaban dan kehalusan kulit tetap terjaga. Perlindungan terhadap sinar UV A dan UV B juga menjadi salah satu keunggulan utama produk ini, menjadikannya pilihan ideal untuk penggunaan sehari-hari. Produk ini cocok digunakan untuk semua jenis kulit.

Safy Age Defy Day Cream SPF 25 PA++. Sumber: shopee

Untuk cara pakai, usapkan Safi Age Defy Radiant Day Emulsion SPF 25 PA++ pada wajah dan leher, lalu pijat dengan gerakan memutar. Produk ini direkomendasikan untuk digunakan pada pagi hari, setelah pemakaian Safi Age Defy Toner dan Safi Age Defy Gold Water.

Produk ini hadir dalam kemasan 25gr dengan perkiraan harga sekitar Rp70.000.

Penjelasan Ingredients Safy Age Defy Day Cream

Ingredients:

Aqua, Isohexadecane, Glycerin, Niacinamide, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Cyclopentasiloxane, Cyclohexasiloxane, Ethylhexyl Triazone, Butylene Glycol, Triethylhexanoin, Betaine, Titanium Dioxide, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, PPG-3 Myristyl Ether, Octocrylene, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer, Methyl Methacrylate Crosspolymer, Arachidyl Glucoside, Alumina, Carnosine, Bisabolol, Carbomer, PEG-100 Stearate, Glyceryl Stearate, Stearic Acid, Aminomethyl Propanol, Dimethicone Crosspolymer, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Disodium EDTA, Citric Acid, Ascorbyl Tetraisopalmitate, Tin Oxide, Sericin, Colloidal Gold, Acetyl Heptapeptide-9, Fragrance, Methylparaben, Methylisothiazolinone, CI 19140, CI 15985, CI 77891.

Bahan aktif

Niacinamide.

Niacinamide merupakan bahan aktif unggulan yang dikenal luas dalam dunia perawatan kulit. Manfaatnya sangat beragam, mulai dari mencerahkan kulit, merangsang sintesis ceramide yang penting untuk barrier kulit, hingga memiliki sifat anti-inflamasi. Selain itu, Niacinamide juga berperan sebagai sebum regulator yang membantu mengontrol produksi minyak berlebih, menyamarkan tampilan pori-pori, serta memiliki efek anti-acne dan anti-aging.

Betaine

Betaine adalah sejenis gula yang diekstraksi dari bit. Bahan ini memiliki kemampuan yang sangat baik dalam melindungi kulit sekaligus melembabkannya. Keunikan Betaine terletak pada fungsinya sebagai osmoprotektan, yang berarti mampu mengatur keseimbangan kadar air di dalam sel-sel kulit, menjaganya tetap terhidrasi.

Carnosine.

Carnosine adalah asam amino yang secara alami diproduksi di dalam tubuh manusia. Fungsinya adalah untuk mencegah kerusakan DNA yang dapat disebabkan oleh stres oksidatif. Dalam formulasi kosmetik, Carnosine dibuat secara sintetis dengan tujuan yang sama, yaitu sebagai antioksidan kuat dan cell-communicator yang efektif dalam mencegah penuaan dini pada kulit.

Bisabolol.

Bisabolol merupakan komponen aktif yang berasal dari bunga Chamomile. Bahan ini memiliki sifat skin soothing dan anti-inflamasi yang sangat baik, sehingga sangat efektif untuk menenangkan kulit yang mengalami iritasi maupun sensitif.

Baca juga : Cek Ingredients BIYU Oil Control Cleanser

Ascorbyl Tetraisopalmitate.

Ini adalah bentuk turunan dari Vitamin C yang stabil, terutama jika pH formulasi di bawah 5, dan bersifat larut dalam minyak. Sifatnya yang larut minyak memungkinkan penetrasi yang lebih baik ke dalam lapisan kulit. Berdasarkan uji in-vitro, Ascorbyl Tetraisopalmitate memiliki tiga manfaat utama Vitamin C, yaitu sebagai antioksidan, mampu meningkatkan sintesis kolagen, dan mencerahkan kulit dengan cara mengurangi melanogenesis hingga 80%.

Sericin.

Sericin adalah protein alami yang ditemukan dalam sutra, juga dikenal sebagai protein sutra (silk protein). Bahan ini sangat populer karena khasiat anti-agingnya. Sericin mengandung 18 jenis asam amino yang penting untuk produksi kolagen dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka pada kulit. Kemampuannya dalam menahan kelembaban kulit sekaligus mencegah Transepidermal Water Loss (TEWL) juga patut diperhitungkan. Selain itu, Sericin mampu mengembalikan faktor pelembab alami kulit (Natural Moisturizing Factor/NMF) seperti asam hialuronat, asam amino, dan asam urokanat, sehingga membantu menjaga elastisitas dan melindungi kulit.

Colloidal Gold.

Colloidal Gold adalah partikel emas berukuran nano yang dilarutkan dalam air melalui proses elektrolisis. Meskipun mengandung partikel emas, warnanya tidak terlihat keemasan, melainkan bergantung pada ukuran partikel dan konsentrasinya. Partikel emas ini dipercaya dapat menstimulasi produksi kolagen di bawah kulit. Namun, perlu dicatat bahwa emas adalah logam, dan studi lebih lanjut mengenai toksisitasnya masih diperlukan.

Acetyl Heptapeptide-9,

Bahan ini termasuk dalam kategori cell communicator ingredients. Merupakan peptida yang memiliki properti anti-aging. Berdasarkan uji in vitro, bahan ini diklaim dapat membantu menstimulasi regenerasi epidermal, meningkatkan produksi kolagen tipe I dan III, serta memicu sintesis protein.

Agen Sunscreen

Ethylhexyl Methoxycinnamate.

Bahan ini berfungsi sebagai penyerap sinar UVB. Merupakan sunscreen generasi lama yang tidak sepenuhnya photostable, artinya efektivitasnya dapat berkurang sekitar 10% setelah 35 menit terpapar matahari. Namun, bahan ini memiliki keunggulan secara kosmetik dan sangat populer digunakan dalam produk perawatan kulit.

Ethylhexyl Triazone.

Dikenal juga sebagai Uvinul T 150, bahan ini adalah sunscreen kimiawi generasi baru yang khusus berfungsi sebagai filter UVB. Keunggulannya adalah sangat photo-stable, artinya perlindungannya tidak mudah terdegradasi oleh paparan sinar matahari.

Titanium Dioxide.

Merupakan sunscreen mineral atau fisik. Bahan ini memberikan spektrum perlindungan yang luas (broad spectrum) terhadap sinar UV. Kelebihannya adalah lebih aman dan photo-stable. Meskipun secara kosmetik mungkin kurang elegan, Titanium Dioxide memiliki kemampuan menyerap minyak (oil absorbent) dan berfungsi sebagai agen mattifier.

Octocrylene.

Ini adalah sunscreen kimiawi yang melindungi kulit dari sinar UVB dan UVA II. Bahan ini cukup photo-stable, dengan penurunan efektivitas hanya sekitar 10% setelah 95 menit pemakaian. Octocrylene juga berperan dalam menstabilkan agen sunscreen lain, seperti Avobenzone, dan meningkatkan efek water-resistant, sehingga perlindungan tidak mudah luntur oleh keringat.

Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol.

Dikenal juga dengan nama Tinosorb M, bahan ini termasuk dalam kategori agen sunscreen generasi baru. Tinosorb M diklasifikasikan sebagai hybrid sunscreen, yang berarti memiliki kemampuan memantulkan sekaligus menyerap sinar UV. Ia memberikan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) terhadap UVB dan UVA, serta sangat photo-stable. Namun, salah satu kekurangannya adalah cenderung meninggalkan white-cast pada kulit.

Bahan pelengkap

  • Aqua
  • Isohexadecane. Berbahan dasar gula beet, berfungsi sebagai agen hydrator. Memiliki properti osmoprotektan yang menyeimbangkan kadar air di dalam sel kulit.
  • Glycerin. Berfungsi sebagai pelarut, bersifat skin identical, dan merupakan humektan yang menarik kelembaban ke kulit.
  • Cyclopentasiloxane. Silikon volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emollient dan slip agent untuk memberikan tekstur yang halus.
  • Cyclohexasiloxane. Memiliki fungsi yang sama dengan cyclopentasiloxane.
  • Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • Triethylhexanoin. Berperan sebagai emollient dan pelumas, membantu formula mudah diratakan dan memberikan efek kulit yang halus tanpa rasa lengket.
  • PPG-3 Myristyl Ether. Berfungsi sebagai emollient.
  • Hydroxyethyl Acrylate/Sodium Acryloyldimethyl Taurate Copolymer. Merupakan pengental sintetis yang berfungsi menambah kekentalan formula.
  • Methyl Methacrylate Crosspolymer. Berfungsi sebagai penyerap minyak (oil absorbent) dan agen mattifier.
  • Arachidyl Glucoside. Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Alumina. Merupakan pengental mineral yang menambah kekentalan formula sekaligus berfungsi sebagai penyerap minyak dan agen mattifier.
  • Carbomer. Pengental sintetis yang berfungsi sebagai agen pembentuk gel, membantu menciptakan formula bertekstur gel.
  • PEG-100 Stearate. Berfungsi sebagai pengemulsi dan emollient.
  • Glyceryl Stearate. Berfungsi sebagai pengemulsi dan emollient.
  • Stearic Acid. Merupakan asam lemak yang menambah kekentalan formula, berfungsi sebagai emollient, dan penstabil emulsi.
  • Aminomethyl Propanol. Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat basa.
  • Dimethicone Crosspolymer. Merupakan silikon yang berfungsi sebagai pengental dan penstabil emulsi.
  • Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer. Berupa bubuk silikon yang memberikan efek halus seperti sutra (silky) dan berbedak (powdery) pada tekstur produk, sekaligus menambah kekentalan formula.
  • Disodium EDTA. Berfungsi sebagai agen pengkelat (chelating agent) untuk menetralkan ion logam yang dapat mengganggu kestabilan formula.
  • Citric Acid. Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) yang bersifat asam.
  • Tin Oxide. Dikenal juga sebagai CI 77861, memiliki efek pigmen yang dapat berubah warna tergantung sudut pandang (efek warna ganda). Biasanya dikombinasikan dengan mica dan titanium dioxide untuk menciptakan efek kilau (glossy) dan mutiara (pearly).
  • Fragrance. Pewangi.
  • Methylparaben. Pengawet.
  • Methylisothiazolinone. Pengawet yang sangat efektif meskipun dalam konsentrasi rendah. Umumnya digunakan untuk produk wash-off. Konsentrasi maksimum yang disarankan adalah 0,01%.
  • CI 19140. Pewarna makanan kuning tartrazine.
  • CI 15985. Pewarna makanan sunset yellow.
  • CI 77891. Pigmen putih (titanium dioxide).

Kesimpulan

✔️Safi Age Defy Day Cream mengandung delapan bahan aktif yang difokuskan untuk mencegah penuaan dini pada kulit.

✔️Produk ini dilengkapi dengan lima agen Sunscreen (termasuk hybrid) yang efektif melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV, dengan cakupan SPF 25 PA++. Ini berarti produk mampu melindungi kulit dari UVB hingga 96% dan dari UVA setidaknya 4-8 kali lebih lama dibandingkan tanpa menggunakan sunscreen.

Mengenai durasi perlindungan, penting untuk diingat bahwa aplikasi ulang setiap dua jam tetap disarankan untuk memastikan perlindungan optimal. 😆

✔️Produk ini bebas alkohol.

✔️Formulasi oil-free dengan potensi komedogenik yang rendah, tercatat pada butylene Glycol (1), peg-100 stearate (1), dan stearic acid (2).

✔️Sangat sesuai untuk jenis kulit normal, kering, aging, dan mature.

❗Produk ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung peg-100 stearate, glyseryl stearate, dan stearic acid.

❗Produk ini masih mengandung Paraben.

❗Pengawet Methylisothiazolinone yang digunakan lebih cocok untuk produk wash-off.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *