Home » Cek Ingredients POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream

Cek Ingredients POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream

Cek Ingredients POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream

GoNaturalCare.com – POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream hadir dengan formulasi inovatif yang dirancang untuk mencerahkan kulit dalam waktu singkat. Mengusung teknologi dari Lion Japan, krim ini diperkaya dengan ekstrak Biji Alpinia Katsumadai yang diklaim mampu menyamarkan noda hitam hanya dalam 7 hari pemakaian. Lebih dari sekadar mencerahkan, produk ini juga bertujuan menjadikan kulit lebih halus, sehat, dan terlindungi dari paparan sinar matahari.

POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream diformulasikan untuk memberikan solusi perawatan kulit harian yang efektif. Dengan kandungan ekstrak Biji Alpinia Katsumadai yang diproses menggunakan teknologi terdepan, krim ini diklaim mampu mengurangi tampilan noda pada wajah hanya dalam satu minggu penggunaan. Selain itu, formulanya dirancang untuk mencerahkan kulit secara keseluruhan, membuatnya terasa lebih halus dan tetap terjaga kesehatannya.

Produk ini dilengkapi dengan UV Protector Advanced Brightening yang mencakup perlindungan UVA dan UVB, serta SPF 19 PA++. Kombinasi ini berfungsi melindungi kulit dari efek buruk sinar matahari, menjaga kesehatan kulit, dan membantu mencapai tampilan kulit putih merata yang tampak alami.

Nomor BPOM yang tertera untuk produk ini adalah NA18160101928. Klaim klaim efektivitas dalam menyamarkan noda dalam 7 hari didasarkan pada hasil uji klinis. Produk ini hadir dalam kemasan netto 20 gram.

Penjelasan Ingredients Poise Luminous White SPF 19 PA++

Berikut adalah daftar lengkap bahan yang terkandung dalam POISE Luminous White SPF 19 PA++:

Water, Cyclopentasiloxane, Cetyl Alcohol, Alpinia Katsumadai Seed Extract, Stearid Acid, Vinly Dimethicone / Methicone Silsesquioxane Crosspolymer, Alcohol, Ethyl – hexyl Methoxycinnamate, Titanium Dioxide, Glycerin, Butylene Glycol, Butyl Methoxydibenzolymethane, Pottasium Hydroxide, Mica, Perfume, Caprylic / Capric Glycerides, Phenoxyethanol, Methylparaben, Propylparaben, Tocopheryl Acetate, Stearyl Glycyrrhentinate, Sorbitan Stearate, Carbomer, Tin Oxide, Dimethicone, Disodium EDTA, Aluminum Hydroxide, Bentonite, CI 16185, CI 42090

Key Ingredients

Alpinia Katsumadai Seed Extract.

Dikenal juga sebagai alpiniaWhite, ekstrak ini kaya akan senyawa flavonoid seperti alpinetin, cardamonin, dan saponin. Berdasarkan penelitian, ekstrak alpinia memiliki sifat antibakteri, antimutagenik, antioksidan, dan anti-inflamasi. Lebih lanjut, ekstrak ini mampu menghambat aktivitas enzim elastase, yang berperan dalam perusakan jaringan elastin pada kulit. Selain itu, ekstrak alpinia juga terbukti memiliki kemampuan sebagai inhibitor tirosinase, yang berarti dapat menghambat produksi melanin, sehingga memberikan efek mencerahkan pada kulit.

Tocopheryl Acetate,

Merupakan bentuk Vitamin E yang dikenal sebagai antioksidan kuat. Vitamin E berperan penting dalam melembapkan kulit dan membantu proses pemulihan luka pada kulit.

Agen Sunscreen

Ethylhexyl Methoxycinnamate.

Bahan ini berfungsi sebagai filter UVB dan termasuk dalam kategori sunscreen kimiawi. Keunggulannya terletak pada teksturnya yang ringan dan kemudahan dalam formulasi. Namun, perlu dicatat bahwa bahan ini tidak sepenuhnya stabil secara foto, di mana nilai SPF-nya dapat berkurang sekitar 10% setelah terpapar sinar matahari langsung selama 35 menit.

Titanium Dioxide.

Merupakan agen sunscreen fisik atau mineral. Bahan ini menawarkan perlindungan spektrum luas, mampu melindungi kulit dari paparan sinar UVB dan UVA. Selain itu, Titanium Dioxide juga memiliki kemampuan menyerap minyak berlebih, sehingga memberikan efek mattifying. Sebagai pigmen mineral, ia juga berfungsi sebagai opacifier yang membantu memberikan warna pada produk agar tidak transparan.

Butyl Methoxydibenzolymethane.

Dikenal luas dengan nama Avobenzone, bahan ini merupakan salah satu agen sunscreen kimiawi yang paling populer secara global. Fungsinya adalah sebagai penyerap sinar UVA. Serupa dengan Ethylhexyl Methoxycinnamate, Avobenzone juga tidak stabil secara foto, yang dapat menyebabkan penurunan nilai PA hingga 36% setelah terpapar sinar UV secara langsung.

Bahan pelengkap

  • Water: Merupakan basis utama dalam formulasi produk perawatan kulit, berfungsi sebagai pelarut.
  • Cyclopentasiloxane: Termasuk dalam kategori silikon volatil yang mudah menguap. Berfungsi sebagai emollient yang melembutkan kulit dan membantu formula agar lebih mudah diratakan di permukaan kulit.
  • Cetyl Alcohol: Merupakan lemak alkohol yang berfungsi sebagai emollient, memberikan kelembapan pada kulit. Selain itu, bahan ini juga berkontribusi dalam menambah kekentalan formula dan bertindak sebagai penstabil emulsi.
  • Stearid Acid: Asam lemak yang berperan sebagai emollient. Fungsinya sama dengan Cetyl Alcohol, yaitu melembutkan kulit, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi.
  • Vinly Dimethicone / Methicone Silsesquioxane Crosspolymer: Merupakan campuran silikon yang berfungsi sebagai emollient. Bahan ini membantu menambah kekentalan formula dan meningkatkan estetika kosmetik, memberikan rasa halus dan lembut pada kulit.
  • Alcohol: Berfungsi sebagai pelarut yang efektif, membantu penyerapan formula ke dalam kulit, dan membuat tekstur formula terasa lebih ringan. Bahan ini juga memiliki sifat mengontrol minyak (astringent) dan antimikroba.
  • Glycerin: Merupakan pelarut alami yang bersifat skin identical, artinya mirip dengan komponen alami kulit. Glycerin adalah humektan yang sangat baik, mampu menarik dan menahan kelembapan di kulit.
  • Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif ke dalam kulit, dan juga sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit.
  • Pottasium Hydroxide: Senyawa basa yang digunakan sebagai pH adjuster untuk mengatur tingkat keasaman atau kebasaan produk agar sesuai dengan pH kulit.
  • Mica: Memberikan efek kilau, shimmer, atau glossy pada produk, yang dapat meningkatkan tampilan visual kulit.
  • Perfume: Memberikan aroma pada produk.
  • Caprylic / Capric Glycerides: Merupakan emollient yang melembutkan kulit dan juga berfungsi sebagai pengemulsi yang membantu mencampurkan fase minyak dan air dalam formula.
  • Phenoxyethanol: Digunakan sebagai pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme dalam produk.
  • Methylparaben: Termasuk dalam golongan paraben yang berfungsi sebagai pengawet.
  • Propylparaben: Juga merupakan pengawet dari golongan paraben.
  • Stearyl Glycyrrhentinate: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Sorbitan Stearate: Merupakan pengemulsi yang membantu menstabilkan emulsi dalam produk.
  • Carbomer: Digunakan sebagai gelling agent untuk mengentalkan formula produk.
  • Tin Oxide: Berfungsi sebagai opacifyier, yaitu bahan yang membuat formula tidak transparan.
  • Dimethicone: Jenis silikon yang bersifat semi-oklusif, membantu mengunci kelembapan kulit dan menciptakan efek permukaan kulit yang halus dan licin.
  • Disodium EDTA: Merupakan chelating agent yang berfungsi untuk menetralkan ion logam dalam formula, sehingga menjaga kestabilan produk.
  • Aluminum Hydroxide: Berfungsi sebagai opacifyier, memberikan warna pada produk agar tidak transparan.
  • Bentonite: Merupakan jenis mineral clay yang dapat menambah kekentalan formula, serta memiliki kemampuan menyerap minyak berlebih (oil absorbent) sehingga memberikan efek mattifier.
  • CI 16185: Pewarna sintetis berwarna merah.
  • CI 42090: Pewarna sintetis berwarna biru terang (brilliant blue).

Kesimpulan

✔️ POISE Luminous White SPF 19 PA++ Whitening Day Cream memiliki dua bahan utama yang difokuskan untuk mencerahkan warna kulit sekaligus memberikan perlindungan antioksidan.

✔️ Produk ini dilengkapi dengan perlindungan SPF 19 yang efektif melindungi kulit dari sekitar 95-97% sinar UVB, serta PA++ yang memberikan perlindungan terhadap sinar UVA hingga 4-8 kali lebih lama dibandingkan tanpa menggunakan tabir surya.

✔️ Terdapat dua varian day cream dari POISE, salah satunya adalah versi tanpa SPF. Jika dicermati, komposisi bahan pada kedua varian ini cenderung mirip, dengan sedikit perbedaan pada urutan bahan.

✔️ Formula produk ini diklaim bebas minyak (oil-free), namun mengandung bahan yang berpotensi menimbulkan komedo (comedogenic).

  • Bahan dengan potensi komedogenik meliputi Cetyl Alcohol (dengan tingkat potensi 3) dan Stearic acid (dengan tingkat potensi 2). Meskipun demikian, potensi ini tidak terlalu mengkhawatirkan dan dapat diatasi dengan rutinitas pembersihan ganda (double cleanse) yang rajin untuk mencegah penumpukan calon komedo.

❗ Perlu diperhatikan bagi pemilik kulit sensitif atau yang menghindari alkohol, produk ini mengandung alkohol pada urutan ketujuh dalam daftar bahan.

❗ Bagi individu yang memiliki kekhawatiran terhadap paraben, produk ini juga mengandung paraben.

❗ Produk ini tidak tergolong aman untuk fungal acne (jerawat jamur), karena mengandung bahan seperti stearic acid dan sorbitan stearate yang berpotensi memicu pertumbuhan jamur Malassezia.

Baca juga : Cek Ingredients HAUM SUNSTICK SPF 39 PA ++++

✔️ Dari segi harga, produk ini sangat terjangkau, dengan kisaran harga sekitar Rp 15.000.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *