Home » Cek Ingredients Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash

Cek Ingredients Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash

Cek Ingredients Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash

GoNaturalCare.com – Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash merupakan produk pembersih wajah harian yang diformulasikan untuk membersihkan kulit dari debu, minyak, dan kotoran. Produk ini diperkaya dengan ekstrak saffron, licorice, dan damar putih yang diklaim dapat membantu mencerahkan serta menjadikan kulit tampak lebih bersih.

Produk ini memiliki beberapa manfaat utama, yaitu membersihkan kulit wajah secara efektif dan membantu mencerahkan kulit.

Cara penggunaannya pun cukup mudah. Tuangkan produk secukupnya ke telapak tangan, kemudian busakan terlebih dahulu. Usapkan busa ke seluruh wajah sambil memijatnya dengan gerakan memutar untuk melarutkan minyak dan kotoran. Terakhir, bilas wajah hingga bersih.

Ingredient Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash

Penjelasan Ingredients Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash

Ingredients overview

Water (Aqua), Ammonium Lauryl Sulfate, Cocamidopropyl Betaine, Glycol Distearate, Sodium Cocoyl Glutamate, Disodium Cocoyl Glutamate, Coco-Glucoside, Glycol Distearate, Glycerin, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, PEG-150 Distearate, Cetyl Alcohol, Glyceryl Oleate, Fragrance, Phenoxyethanol, Sodium Hydroxide, Crocus Sativus (Saffron) Flower Extract, Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract, Citric Acid, Menthyl Lactate, Methylchloroisothiazolinone, Methylisothiazolinone, Disodium EDTA, Tocopheryl Acetate, Punica Granatum (Pomegranate) Fruit Extract, Menthol, Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract, Vateria Indica (White Dammar) Bark Extract, FD&C Yellow No. 6

Key Ingredients

Crocus Sativus (Saffron) Flower Extract,

Ekstrak saffron mengandung komponen aktif seperti crocin, picrocrocin, dan safranal. Selain itu, saffron juga kaya akan antioksidan seperti anthocyanin, flavonoid, vitamin, asam amino, dan carotenoid. Saffron memiliki kemampuan melindungi kulit dari sinar UV yang lebih baik dibandingkan beberapa agen sunscreen kimiawi. Ekstrak ini juga diklaim dapat menghambat proses pigmentasi dan memiliki efek anti-aging.

Cucumis Sativus (Cucumber) Fruit Extract,

Ekstrak timun kaya akan asam amino dan asam organik yang berperan dalam menjaga keseimbangan ‘acid mantle’ kulit. Kandungan enzim shikimate dehydrigenase di dalamnya memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit. Selain itu, timun juga menyediakan antioksidan, vitamin, dan mineral yang baik untuk melindungi serta menutrisi kulit.

Tocopheryl Acetate,

Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi kulit dari efek buruk sinar UVB. Vitamin E juga membantu menjaga kestabilan formula produk agar tidak mudah teroksidasi.

Punica Granatum (Pomegranate) Fruit Extract

Ekstrak buah delima kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif seperti cathechin, quercetin, dan kaempherol. Senyawa-senyawa ini berfungsi sebagai foto-protektif yang melindungi kulit dari efek buruk radiasi UVB.

Glycyrrhiza Glabra (Licorice) Root Extract,

Baca juga : Cek Ingredients L’Oreal Revitalift Hyaluronic Acid + Caffeine Eye Serum

Ekstrak akar manis atau licorice dikenal luas sebagai bahan pencerah kulit yang aman. Komponen utamanya, glabridin, membantu mencegah pigmentasi, sementara glycyrrhizin berperan mengurangi peradangan pada kulit.

Vateria Indica (White Dammar) Bark Extract,

Ekstrak kulit batang Vateria indica mengandung senyawa aktif dengan sifat anti-inflamasi, anti-bakteri, anti-oksidan, dan pencerah kulit. Bahan ini diklaim membantu mengatasi jerawat, mengurangi peradangan, serta memudarkan pigmentasi.

Agen Surfaktan

Ammonium Lauryl Sulfate,

Dikenal sebagai ALS, ini adalah surfaktan anionik yang memiliki kemampuan membersihkan sangat baik dan menghasilkan busa melimpah. ALS memiliki harga yang terjangkau dan dianggap sedikit lebih lembut dibandingkan Sodium Laureth Sulfate (SLES).

Cocamidopropyl Betaine,

Termasuk dalam kategori surfaktan amfoterik, bahan ini berfungsi sebagai peningkat busa dan agen pembersih yang lembut dengan tingkat iritasi rendah. Cocamidopropyl Betaine juga membantu menciptakan formula pembersih ber-pH rendah yang ramah lingkungan. Penggunaan yang direkomendasikan biasanya sekitar 30%.

Sodium Cocoyl Glutamate,

Disodium Cocoyl Glutamate,

Kedua surfaktan ini berbasis asam amino glycine dan minyak kelapa. Mereka membantu mengurangi efek keras yang mungkin ditimbulkan oleh SLS atau SLES, serta berkontribusi dalam menciptakan formula pembersih yang lembut untuk kulit sensitif dan bayi.

Coco-Glucoside,

Agen pembersih yang terbuat dari minyak kelapa dan glukosa ini menghasilkan busa yang stabil. Coco-Glucoside dikenal lembut di kulit dan bersifat biodegradable.

Bahan pelengkap

  • Water (Aqua),
  • Glycol Distearate berfungsi sebagai emolien, pengemulsi, pengental formula, serta agen opacifier dan pearly. Dalam produk pembersih, bahan ini memberikan tekstur putih dan berkilau.
  • Glycerin berperan sebagai pelarut, bahan yang identik dengan kulit (skin identical), dan humektan yang menarik kelembapan.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer adalah pengental sintetis yang digunakan untuk mengatur kekentalan produk.
  • PEG-150 Distearate berfungsi sebagai pengemulsi yang membantu mencampurkan minyak dan air dalam formula.
  • Cetyl Alcohol adalah jenis alkohol lemak yang berfungsi sebagai emolien, menambah volume formula, dan menstabilkan emulsi.
  • Glyceryl Oleate berperan sebagai pengemulsi.
  • Fragrance,
  • Phenoxyethanol adalah pengawet yang umumnya digunakan dengan konsentrasi maksimum 1%.
  • Sodium Hydroxide berfungsi sebagai pengatur pH yang bersifat basa.
  • Citric Acid adalah pengatur pH yang bersifat asam.
  • Menthyl Lactate adalah turunan menthol yang memberikan sensasi dingin pada kulit.
  • Methylchloroisothiazolinone merupakan pengawet yang sangat efektif dan hanya diizinkan untuk produk yang dibilas (wash-off) dengan konsentrasi di bawah 0,0015%.
  • Methylisothiazolinone juga merupakan pengawet yang sangat efektif meskipun dalam konsentrasi rendah, khusus untuk produk wash-off. Konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah 0,01%.
  • Disodium EDTA adalah agen pengkelat (chelating agent) yang berfungsi menetralisir ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
  • Menthol adalah senyawa organik yang berasal dari tanaman mint, memberikan efek mendinginkan pada kulit.
  • FD&C Yellow No. 6 adalah pewarna sintetis.

Kesimpulan

✔️Himalaya Clean Complexion Brightening Face Wash adalah pembersih wajah dengan formula bebas sulfat yang mengandung lima agen surfaktan. Kombinasi ini memberikan daya bersih yang baik namun tetap lembut di kulit.

✔️Produk ini menggunakan tipe surfaktan Ammonium Lauryl Sulfate (ALS) yang dianggap lebih lembut dibandingkan Sodium Lauryl Sulfate (SLS) atau SLES.

✔️Dilengkapi dengan enam bahan kunci yang bermanfaat untuk kesehatan dan mencerahkan kulit.

✔️Mengandung citric acid yang berfungsi menyeimbangkan pH formula.

✔️Menurut pengalaman pribadi, busa produk ini tidak terlalu banyak, mirip dengan varian Neem. Meskipun busanya tidak berlimpah, daya bersihnya cukup baik tanpa meninggalkan residu. Tidak ada rasa licin atau kesat setelah penggunaan. Aroma produk ini sangat disukai karena lembut, menenangkan, dan memberikan efek relaksasi.

✔️Efek dingin dari kandungan menthol terasa tidak terlalu kuat.

✔️Produk ini bebas alkohol.

✔️Bebas paraben.

✔️Tidak mengandung essential oil.

✔️Bebas minyak (oil-free) dan non-komedogenik.

✔️Meskipun tidak secara eksplisit bebas dari pemicu fungal acne, hal ini dapat diabaikan oleh sebagian pengguna.

✔️Ideal untuk semua jenis kulit, kecuali bagi mereka yang hipersensitif terhadap pewangi.

✔️Secara umum, produk ini tidak mengandung bahan yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil dan menyusui.

✔️Produk ini berasal dari India, telah terdaftar di BPOM, dan bersertifikasi Halal.

✔️Harga produk ini cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp34.000 untuk ukuran 100ml.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *