Home » Masih Sering Jadi Perdebatan, Seberapa Sering Harus Cuci Muka? Ini Jawaban Para Ahli

Masih Sering Jadi Perdebatan, Seberapa Sering Harus Cuci Muka? Ini Jawaban Para Ahli

Perdebatan Rutinitas Kebersihan Wajah – Frekuensi ideal mencuci muka masih menjadi topik diskusi yang hangat di kalangan banyak orang. Pertanyaan apakah cukup dua kali sehari, atau bahkan lebih, seringkali muncul. Namun, para ahli dermatologi telah memberikan pandangan yang jelas untuk membantu kita menentukan frekuensi yang tepat demi kesehatan kulit.

Pentingnya membersihkan wajah secara teratur tidak dapat disangkal. Menurut Dr. Lauren Moy, seorang dokter kulit dan ahli bedah kulit bersertifikasi ganda, mencuci muka berperan krusial dalam mengangkat kotoran, minyak, keringat, sisa riasan, dan polutan lingkungan yang terpapar pada kulit sepanjang hari. Ia menekankan bahwa rutinitas pembersihan yang konsisten dan tepat sasaran juga dapat meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit lainnya.

“Mengabaikan kebersihan wajah dapat menyebabkan penumpukan kotoran, minyak, dan sel kulit mati. Kondisi ini menjadi pemicu utama munculnya jerawat dan komedo,” jelas Dr. Moy, seperti dikutip dari Real Simple. Lebih lanjut, penumpukan tersebut dapat membuat kulit tampak kusam, warna kulit tidak merata, serta memicu iritasi atau peradangan, terutama jika keringat dan riasan dibiarkan menempel terlalu lama.

Namun, di sisi lain, kebiasaan mencuci muka yang berlebihan juga dapat menimbulkan berbagai masalah kulit. Holly Mueller, seorang perawat kosmetik dan pendiri Med 44 Arcadia, mengingatkan bahwa membersihkan wajah secara berlebihan dapat menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan kulit. Akibatnya, kulit bisa menjadi kering, teriritasi, bahkan lebih sensitif.

Frekuensi Ideal Mencuci Wajah

Ilustrasi cuci muka dengan face scrub/ Foto: Freepik.com

Lalu, berapa kali idealnya kita membersihkan wajah dalam sehari? Para ahli sepakat bahwa frekuensi yang direkomendasikan adalah dua kali sehari, yaitu pada pagi dan malam hari.

“Mencuci wajah di pagi hari berfungsi untuk menghilangkan keringat, minyak, dan residu produk yang mungkin menumpuk semalaman, termasuk krim, serum, dan produk rambut yang bisa berpindah ke wajah. Ini juga mempersiapkan kulit untuk rutinitas pagi, memungkinkan bahan aktif seperti antioksidan dan tabir surya bekerja secara optimal,” ujar Dr. Kseniya Kobets, seorang direktur dermatologi kosmetik di Montefiore Einstein Advanced Care.

Sementara itu, pembersihan wajah di malam hari memiliki peran penting untuk mengangkat keringat, kotoran, polusi yang menumpuk sepanjang hari, serta sisa produk perawatan kulit dan riasan yang telah diaplikasikan. Proses ini juga sangat krusial untuk meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit malam hari yang diaplikasikan setelahnya.

Lebih lanjut, frekuensi mencuci muka ini berlaku universal untuk semua jenis kulit. Perbedaan utama terletak pada pemilihan jenis pembersih wajah yang sesuai.

Bagi pemilik kulit sensitif, rentan iritasi, atau kering, disarankan untuk menggunakan pembersih wajah yang sangat lembut dengan kandungan pelembap tinggi, baik di pagi maupun malam hari, menurut Dr. Kobets. Pilihlah pembersih berbasis krim atau minyak, atau produk yang diperkaya dengan bahan-bahan humektan seperti gliserin, asam hialuronat, dan niacinamide.

“Saya sering mendengar keluhan bahwa air saja sudah cukup untuk membersihkan wajah, baik di pagi atau malam hari, karena pembersih dianggap terlalu mengeringkan. Namun, air saja mungkin tidak cukup untuk mengangkat lapisan kotoran, polutan, dan alergen musiman yang menempel di kulit,” jelas Dr. Kobets. “Ini berpotensi menyebabkan pori-pori tersumbat, memperburuk jerawat, dan memicu kambuhnya alergi.”

Panduan Mencuci Muka untuk Kulit Rentan Jerawat dan Berminyak

cm

Untuk individu dengan kulit yang cenderung berjerawat, mencuci muka dua kali sehari dengan pembersih bertekstur gel lembut atau berbasis air yang diformulasikan dengan bahan non-komedogenik adalah pilihan yang tepat.

Namun, jika Anda aktif berolahraga, aturan sedikit berbeda berlaku. Membersihkan wajah segera setelah berolahraga sangat disarankan untuk menghilangkan keringat, bakteri, dan minyak berlebih. Anda juga bisa menggunakan micellar water dan kapas lembut untuk membersihkan keringat atau kotoran ringan. Pastikan untuk selalu mengaplikasikan pelembap setelahnya.

Bagi pemilik kulit berminyak, mungkin ada anggapan bahwa semakin sering mencuci muka, semakin baik. Namun, anggapan ini keliru. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mencuci muka secara berlebihan justru dapat memperparah kondisi kulit.

“Terlalu sering membersihkan wajah dapat menghilangkan minyak alami kulit, yang pada akhirnya menyebabkan kekeringan, iritasi, dan ketidakseimbangan pada lapisan pelindung kulit,” tegas Dr. Moy. “Hal ini justru dapat memicu produksi minyak berlebih sebagai respons kompensasi dari kulit. Konsekuensinya, jerawat, iritasi, dan sensitivitas kulit bisa meningkat.”

Jika Anda merasakan kulit terasa kering dan tertarik, namun di permukaan terasa berminyak, ini adalah indikasi kuat bahwa Anda mencuci muka terlalu sering. Sebaiknya kembalilah ke rutinitas dua kali sehari dan gunakan pembersih yang lembut serta melembapkan dengan formula non-komedogenik.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *