Home » Asyiknya Berkunjung ke Museum R. Hamong Wardoyo

Asyiknya Berkunjung ke Museum R. Hamong Wardoyo

Asyiknya Berkunjung ke Museum R. Hamong Wardoyo

GoNaturalCare.com – Boyolali, sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang dikenal dengan julukan ‘Kota Susu’ berkat hasil susu sapinya yang melimpah, ternyata menyimpan potensi wisata edukasi yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu destinasi yang sayang dilewatkan adalah Museum R. Hamong Wardoyo. Museum ini berlokasi strategis di Jalan Raya Boyolali-Solo, tepatnya di Kecamatan Mojosongo.

Bangunan museum ini memiliki arsitektur yang unik dan estetis, mengingatkan pada Museum Louvre di Prancis. Dengan bentuk segi enam dan atap panel kaca tembus pandang yang menyerupai piramida, museum ini dibangun pada tahun 2015. Nama museum diambil dari Bupati Boyolali pertama yang memimpin kota tersebut setelah era kemerdekaan.

Bertepatan dengan libur semester, museum ini menjadi pilihan menarik untuk menyegarkan pikiran tanpa harus bepergian jauh akibat pandemi. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 10 menit dari rumah penulis menjadikannya destinasi yang mudah dijangkau. Pengunjung dapat menikmati keindahan museum ini secara gratis, cukup dengan mengisi buku tamu.

Museum ini terdiri dari tiga lantai, namun pengunjung umum hanya dapat menjelajahi lantai pertama dan kedua. Meskipun terlihat kecil dari luar, bagian dalam museum ternyata cukup luas dan mampu menampung berbagai koleksi benda bersejarah, mulai dari arca, miniatur, hingga beragam lukisan dan foto-foto lawas.

Setibanya di pintu utama, pengunjung akan disambut oleh patung R. Hamong Wardoyo. Di belakang meja resepsionis, terdapat gunungan dan di sampingnya dipajang wayang kulit dalam etalase kaca yang menjaga keutuhannya. Koleksi lain yang menarik perhatian adalah patung lembu sura atau ‘sapi ndekem’, yang merupakan ikon Kota Boyolali dan telah dikenal luas.

Di lantai dasar, pengunjung dapat menemukan berbagai peninggalan warisan budaya dari masa lalu, termasuk benda-benda bersejarah dari masa kerajaan. Salah satu yang paling menonjol adalah kereta kencana yang berada di tengah museum, sebuah kendaraan yang dulunya digunakan oleh raja dan ditarik kuda. Terdapat pula lumbung padi dan patung Ki Ageng Pandan Arang di dekatnya.

Lantai dua museum menawarkan pengalaman yang tak kalah memukau. Sepanjang koridor menuju lantai dua, tersaji koleksi foto-foto yang menampilkan potret Boyolali dari masa lalu hingga masa kini. Setiap foto dilengkapi dengan keterangan, nama fotografer, dan tahun pengambilan gambar, memberikan gambaran artistik dan narasi yang kaya.

Di lantai dua ini, pengunjung dapat melihat beragam foto yang menceritakan asal-usul Boyolali, mulai dari tarian reog, lanskap persawahan, hingga hasil pertanian. Selain itu, dipamerkan pula berbagai alat pertanian tradisional seperti cangkul, sabit, caping, dan luku, yang merupakan alat pembajak sawah yang ditarik lembu. Koleksi ini secara jelas menggambarkan potensi lahan pertanian Boyolali yang luas dan subur.

Dari lantai dua, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan di luar museum melalui dinding kaca yang mengelilingi ruangan. Museum ini juga didedikasikan untuk memamerkan foto-foto keluarga R. Hamong Wardoyo, lengkap dengan silsilah keluarga dan biodata yang dapat dipelajari langsung oleh pengunjung.

Baca juga : Kenali Ingredients Safi Hydra Glow Water Drop Moisturizer

Waktu berlalu begitu cepat saat menjelajahi museum ini, saking asyiknya menikmati setiap koleksi yang disajikan. Kunjungan ke Museum R. Hamong Wardoyo memberikan banyak pelajaran berharga yang takkan terlupakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *