Home » Silicone Volatil tidak menyebabkan Jerawat

Silicone Volatil tidak menyebabkan Jerawat

Silicone Volatil tidak menyebabkan Jerawat

GoNaturalCare.com – Banyak dari kita yang mungkin pernah mendengar bahwa silikon dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat atau breakout. Namun, penting untuk diketahui bahwa silikon memiliki berbagai jenis, dan tidak semuanya memiliki sifat serta efek samping yang sama. Salah satunya adalah silikon volatil.

Silikon volatil adalah jenis silikon dengan struktur molekul berbentuk cincin yang membuatnya tidak stabil dan mudah menguap. Ukuran molekulnya yang besar membuatnya tidak terserap ke dalam kulit, melainkan hanya melapisi bagian terluar kulit dan bersifat sementara. Silikon volatil berbentuk cairan, tidak berbau, jernih, dan dapat memberikan tekstur formula yang lebih silky.

Struktur molekul silikon volatil

Manfaat silikon volatil umumnya adalah sebagai emollient, penstabil emulsi, dan slip agent. Ia membantu penyebaran formula, membawa bahan aktif ke kulit, serta menciptakan efek sensorik yang memperbaiki tampilan kulit menjadi lebih halus, smooth, dan silky. Selain itu, silikon volatil membuat formula lebih cosmetically elegant, yang berarti membantu riasan agar lebih mulus, tidak lengket, dan tidak mudah menggumpal.

Mengenai pertanyaan apakah silikon volatil bersifat komedogenik, jawabannya adalah tidak. Sejauh ini, jenis silikon yang bersifat komedogenik adalah dimethicone, dengan peringkat komedogenik yang cukup rendah, yaitu 1. Sebaliknya, silikon volatil tidak menyebabkan pori-pori tersumbat karena sifatnya yang mudah menguap, hanya tinggal sementara di kulit, dan tidak bersifat oclusive (menutup). Dengan demikian, kulit tetap dapat bernapas dan tidak ada potensi sebum terperangkap di bawah kulit.

Kesalahpahaman umum mengenai silikon yang sering dituduh sebagai penyebab breakout terjadi karena adanya generalisasi. Banyak yang menganggap semua silikon bersifat semi-oclusive, membentuk lapisan penutup yang menjebak sebum dan berkontribusi pada pembentukan komedo. Klaim produk seperti “tanpa silikon” atau “silicone-free” semakin memperkuat persepsi negatif ini.

Padahal, fakta menunjukkan bahwa silikon, jika berdiri sendiri, tidak bersifat komedogenik. Hal ini berbeda dengan silikon volatil yang mudah menguap. Silikon volatil bersifat ringan, memiliki tingkat penguapan yang tinggi, tidak bertahan lama di kulit, dan tidak membentuk lapisan oclusive. Ia tidak menjebak apapun di bawah kulit.

Silikon volatil akan menguap dari kulit dalam waktu kurang lebih 45 menit, dan sepenuhnya menguap dalam waktu 2 jam.

Beberapa jenis silikon volatil yang umum ditemukan antara lain:

  • cyclopentasiloxane
  • cyclotetrasiloxane
  • cyclohexasiloxane
  • phenyl trimethicone
  • Caprylyl methicone
  • Cyclomethicone

Dengan demikian, silikon volatil aman untuk kulit yang rentan berjerawat. Sifatnya yang hanya “mengantar” bahan aktif lalu menguap tanpa meninggalkan jejak atau menjebak apapun di pori-pori menjadikannya pilihan yang baik. Jika produk tidak mengandung bahan komedogenik lain dan justru memiliki bahan aktif yang baik untuk jerawat, silikon volatil justru dapat membantu pengantaran bahan aktif tersebut ke kulit. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa silikon dapat membantu pemulihan lesi jerawat dan mengurangi pembentukan bekas jerawat (acne scarring).

Baca juga : Cek Ingredients Moriganic Sunscreen UV Watery Sun Cream SPF 50 PA++++

Meskipun demikian, silikon volatil tetap berpotensi menimbulkan efek samping seperti iritasi dan hipersensitivitas pada kondisi kulit tertentu.

Secara umum, silikon volatil cenderung aman untuk hampir semua jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Sifatnya yang hypoallergenic, tidak mengiritasi, dan tidak reaktif membuatnya cocok untuk banyak orang. Pengecualian mungkin terjadi pada individu yang memiliki alergi spesifik terhadap silikon, meskipun kasus ini sangat jarang.

Bagi Anda yang khawatir dengan produk yang mengandung silikon, fokuslah pada silikon volatil. Jika produk mengandung jenis silikon lain seperti dimethicone, perhatikan potensi komedogenik dari bahan lain dalam formulasi tersebut. Dimethicone sendiri memiliki potensi komedogenik rendah, namun dapat meningkatkan potensi komedogenik bahan lain dalam produk.

Anda tetap dapat menggunakan skincare yang mengandung silikon. Secara umum, silikon aman, tidak berbahaya bagi ibu hamil, tidak toksik, dan aman untuk penggunaan jangka panjang. Ukuran molekulnya yang besar mencegahnya terserap ke lapisan kulit terdalam dan masuk ke aliran darah.

Jika Anda merasa silikon adalah penyebab breakout, pertimbangkan kembali kemungkinan bahwa bahan lain dalam produk tersebutlah yang lebih berperan. Cobalah produk dengan formulasi berbeda dan kesampingkan anggapan bahwa silikon adalah penyebab utama jerawat.

Kesimpulannya, tidak semua silikon buruk dan harus dihindari, bahkan untuk kulit yang rentan berjerawat. Yang terpenting adalah memperhatikan keseluruhan formulasi produk, termasuk keberadaan bahan-bahan lain yang berpotensi menyebabkan jerawat. Oleh karena itu, tidak cukup hanya mengandalkan daftar bahan, tetapi cobalah produk tersebut pada kulit Anda untuk mengetahui efeknya secara langsung.

Terima kasih telah membaca postingan Silikon Volatil Tidak Menyebabkan Jerawat. Mohon koreksi jika ada kesalahan.

Sumber referensi:

  • https://blog.reneerouleau.com/silicone-in-skincare/#:~:text=Do%20Silicone%20Ingredients%20Cause%20Breakouts,%2C%20as%20I’ll%20explain.
  • https://www.priia.com/beauty-buzz/silicones-clog-pores/
  • https://thedermreview.com/cyclomethicone/
  • https://labmuffin.com/silicone-mythbusting-with-video/

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *