GoNaturalCare.com – Sejak diperkenalkan ke dunia produk perawatan kulit, Azarine terus menarik perhatian dengan inovasi dan formulasinya. Salah satu produk terbaru yang menarik rasa ingin tahu adalah Azarine Acne Gentle Cleansing Foam, sebuah pembersih wajah yang dirancang khusus untuk kulit berjerawat. Pertanyaan yang muncul adalah, apakah produk ini juga mengandung ekstrak krokot yang dikenal bermanfaat bagi kulit? Mari kita telusuri kandungan lengkapnya.
![]() |
| Azarine Acne Gentle Cleansing Foam |
Ingredients:
Aqua, Disodium Laureth Sulfosuccinate, Cocoamidopropyl Betaine, Propanediol, Glycerin, Aloe Barbadensis Leaf Extract, Hamamelis Virginia Leaf Extract, Polyacrylate Crosspolymer-6, Alcohol, Citrus Limon (lemon) fruit extract, Chlorphenesin, Salicylic Acid, Rheum Palmatum Root Extract, Allantoin, Honey (mel), Portulaca Oleracea Extract, Fragrance, Citric Acid. (Note: Ingredients From Natural Resources)
Penjelasan Ingredients Azarine Acne Gentle Foam
Active Ingredients
- Aloe Barbadensis Leaf Extract
- Hamamelis Virginia Leaf Extract
- Citrus Limon (lemon) fruit extract
- Salicylic Acid
- Rheum Palmatum Root Extract
- Allantoin
- Honey (mel)
- Portulaca Oleracea Extract
Ternyata benar, produk ini mengandung ekstrak krokot (Portulaca Oleracea Extract). Ini sejalan dengan ciri khas Azarine yang seringkali memanfaatkan ekstrak tumbuhan sebagai bahan aktif utamanya. Kombinasi ekstrak lidah buaya, witch hazel, lemon, dan krokot sangat efektif dalam mengatasi masalah jerawat berkat sifat anti-inflamasi, skin-soothing, astringent, dan oil control. Selain itu, ekstrak tumbuhan ini juga kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan kulit.
Salah satu kandungan yang mungkin terdengar asing adalah ekstrak akar Rhubarb cina (Rheum Palmatum Root Extract). Tanaman ini telah lama digunakan dalam pengobatan herbal dan memiliki manfaat antimikroba, antioksidan, anti-redness, anti-inflamasi, dan anti-jerawat yang komprehensif.
Selain itu, Azarine Acne Gentle Cleansing Foam diperkaya dengan Salicylic Acid (BHA), yang merupakan bahan aktif unggulan dalam memerangi jerawat, bruntusan, komedo, dan kulit berminyak. Salicylic acid tidak hanya bersifat antibakteri, tetapi juga berfungsi sebagai agen eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati, mempercepat pergantian sel kulit, serta mengontrol produksi minyak berlebih.
Kehadiran Allantoin memberikan efek skin-soothing, meredakan kemerahan, bengkak, dan gatal yang sering menyertai jerawat, serta membantu mempercepat penyembuhan luka.
Honey (madu) juga menjadi salah satu bahan penting. Madu dikenal memiliki segudang manfaat, mulai dari sifat antibakteri, oil-control, mencegah kulit kusam, melembapkan, hingga menutrisi kulit, menjadikannya bahan ideal untuk perawatan kulit berjerawat.
Bagaimana dengan ingredients pelengkapnya?
Aqua,
Disodium Laureth Sulfosuccinate, Cocoamidopropyl Betaine,
Propanediol,
Glycerin,
Polyacrylate Crosspolymer-6,
Alcohol,
Chlorphenesin,
Citric Acid,
Fragrance.
Disodium Laureth Sulfosuccinate merupakan surfaktan yang digunakan Azarine, berbeda dari sabun wajah pada umumnya yang seringkali menggunakan NaOH, SLES, atau SLS. DLS dianggap lebih mild, gentle, dan aman karena bukan jenis sulfat, memiliki molekul yang lebih besar sehingga tidak mudah meresap ke dalam kulit dan menyebabkan iritasi. Produk dengan DLS sering dikategorikan sebagai produk sulfat-free dan cocok untuk kulit sensitif serta eksim.
Cocoamidopropyl Betaine (CAPB) adalah surfaktan yang berfungsi sebagai foam-booster atau pemicu busa. Senyawa organik turunan minyak kelapa ini juga dikenal karena sifatnya yang mild dan gentle.
Propanediol hadir sebagai alternatif yang lebih alami dari propylene glycol. Fungsinya sama sebagai pelarut dan pengencer, namun terbuat dari bahan organik sehingga lebih ramah kulit dan lingkungan.
Glycerin adalah bahan pelembap yang umum ditemukan dalam berbagai produk perawatan kulit.
Polyacrylate Crosspolymer-6 berfungsi sebagai pengental untuk memberikan tekstur yang pas pada produk pembersih wajah.
Alkohol dalam formulasi ini memiliki fungsi antibakteri dan astringent. Bagi pemilik kulit berminyak dan berjerawat yang tidak terlalu sensitif, keberadaan alkohol ini umumnya tidak menjadi masalah karena sifatnya yang cepat menguap dari kulit.
Citric Acid berperan penting dalam menyeimbangkan pH produk. Karena surfaktan pada sabun cenderung bersifat basa, penambahan asam seperti citric acid membantu menetralkan pH agar lebih sesuai dengan pH alami kulit, bahkan berpotensi menciptakan formulasi low pH.
Pengawet, yaitu Chlorphenesin, sangat penting untuk menjaga stabilitas produk dan mencegah pertumbuhan bakteri. Penggunaan pengawet yang telah terdaftar di BPOM dan tidak menimbulkan alergi pada kulit adalah hal yang aman.
Kesimpulan
✔️ Tidak menggunakan SLS/sulfat-free, sehingga busanya lebih mild dan gentle.
✔️ Kaya akan plant extract yang berfungsi sebagai skin-soothing dan anti-inflamasi.
✔️ Mayoritas ingredients berasal dari bahan alami.
✔️ Mengandung BHA yang bersifat antibakteri, mengontrol minyak, dan mengangkat sel kulit mati.
✔️ Mengandung Citric Acid untuk keseimbangan pH.
✔️ Harga terjangkau, kisaran 35 ribuan rupiah.
❗ Mengandung alkohol.
Baca juga : Review dan Ingredients Sabun Kojie San
❗ Mengandung ekstrak lemon yang berpotensi memicu sensitivitas pada sebagian orang.


Leave a Reply