Home » Ingredients yang Boleh dan Tidak Boleh Dikombinasikan

Ingredients yang Boleh dan Tidak Boleh Dikombinasikan

Ingredients yang Boleh dan Tidak Boleh Dikombinasikan

GoNaturalCare.com – Memilih produk perawatan kulit yang tepat bisa menjadi tugas yang membingungkan, terutama ketika banyak bahan aktif yang tersedia. Seringkali, pertanyaan muncul mengenai kombinasi bahan mana yang aman dan efektif, serta mana yang sebaiknya dihindari. Artikel ini akan mengupas tuntas bahan-bahan yang boleh dan tidak boleh dikombinasikan dalam rutinitas perawatan kulit Anda.

Ingredients yang boleh di-kombi dan yang tidak..???

Topik ini sebenarnya sudah lama ingin diangkat, namun pengetahuan yang dirasa masih terbatas. Pencarian di internet pun seringkali menampilkan pendapat yang berbeda-beda, membuat para pencinta skincare semakin bingung.

Tanpa berpanjang lebar, mari kita bahas satu per satu.

Picture was taken from Freepik

1. Niacinamide + AHA BHA

Kedua bahan ini seringkali menjadi pertanyaan utama. Apakah boleh dilapiskan bersamaan? Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak.

❌ Tidak Boleh di-layer
Banyak yang berpendapat keduanya tidak kompatibel. Alasannya:

  1. Dapat mengganggu kinerja satu sama lain.
  2. Berpotensi menimbulkan iritasi.

Poin 1. (Mengganggu kinerja)
Setuju. Niacinamide dan acid memiliki pH yang berbeda. Jika dicampur, keduanya dapat saling menetralkan. pH Niacinamide sekitar 5, yang jika turun akan mengurangi efektivitasnya. Sementara itu, pH AHA/BHA berkisar 3-4. Jika pH naik, penetrasi menjadi sulit, sehingga eksfoliasi tidak optimal (sekaligus mengurangi efek sampingnya).

Poin 2. (Bikin iritasi)
Kurang setuju. Artikel yang membahas hal ini seringkali menyatakan bahwa niacinamide + acid menyebabkan iritasi, namun tanpa penjelasan mendalam. Ada kemungkinan niacinamide bereaksi dengan asam dan terhidrolisis menjadi Niacin (nicotinic acid). Niacin ini dapat memicu pelepasan prostaglandin yang menyebabkan skin flushing dan gatal, atau yang dikenal sebagai Niacin flush.

FYI: Niacin flush adalah efek samping dari konsumsi suplemen Niacin dosis tinggi, ditandai dengan pelebaran kapiler darah yang meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit, menyebabkan kemerahan. Gejala ini biasanya disertai rasa gatal, terbakar, dan kesemutan, mirip gejala sunburn. Meskipun tidak berbahaya, efek ini bisa sangat mengganggu.

Gejala niacin flush, biasanya akan hilang setelah sekitar 1 jam.

Namun, Faktanya: Niacinamide cukup stabil. Ia baru terhidrolisis menjadi Niacin jika pH mencapai 2, suhu 90°C, dan setelah lebih dari 75 jam. Kemungkinan konversi menjadi Niacin memang ada, tetapi dalam jumlah kecil yang umumnya tidak cukup untuk menimbulkan efek Niacin flush bagi kebanyakan orang.

Kesimpulan: Kombinasi Niacinamide + AHA BHA tidak akan menyebabkan iritasi/breakout. Masalah utamanya adalah potensi berkurangnya efikasi kedua bahan dan kemungkinan terjadinya Niacin flush yang bersifat sementara.

#Niacin flush seharusnya tidak dikategorikan sebagai iritasi karena dapat hilang dengan sendirinya, berbeda dengan iritasi yang memerlukan penanganan khusus.

✔️ Boleh dilayer

  1. Niacinamide boleh digunakan setelah proses eksfoliasi selesai (untuk produk rinse-off). Dalam kasus ini, niacinamide justru membantu mengembalikan fungsi skin barrier yang sempat terganggu.
  2. Konsentrasi niacinamide tidak lebih dari 5% (konsentrasi optimal tanpa efek samping).
  3. Niacinamide boleh dilayer/dikombinasikan dengan AHA BHA (leave-on) setelah diberi jeda minimal 15-30 menit. Alternatif terbaik adalah menggunakan Niacinamide di hari yang berbeda.

Lalu bagaimana jika AHA BHA + niacinamide terdapat dalam satu formula?
Dalam kasus ini, biasanya konsentrasi niacinamide tidak lebih dari 2% (atau sebaliknya, konsentrasi AHA BHA rendah). Hal ini aman dan tidak akan menyebabkan Niacin flush. Disarankan untuk melakukan patch test jika ragu.

2. AHA BHA + Retinol

Kombinasi ini perlu diwaspadai karena kedua bahan memiliki efek samping yang mirip. Jika digabungkan, risiko efek samping akan meningkat.

Ada pendapat bahwa pH retinol paling efektif adalah 5-6, sedangkan AHA BHA adalah 3-4. Jika dilayer, pH akan menjadi netral, sehingga keduanya tidak kompatibel.

Baca juga : Cek Ingredients L’oreal Revitalift Crystal Micro Essence

Bagaimana jika diberi jeda 30 menit? Tetap tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko iritasi, terutama bagi kulit sensitif.

3. AHA BHA + Vit C

Pendapat mengenai kombinasi ini bervariasi. Perbedaan pendapat seringkali disebabkan oleh banyaknya jenis Vitamin C:

  • L-ascorbic acid/pure Vit C (pH 3-4)
  • Ethyl ascorbic acid (pH 4-5)
  • Ascorbyl tetraisopalmitate (pH 4-6)
  • Ascorbyl glucoside (pH 5-7)
  • Sodium ascorbyl phosphate (pH 6-7)
  • Magnesium ascorbyl phosphate (pH 6-7)

✔️ Boleh:

  1. Jika Vitamin C jenis ethyl ascorbic acid (pH 4-5). Setelah eksfoliasi dengan AHA BHA, pH kulit menjadi lebih rendah, yang dapat membantu penetrasi ethyl ascorbic acid. Dengan berkurangnya sel kulit mati, Vitamin C dapat masuk lebih optimal. Kombinasi AHA BHA + ethyl ascorbic acid dapat meningkatkan efikasi keduanya.
  2. Jika konsentrasi Vitamin C tidak lebih dari 5%. Konsentrasi tinggi pada turunan Vitamin C dapat meningkatkan risiko sensitivitas jika dikombinasikan dengan AHA BHA.
  3. Jika persentase bahan-bahan tersebut (Vit C, AHA, BHA) sama-sama rendah, seperti yang sering ditemukan dalam satu formula produk.

❌ Tidak boleh:

  1. Jika dikombinasikan dengan Vitamin C murni/L-ascorbic acid. Meskipun keduanya bekerja pada pH yang sama (3-4), kombinasi ini sangat berisiko menyebabkan iritasi karena menggandakan efek sampingnya. Namun, Vitamin C murni kini jarang digunakan karena produsen lebih memilih turunan Vitamin C yang lebih stabil.
  2. Jika konsentrasi AHA BHA tinggi, contohnya The Ordinary AHA 30% BHA 2%, tidak boleh dikombinasikan dengan Vitamin C dalam bentuk murni maupun turunan.
  3. Jika sensitivitas kulit tinggi.
  4. Jika salah satu atau kedua produk mengandung alkohol.
  5. Jika selisih pH Vitamin C dan AHA BHA besar, yaitu 2 atau lebih. Contohnya, sodium ascorbyl phosphate (pH 6-7) tidak kompatibel dengan AHA BHA (pH 3-4).

Duh, ribet ya, harus mengerti pH sebelum layering. Mungkin lebih baik tidak usah.

4. AHA BHA/ acid + peptide

Termasuk Vitamin C murni + peptide.

❗Tidak direkomendasikan untuk digunakan bersama karena akan mengurangi efikasi peptide. Peptide rentan terhidrolisis jika bereaksi dengan acid, memecah ikatan peptide menjadi asam amino tunggal yang kurang efektif. Selain itu, dalam pH rendah, peptide dapat mengalami deaminasi dan oksidasi.

Kabar baiknya, kombinasi ini tidak menyebabkan iritasi atau breakout, hanya mengurangi efektivitas peptide.

5. Retinol + Vit C

✔️ Boleh jika Vitamin C berbentuk turunan dan konsentrasinya tidak tinggi. pH Retinol dan turunan Vitamin C tidak terlalu berbeda jauh, sehingga keduanya kompatibel:

  • Retinol = (pH 5-6)
  • Ascorbyl glucoside (pH 5-7)
  • Ascorbyl tetraisopalmitate (pH 4-6)
  • Ethyl ascorbic acid (pH 4.0-5.5)
  • Magnesium ascorbyl phosphate (pH 6-7)
  • Sodium ascorbyl phosphate (pH 6-7)

❌ Tidak boleh jika Vitamin C murni.

6. Retinol + Niacinamide

✔️ Absolutely boleh. Namun, usahakan konsentrasi niacinamide tidak lebih dari 5%, tergantung sensitivitas kulit.

7. Niacinamide + Vit C

✔️ Boleh, terutama jika Vitamin C berbentuk turunan. Keduanya stabil, dan banyak produk yang mengkombinasikan kedua bahan ini dalam satu formula. Kini, turunan Vitamin C lebih populer daripada bentuk murninya.

8. Jangan me-layer dua atau lebih bahan yang sama-sama memiliki risiko iritasi

Contoh:

  • Benzoyl peroxide + retinol/AHA BHA
  • Menggunakan dua produk eksfoliasi sekaligus (kecuali jika memang dirancang untuk satu rangkaian).
  • Retinoid acid + Vit C
  • Dan lain-lain.

Disclaimer:
Tulisan ini merupakan hasil penelusuran pribadi di internet dan bisa saja keliru. Setiap individu memiliki toleransi kulit yang berbeda, sehingga efek dari mengkombinasikan bahan-bahan tersebut tidak selalu sama untuk setiap orang. Penulis berharap ada formulator atau dermatolog yang dapat mengoreksi jika ada kekeliruan dalam tulisan ini.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *