Home » Cek Ingredients Fanbo Wonder Skin Sunscreen dan Serum

Cek Ingredients Fanbo Wonder Skin Sunscreen dan Serum

Cek Ingredients Fanbo Wonder Skin Sunscreen dan Serum

GoNaturalCare.com – Menjelajahi dunia perawatan kulit seringkali membawa kita pada penemuan produk-produk inovatif yang menggabungkan manfaat ganda. Salah satu produk yang menarik perhatian adalah Fanbo Wonder Skin Sunscreen & Serum, yang menjanjikan perlindungan dari sinar matahari sekaligus nutrisi untuk kulit. Namun, sebelum memutuskan untuk menggunakannya, penting untuk memahami secara mendalam apa saja yang terkandung di dalamnya.

Fanbo, merek yang telah lama hadir di Indonesia sejak tahun 1968, memang memiliki akar yang kuat di pasar lokal meskipun berasal dari Hong Kong. Keberadaan pabriknya di Indonesia menjadikannya produk yang akrab di kalangan konsumen Tanah Air, serupa dengan beberapa merek lain yang memiliki afiliasi internasional namun beroperasi secara lokal.

Fanbo Wonder Skin Sunscreen & Serum

Fanbo Wonder Skin Sunscreen dan Serum SPF 50 PA++++

Produk ini diklaim sebagai kombinasi sempurna antara tabir surya dan serum, yang bertujuan untuk menjaga kulit tetap ternutrisi meskipun terpapar sinar matahari langsung, baik UVA maupun UVB. Dengan SPF 50 dan PA++++, Fanbo Wonder Skin Sunscreen Serum diperkaya dengan Niacinamide yang berfungsi melindungi barrier kulit, sehingga membantu menjaga kecerahan dan kilau kulit. Selain itu, kandungan ekstrak Aloe Vera dan Sakura diklaim mampu memberikan kelembapan serta menghaluskan kulit.

Produk ini hadir dalam kemasan 30gr dengan kisaran harga sekitar Rp 51.000.

Penjelasan Ingredients Fanbo Wonder Skin Sunscreen

Ingredients:

Aqua, Ethylhexyl Methoxycinnamate, Octocrylene, Cyclopentasiloxane, Butylene Glycol. Butyl Methoxydibenzoylmethane, Niacinamide, C12-15 Alkyl Benzoate, Glycerin, Homosalate. Methylpropanediol, Ethylhexyl Salicylate, Cyclohexasiloxane, Coconut (Cocos Nucifera) Oil, Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil, Imidazolidinyl Urea, Triethanolamine, Propylene Glycol, Phenoxyethanol, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Citrus Aurantifolia Fruit Extract, Dimethicone Crosspolymer, Fragrance , Panthenol, Disodium EDTA, Allantoin, Aloe Barbadensis Leaf Juice, Tocopheryl Acetate, Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer, Chamomilla Recutita Flower Extract, Glycyrrhiza Glabra Root Extract, Cyclotetrasiloxane, Bisabolol. Dimethiconol, Dextrin, Tromethamine, Methylparaben. Prunus Lannesiana Flower Extract, Citric Acid, Sodium Benzoate, Potassium Sorbate, Ethylparaben, Malic Acid, Ascorbic Acid.

Bahan Aktif

Niacinamide.

Dikenal sebagai Vitamin B3, Niacinamide memiliki berbagai manfaat untuk kulit, termasuk mencerahkan kulit, merangsang sintesis ceramide untuk memperkuat barrier kulit, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-jerawat.

Coconut (Cocos Nucifera) Oil.

Minyak kelapa tergolong sebagai minyak yang kaya dan ideal untuk kulit kering. Kandungan lauric acid di dalamnya memiliki aktivitas antimikroba dan antibakteri yang baik untuk melawan bakteri penyebab jerawat. Minyak kelapa juga membantu proses pemulihan luka dengan mencegah infeksi bakteri. Namun, perlu diperhatikan bahwa lauric acid termasuk bahan yang sangat berpotensi menyumbat pori (high comedogenic) dan tidak aman untuk fungal acne.

Simmondsia Chinensis (Jojoba) Seed Oil.

Minyak jojoba memiliki struktur yang sangat mirip dengan sebum alami kulit manusia, menjadikannya skin-identical ingredient. Sifatnya yang ringan memungkinkannya mudah meresap tanpa meninggalkan rasa berat atau lengket, sehingga efektif menjaga kelembapan kulit.

Urea

Urea termasuk dalam kategori NMF (natural moisturizing factor), yang berperan penting dalam menjaga hidrasi kulit. Sebagai skin-identical ingredient, urea membantu mengatur kadar air di lapisan stratum korneum, memastikan kulit tetap terhidrasi dengan baik.

Citrus Aurantifolia Fruit Extract.

Ekstrak jeruk nipis kaya akan Vitamin C, antioksidan, dan citric acid (AHA alami). Senyawa limonene di dalamnya juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antifungal.

Panthenol.

Merupakan provitamin B5 yang berfungsi melembapkan kulit dengan membantu produksi lipid alami. Sifat anti-inflamasi dan skin-protecting-nya membantu mengurangi iritasi dan mempercepat pemulihan luka.

Allantoin.

Senyawa alami ini memiliki sifat anti-inflamasi, menenangkan kulit (soothing), dan membantu proses pemulihan luka.

Aloe Barbadensis Leaf Juice.

Lidah buaya dikenal sebagai pelembap yang sangat baik, serta memiliki efek mendinginkan dan menenangkan kulit. Kandungan vitamin, mineral, enzim, dan antioksidan di dalamnya juga menutrisi kulit.

Tocopheryl Acetate.

Bentuk Vitamin E ini berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit, melindungi kulit dari efek buruk radikal bebas dan sinar UV.

Chamomilla Recutita Flower Extract.

Ekstrak bunga chamomile Jerman mengandung komponen bisabolol dan terpenoids chamazulene yang bersifat anti-inflamasi. Ia juga kaya akan senyawa antioksidan.

Glycyrrhiza Glabra Root Extract.

Ekstrak akar manis (licorice root) dikenal sebagai pencerah kulit yang aman. Komponen utamanya, glabridin, berfungsi sebagai agen pencerah, sementara glycyrrhizin memiliki sifat anti-inflamasi.

Bisabolol.

Merupakan komponen utama bunga chamomile yang memiliki sifat anti-inflamasi dan menenangkan kulit, efektif meredakan kemerahan, iritasi, sensitivitas, dan gatal.

Prunus Lannesiana Flower Extract.

Ekstrak bunga sakura mengandung caffeic acid yang dapat mencegah oksidasi berlebihan pada kulit. Ia juga membantu mencerahkan, melembapkan, mengecilkan pori-pori, serta mengurangi peradangan dan gejala sunburn.

Malic Acid.

Merupakan jenis AHA yang lebih lembut dibandingkan glycolic acid. Pada konsentrasi yang tepat, ia berfungsi sebagai eksfoliator, humektan, antioksidan, dan membantu menjaga pH alami kulit.

Ascorbic Acid.

Bentuk murni Vitamin C ini memiliki manfaat mencerahkan, sebagai antioksidan, dan pendorong kolagen. Ia juga dapat meningkatkan perlindungan terhadap UV. Namun, penempatannya di urutan terakhir daftar bahan menunjukkan konsentrasinya yang mungkin tidak optimal.

Agen Sunscreen

Ethylhexyl Methoxycinnamate.

Merupakan penyerap sinar UVB yang paling umum digunakan karena formulanya yang ringan. Namun, bahan ini kurang stabil terhadap cahaya (photo-stable) dan nilai SPF-nya dapat berkurang setelah terpapar sinar matahari langsung.

Octocrylene. Melindungi dari UVB dan UVA II. Bahan ini cukup stabil terhadap cahaya dan dapat membantu menstabilkan agen sunscreen lainnya. Selain itu, ia meningkatkan efek water-resistant.

Butyl Methoxydibenzoylmethane,

Dikenal juga sebagai Avobenzone, bahan ini menyerap sinar UVA I dan UVA II. Sayangnya, Avobenzone tidak stabil terhadap cahaya dan nilainya dapat berkurang signifikan setelah terpapar sinar matahari.

Homosalate

Penyerap sinar UVB ini tidak cukup kuat dan kurang stabil terhadap cahaya. Ia juga membantu melarutkan agen sunscreen lainnya.

Ethylhexyl Salicylate

Agen penyerap UVB ini memiliki perlindungan yang lemah namun sangat stabil terhadap cahaya. Ia dapat membantu menstabilkan agen sunscreen lain yang kurang stabil.

Bahan pelengkap

  • Aqua,
  • Cyclopentasiloxane. Silikon volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emollient dan slip agent.
  • Butylene Glycol. Pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • C12-15 Alkyl Benzoate. Emollient ringan yang membantu melarutkan agen sunscreen dan berfungsi sebagai preservatives booster.
  • Glycerin. Pelarut, skin-identical, dan humektan.
  • Methylpropanediol. Pelarut, penetration enhancer, dan humektan.
  • Cyclohexasiloxane. Silikon volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emollient dan slip agent.
  • Imidazolidinyl Urea. Pengawet yang dapat melepaskan formaldehid.
  • Triethanolamine. Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Propylene Glycol. Pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • Phenoxyethanol. Pengawet.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer. Thickener sintetis untuk menambah kekentalan formula.
  • Dimethicone Crosspolymer. Silikon yang menambah kekentalan formula dan menstabilkan emulsi.
  • Fragrance.
  • Disodium EDTA. Agen pengkelat untuk menetralkan ion logam.
  • Dimethicone/Vinyl Dimethicone Crosspolymer. Berupa silikon bubuk yang memberikan efek silky dan powdery, serta menambah kekentalan.
  • Cyclotetrasiloxane. Silikon volatil yang mudah menguap, berfungsi sebagai emollient dan slip agent.
  • Dimethiconol. Emollient dan pelembap yang memberikan tekstur silky smooth dan non-greasy.
  • Dextrin. Thickener alami.
  • Tromethamine. Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Methylparaben. Pengawet.
  • Citric Acid. Pengatur pH yang bersifat asam.
  • Sodium Benzoate. Pengawet.
  • Potassium Sorbate. Pengawet.
  • Ethylparaben. Pengawet.

Kesimpulan

Produk ini menggunakan 100% agen sunscreen kimiawi. Kelebihannya, sunscreen kimiawi umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan dan mudah meresap. Namun, kekurangannya meliputi potensi kurang aman untuk ibu hamil dan anak-anak, dampak negatif terhadap terumbu karang, serta potensi menimbulkan rasa gerah karena mengubah sinar UV menjadi panas.

Fanbo Wonder Skin Sunscreen & Serum mengandung lima agen sunscreen, di mana tiga di antaranya kurang stabil terhadap cahaya dan dua lainnya stabil. Produk ini juga kaya akan bahan aktif, dengan total 15 bahan aktif yang melampaui jumlah agen sunscreen pada umumnya, sesuai dengan klaimnya sebagai sunscreen plus serum.

Produk ini tidak mengandung alkohol. Namun, ia tidak oil-free karena mengandung minyak kelapa dan minyak jojoba. Minyak kelapa termasuk heavy-duty oil yang mungkin kurang cocok untuk kulit berminyak karena berpotensi menimbulkan rasa lengket, namun baik untuk kulit kering.

Produk ini lebih sesuai untuk kulit normal-kering, dehidrasi, dan yang tidak rentan terhadap komedo. Minyak kelapa memiliki rating komedogenik tinggi (4). Bahan lain yang berpotensi komedogenik adalah butylene glycol (rating 1) dan triethanolamine (rating 2).

Coconut oil, rating 4-5
Sumber: pinterest

Produk ini tidak aman untuk fungal acne karena kandungan minyak kelapa yang mengandung lauric acid dan asam lemak lainnya.

Ekstrak citrus dalam formula ini dinilai kurang baik karena mengandung komponen yang dapat menyebabkan sensitivitas dan fotosensitivitas, yang seharusnya dihindari dalam produk sunscreen.

Produk ini masih mengandung dua jenis paraben dan pengawet yang melepaskan formaldehid, yang mungkin menjadi perhatian bagi individu yang alergi paraben. Klaim bahwa Fanbo tidak mengandung paraben perlu diverifikasi lebih lanjut, karena daftar bahan yang diperoleh dari sumber tepercaya menunjukkan keberadaannya.

Baca juga : Cek Ingredients Ms Glow for Men Energizing Facial Wash

Meskipun demikian, produk ini telah diuji secara dermatologis.

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *