GoNaturalCare.com – Mari kita telusuri lebih dalam mengenai kandungan produk dari dr. Brandon, khususnya Dr. Brandon Vitamin C 20% Brightening & Firming Serum.
Produk ini merupakan inovasi terbaru dari Dr. Brandon yang diformulasikan sebagai booster serum untuk mencerahkan kulit wajah dan menyamarkan noda hitam. Dengan kandungan ascorbic acid 20% dan Vitamin C murni yang berasal dari Extract Lemon Yuzu Jepang, serum ini menawarkan aksi cepat untuk mengatasi masalah noda hitam dan bekas jerawat.
Tekstur serum yang ringan dan menyegarkan diklaim mudah meresap ke dalam lapisan kulit. Penggunaan rutin diharapkan dapat menghasilkan kulit yang tampak lebih cerah bersinar dan noda hitam yang tersamarkan.
|
|
| Dr. Brandon Brightening & Firm Serum 20% Vit C + Gluthatione. |
Manfaat Vitamin C secara umum meliputi perbaikan kerusakan kulit akibat radikal bebas, percepatan produksi kolagen, dan perlindungan kulit dari paparan sinar matahari.
Cara penggunaannya cukup sederhana: teteskan 2-3 tetes serum pada wajah yang bersih dan kering, gunakan setelah toner dan sebelum krim pagi atau malam.
Produk ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 52.000 untuk kemasan 20ml.
Penjelasan Ingredients dr. Brandon Brightening Serum 20% Vitamin C + Gluthatione
Ingredients:
Aqua DM, Ascorbic Acid, glutathione, aristoflec Tac, butylene Glycol, peg-40, Citrus Cell, gujsol.
Bahan Aktif
Ascorbic Acid.
Dikenal juga sebagai L-ascorbic acid atau Vitamin C murni. Bentuk Vitamin C ini bekerja paling efektif pada konsentrasi 5-20% dan merupakan bentuk aktif yang tidak memerlukan konversi di dalam kulit. Ascorbic acid menstimulasi produksi kolagen, membantu memudarkan pigmentasi dan discoloration, serta dapat meningkatkan perlindungan terhadap UV jika digunakan sebelum sunscreen.
Namun, Vitamin C murni memiliki karakteristik yang perlu diperhatikan. Ia tidak stabil pada pH tinggi dan mudah teroksidasi oleh udara, suhu, serta cahaya. Stabilitasnya dapat terjaga dalam formula anhydrous (tanpa air) atau pada pH rendah (3,5). Kombinasi dengan Vitamin E, ferulic acid, dan antioksidan lain dapat meningkatkan efikasi dan kestabilannya.
Pada konsentrasi tinggi di atas 10%, Vitamin C murni dapat menimbulkan sensasi tingling. Sifatnya yang larut dalam air terkadang menyulitkan penetrasi ke dalam kulit. Agar penetrasi optimal, pH formula harus rendah.
Glutathione.
Merupakan antioksidan non-enzimatis yang kuat, membantu melindungi kulit dari dampak buruk faktor eksternal seperti polusi, radikal bebas, dan sinar UV. Glutathione adalah peptide yang tersusun dari tiga asam amino: cysteine, glutamic acid, dan glycine. Ketika diaplikasikan secara topikal, ia berfungsi sebagai skin-restoring dan pencerah kulit.
Citrus Cell.
Berdasarkan deskripsi produk, Citrus Cell merujuk pada Extract Lemon Yuzu Jepang. Ekstrak ini kaya akan antioksidan dan Vitamin C, berfungsi menutrisi kulit, meningkatkan produksi kolagen, serta membantu meratakan warna kulit.
Bahan Pelengkap
- Aqua DM: Air demineralisasi atau destilasi yang bebas dari ion dan mineral. Penggunaannya mencegah reaksi kimia yang tidak diinginkan dengan bahan lain dan membantu memperpanjang masa simpan produk.
- Aristoflex TAC: Memiliki INCI Name Ammonium Acrylolyl dimethyl taurate/ carboxyethyl Acrylate crosspolymer. Bahan ini berfungsi sebagai rheology modifier, yaitu pengental dan penstabil emulsi, sehingga produk memiliki tekstur yang nyaman saat diaplikasikan.
- Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
- PEG-40: Berfungsi sebagai pelarut dan pengemulsi.
- Gujsol: Merupakan campuran pengawet yang umumnya terdiri dari phenoxyethanol, ethyl Paraben, butyl Paraben, isobutyl Paraben, dll. Gujsol adalah formula pengawet yang diproduksi oleh Gujarat Organics Limited. Penting untuk dicatat bahwa Gujsol memiliki varian angka (misalnya Gujsol 1, 2, atau 3) yang menunjukkan komposisi berbeda.
Kesimpulan
Formulasi serum ini terkesan cukup sederhana, yang bisa menjadi baik namun juga menimbulkan beberapa kekhawatiran. Kekhawatiran utama muncul karena penggunaan Vitamin C murni (Ascorbic Acid) yang terkenal sulit diformulasikan agar stabil dan tidak mudah teroksidasi. Formulasi yang tepat dan stabil biasanya membutuhkan lebih banyak bahan tambahan.
Selain itu, serum ini tidak mencantumkan pH adjuster yang bersifat asam untuk menjaga stabilitas ascorbic acid. Kekurangan lainnya adalah tidak adanya kandungan humektan, emollient, atau moisturizer, padahal Vitamin C murni berpotensi menyebabkan kulit kering.
Kekhawatiran tambahan adalah tidak adanya bahan aktif yang bersifat skin-soothing atau anti-inflamasi yang dapat membantu mengurangi potensi efek samping dari Vitamin C murni.
Kemasan juga menjadi poin penting. Mengingat Vitamin C murni sensitif terhadap udara, suhu, dan cahaya, penyimpanan dalam botol kaca gelap (amber glass) lebih direkomendasikan untuk menjaga kestabilannya. Vitamin C murni dapat mengalami denaturasi pada suhu di atas 30°C.

Ada kemungkinan terdapat kekeliruan dalam penulisan ingredients pada kemasan, misalnya penggunaan ascorbic acid yang seharusnya adalah turunan Vitamin C lainnya yang lebih stabil. Kesalahan penulisan seperti aristoflec tac (seharusnya Aristoflex TAC) juga menimbulkan pertanyaan mengenai profesionalisme penulisan standar INCI (International Nomenclature Cosmetic Ingredients).
Terlepas dari kritik tersebut, serum ini menawarkan beberapa keunggulan:
- Konsentrasi 20% Vitamin C adalah batas atas yang bisa ditoleransi kulit. Bagi pemilik kulit sensitif, disarankan memulai dengan konsentrasi lebih rendah atau 5%.
- Kombinasi Vitamin C dan Glutathione merupakan perpaduan yang baik untuk mencerahkan dan memberikan efek glowing pada kulit.
- Produk ini bebas alkohol, oil-free, non-comedogenic, bebas pewangi, dan aman untuk fungal acne.
Penting untuk diingat bahwa Vitamin C murni terkadang dapat menimbulkan efek samping awal seperti rasa perih, menyengat, atau kulit kering mengelupas. Efek samping ini biasanya berkurang seiring adaptasi kulit. Disarankan untuk menggunakan serum Vitamin C murni secara bertahap, terutama pada konsentrasi tinggi seperti 20%, agar kulit dapat beradaptasi.
Untuk menjaga kualitas serum, disarankan menyimpannya di suhu di bawah 30°C, atau lebih baik lagi di dalam kulkas, untuk memperpanjang masa simpannya.
|
|
| Menyimpan serum Vitamin C di kulkas adalah pilihan yang baik. |
Berdasarkan ulasan pengguna di e-commerce, produk ini memiliki potensi untuk dikenal sebagai skincare terjangkau dengan kualitas baik dan cocok untuk banyak orang, serta sudah terdaftar BPOM.
Baca juga : Cek Ingredients Hale All Rounder Moisturizer Gel Cream


Disarankan untuk membeli produk asli di toko resmi untuk memastikan kualitas dan keasliannya.



Leave a Reply