GoNaturalCare.com – Munculnya jerawat atau bruntusan secara tiba-tiba, terutama ketika tidak menggunakan produk eksfoliasi, bisa jadi merupakan tanda-tanda breakout. Berbagai faktor dapat menyebabkan breakout, termasuk kesalahan dalam rutinitas perawatan kulit, penggunaan bahan aktif dengan dosis terlalu tinggi, stres, pola makan yang tidak seimbang, serta penggunaan makeup yang tidak tepat.
Ciri-ciri breakout adalah timbulnya jerawat atau bruntusan di area wajah yang biasanya jarang berjerawat. Kadang-kadang, breakout juga disertai dengan kulit yang terasa kering, kasar, mengelupas, serta kemerahan atau iritasi. Singkatnya, breakout adalah manifestasi dari rusaknya skin barrier.
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa Anda lakukan jika mengalami breakout.
| 10 Langkah Mengatasi Kulit Breakout |
1. Jangan Panik
Tetap tenang, karena kepanikan hanya akan membuat Anda salah dalam mengambil keputusan. Sebelum menentukan langkah selanjutnya, ada baiknya berbagi pengalaman dengan teman atau kerabat yang pernah mengalami hal serupa. Anda juga bisa mencari informasi di grup kecantikan atau menjelajahi internet dari sumber yang terpercaya mengenai cara menangani masalah breakout.
2. Koreksi Rutinitas Perawatan Kulit
Langkah kedua yang bisa Anda lakukan adalah meninjau kembali produk perawatan kulit yang selama ini Anda gunakan. Perhatikanlah daftar bahan (ingredients) produk dan cara penggunaannya. Jika sudah menemukan “tersangka” penyebab breakout, Anda bisa mengatur ulang frekuensi pemakaiannya, atau jika perlu, hentikan sementara.
3. Kembali ke Perawatan Dasar (Basic Skincare)
Meskipun sedang mengalami breakout, Anda tetap wajib melakukan perawatan dasar yang meliputi pembersihan (Cleanser), melembapkan (Moisturizer), dan melindungi kulit dari sinar matahari (Sunscreen). Sebaiknya, pilih produk perawatan dasar yang lembut (gentle). Hindari kandungan SLS pada formula pembersih wajah. Hindari juga kandungan alkohol, essential oil, dan pewangi. Jauhi penggunaan produk dengan bahan aktif berkonsentrasi tinggi seperti retinol, AHA, BHA, Vitamin C, sulfur, atau benzoyl peroxide. Untuk produk pelembap dan tabir surya, pilihlah yang berlabel non-comedogenic.
Baca juga : Cek Ingredients Daviena Skincare Serum Bopeng
4. Perkuat Skin Barrier
|
|
| Breakout karena skin-barrier rusak. |
Breakout terjadi ketika skin barrier terganggu. Oleh karena itu, tugas utama Anda saat mengalami breakout adalah mengembalikan kondisi skin barrier. Gunakan pelembap dengan kandungan seperti ceramide, Centella Asiatica, niacinamide (maksimal 5%), panthenol, hyaluronic acid, squalane, sheabutter, sunflower oil, atau ekstrak oatmeal. Penggunaan pelembap secara rutin dapat mengurangi kemerahan, menjaga hidrasi, dan mengurangi Transepidermal Water Loss (TEWL). Kulit yang dehidrasi dan kering dapat memperburuk kondisi skin barrier.
5. Lakukan CSM dengan Toner Hydrating/Soothing
Apabila breakout disertai kulit kering, bersisik, dan terasa tertarik setelah mencuci muka, Anda bisa mencoba metode Compress Soothing Mask (CSM) dengan toner hydrating. Pilih toner dengan kandungan minimal, tanpa alkohol, pewarna, essential oil, pewangi, ekstrak citrus, dan ekstrak witch hazel. Ada banyak contoh produk toner dengan bahan minimal, seperti Pyungkang Yul Essence Toner, Anua Heartleaf 77%, Mixsoon Centella/bifida/Heartleaf toner, atau SKII Galactomyces. Lakukan CSM ini dua kali seminggu, atau bisa juga digunakan sebagai toner setiap hari.
6. Jangan Tergoda dengan Serum Konsentrasi Tinggi
Semakin tinggi konsentrasi suatu bahan aktif, belum tentu semakin baik untuk kulit. Saat kulit sedang mengalami breakout, hindari penggunaan serum dengan bahan aktif berkonsentrasi tinggi. Bahan aktif seperti vitamin C, AHA, BHA, retinol, bahkan niacinamide memiliki potensi mengiritasi kulit jika tidak digunakan secara tepat atau saat kondisi skin barrier sedang rusak. Sebaiknya, gunakan serum hydrating atau calming yang mengandung hyaluronic acid, ceramide, panthenol, collagen, atau probiotik untuk memperbaiki kondisi skin barrier. Namun, jika pelembap atau serum Anda kebetulan mengandung niacinamide, vitamin C, atau lactic acid sebagai bahan tambahan dengan konsentrasi rendah, maka masih aman digunakan.
7. Kurangi Penggunaan Makeup
Saat mengalami breakout parah, disarankan untuk sementara waktu mengurangi penggunaan makeup. Makeup yang tebal dapat membuat kulit sulit bernapas dengan bebas, ditambah lagi jika tidak dibersihkan dengan sempurna. Hal ini justru dapat memperburuk kondisi kulit yang sedang breakout.
8. Gunakan Obat Totol Jerawat
Apabila rutinitas perawatan dasar (basic skincare) sudah berjalan dengan baik, Anda bisa menambahkan obat totol jerawat (acne spot) untuk membantu mengeringkan jerawat. Gunakan acne spot dua kali sehari pada langkah terakhir rutinitas perawatan kulit Anda.
9. Mulai Gunakan Eksfoliasi Lembut (Gentle)
Langkah terakhir untuk mengatasi bruntusan akibat breakout adalah eksfoliasi lembut. Namun, pastikan skin barrier Anda telah benar-benar membaik atau kondisinya menunjukkan kemajuan yang signifikan. Hal ini penting untuk mengurangi penumpukan sel kulit mati dan meminimalkan komedo. Pastikan juga untuk memilih produk eksfoliasi dengan konsentrasi yang lembut. Pilihlah produk eksfoliasi dengan kandungan seperti lactobionic acid, gluconolactone, atau betaine salicylate. Anda juga bisa menggunakan produk dengan kandungan glycolic atau lactic acid di bawah 5% dan salicylic acid di bawah 2%. Usahakan produk tersebut tidak mengandung alkohol dan pewangi. Lebih disarankan untuk menggunakan produk eksfoliasi kimiawi daripada scrub. Gunakan sekali seminggu selama beberapa minggu, kemudian frekuensinya bisa ditingkatkan secara bertahap. Ingat, rutinitas perawatan dasar tetap harus dijalankan secara konsisten.
10. Bersabar dan Konsisten
Proses penyembuhan kulit breakout bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Dengan kesabaran dan konsistensi, breakout perlahan-lahan dapat teratasi. Namun, jika breakout tidak kunjung membaik dalam jangka waktu yang lama, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Kesimpulan
Demikian artikel mengenai “10 langkah pertama mengatasi masalah Breakout“. Well, breakout bukanlah masalah besar atau penyakit mematikan. Anda masih bisa tetap hidup, menghirup udara, makan, minum, berjalan, dan beraktivitas. Jangan putus asa, jangan patah semangat, dan jangan merasa insecure. Breakout bisa diatasi asal Anda sabar dan konsisten. Semangat!



Leave a Reply