Home » Macam-macam Agent Sunscreen

Macam-macam Agent Sunscreen

Macam-macam Agent Sunscreen

GoNaturalCare.com – Sunscreen merupakan salah satu produk esensial dalam rutinitas perawatan kulit harian yang sangat penting untuk menjaga kekuatan dan kesehatan kulit. Memiliki pondasi kulit yang kuat akan membantu kulit lebih tangguh dalam menghadapi berbagai perawatan intensif sekalipun.

Namun, seringkali kita menggunakan sunscreen tanpa benar-benar mengenal bahan aktif di dalamnya. Padahal, setiap agen sunscreen memiliki kemampuan dan profil keamanan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih sadar akan kandungan produk yang kita gunakan.

Mari kita kenali lebih dalam berbagai jenis agen sunscreen yang umum ditemukan di pasaran.

Agen Sunscreen Fisik

1. Zinc Oxide

Zinc Oxide adalah agen sunscreen fisik atau mineral yang paling populer. Ia efektif melindungi kulit dari paparan sinar UVB, UVA I, dan UVA II. Sifatnya yang sangat fotostabil menjadikannya pilihan yang aman. Meskipun demikian, Zinc Oxide cenderung kurang elegan secara kosmetik, seringkali menghasilkan tekstur yang agak padat dan meninggalkan bekas putih (white cast) pada kulit.

Selain sebagai pelindung UV, Zinc Oxide juga berfungsi sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) atau agen pencerah (mattifier). Manfaat lainnya termasuk sifat anti-inflamasi, anti-iritasi, antibakteri, dan menenangkan kulit, bahkan sering digunakan dalam produk untuk ruam popok. Penggunaan Zinc Oxide berkisar antara 1-25%.

2. Titanium Dioxide

Titanium Dioxide juga merupakan agen sunscreen fisik atau mineral yang sangat umum digunakan. Ia memberikan perlindungan terhadap sinar UVB dan UVA II, namun kurang efektif melindungi dari UVA I. Sifatnya yang fotostabil dan aman menjadikannya pilihan yang baik. Sama seperti Zinc Oxide, Titanium Dioxide juga kurang elegan secara kosmetik, dapat menimbulkan white cast dan sedikit sulit diaplikasikan.

Fungsi tambahannya adalah sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) atau agen pencerah (mattifier). Penggunaan Titanium Dioxide berkisar antara 1-25%.

Agen Sunscreen Kimiawi

1. Ethylhexyl Methoxycinnamate (UVB Absorber)

Dikenal juga sebagai Octinoxate atau Octyl Methoxycinnamate, bahan ini berbentuk cairan bening yang larut dalam minyak dan bersifat elegan secara kosmetik. Ia bekerja dengan menyerap radiasi UVB pada panjang gelombang 280-320 nm.

Namun, Ethylhexyl Methoxycinnamate tidak cukup fotostabil, di mana perlindungan SPF-nya dapat berkurang sekitar 10% setelah terpapar sinar matahari selama kurang lebih 35 menit. Oleh karena itu, bahan ini perlu dikombinasikan dengan agen sunscreen lain.

Dari segi keamanan, studi in-vitro dan studi pada hewan menunjukkan potensi efek hormonal yang menyerupai estrogen. Sehingga, ibu hamil dan menyusui disarankan untuk memilih sunscreen fisik. Namun, secara umum, bahan ini dianggap aman dan diizinkan penggunaannya hingga 10% di Eropa dan 7.5% di Amerika Serikat.

2. Butyl Methoxydibenzoylmethane (UVA Absorber)

Dikenal luas sebagai Avobenzone, bahan ini merupakan standar emas global untuk perlindungan UVA dan paling populer di seluruh dunia. Ia melindungi kulit dari UVA I dan UVA II pada panjang gelombang 310-400 nm.

Sayangnya, Avobenzone tidak fotostabil dan dapat terdegradasi saat terpapar sinar matahari, mengurangi kapasitas penyerapan UV-nya hingga 36% setelah satu jam. Inilah alasan mengapa kita dianjurkan untuk mengaplikasikan ulang sunscreen setiap 2-4 jam di bawah sinar matahari. Avobenzone juga cenderung kurang stabil jika dikombinasikan dengan agen sunscreen fisik seperti titanium dioxide dan zinc oxide, kombinasi yang dilarang di Amerika Serikat.

Kabar baiknya, Avobenzone memiliki profil keamanan yang baik, termasuk sebagai bahan non-iritan dan tidak memiliki efek estrogenik. Konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah hingga 5% di Eropa dan 3% di Amerika Serikat.

3. Homosalate (UVB Absorber)

Homosalate adalah agen sunscreen yang larut dalam minyak. Bahan ini dapat membantu melarutkan agen sunscreen lain yang sulit larut seperti avobenzone. Ia melindungi kulit dari UVB pada panjang gelombang 295-315 nm. Kemampuan perlindungannya tidak terlalu kuat; pada konsentrasi maksimal 10%, hanya memberikan nilai SPF 4.3. Selain itu, Homosalate tidak fotostabil, di mana nilai SPF-nya dapat berkurang 10% setelah terpapar UV selama 45 menit.

Dari segi keamanan, studi in-vitro menunjukkan potensi aktivitas estrogenik. Pada tahun 2020, Homosalate masih diizinkan hingga 10% di Eropa dan 15% di Amerika Serikat. Namun, pada tahun 2022, Eropa hanya mengizinkan hingga 1.4%.

4. Octocrylene (UVB dan UVA II Absorber)

Octocrylene adalah sunscreen kimiawi yang larut dalam minyak. Ia melindungi kulit dari UVB dan UVA II pada panjang gelombang hingga 304 nm. Bahan ini cukup fotostabil, hanya berkurang 10% setelah 95 menit terpapar sinar matahari. Octocrylene juga membantu menstabilkan agen sunscreen lain seperti Avobenzone dan meningkatkan ketahanan air (water-resistant) formula sunscreen.

Secara umum, Octocrylene dianggap aman. Namun, dilaporkan adanya reaksi alergi kontak terhadap Octocrylene, terutama pada orang dewasa yang sensitif terhadap ketoprofen dan anak-anak berkulit sensitif.

5. Benzophenone 3/BP-3 (UVB Absorber)

Dikenal juga sebagai Oxybenzone, bahan ini melindungi kulit dari UVB dan sedikit UVA pada panjang gelombang 280-350 nm. Keunggulan utama BP-3 adalah stabilitasnya yang tinggi terhadap paparan UV. Namun, perlindungannya yang lemah mengharuskan dikombinasikan dengan agen sunscreen lain. BP-3 seringkali digunakan sebagai photostabilizer untuk melindungi formula sunscreen dari degradasi akibat paparan radiasi atau cahaya.

Keamanan BP-3 cukup kontroversial:

  1. Memiliki molekul kecil (228 Da) dan bersifat lipofilik, sehingga mudah terserap ke dalam kulit dan masuk ke aliran darah. Dalam waktu 4 jam setelah aplikasi, BP-3 dapat terdeteksi dalam urin.
  2. Dilaporkan memiliki aktivitas estrogenik (endocrine disruptor) berdasarkan studi pada hewan, sehingga ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindarinya.
  3. Diduga bersifat karsinogenik dan toksik.
  4. Dilaporkan memiliki sifat alergenik.

Meskipun demikian, BP-3 masih dikategorikan sebagai bahan yang aman dan penggunaannya diawasi ketat, yaitu hingga 6% pada produk sunscreen, krim wajah, dan lipstik; 2.2% pada formula body lotion/cream; dan 0.5% pada produk non-sunscreen.

6. Benzophenone 4/BP-4 (UVB Absorber)

Dikenal sebagai Sulisobenzone, bahan ini merupakan turunan dari BP-3 namun sedikit lebih lembut. Dengan ukuran molekul yang lebih besar (303 DA), BP-4 adalah agen sunscreen kimiawi sekunder yang larut dalam air. Ia menyerap UVB dan sedikit UVA. Sebagai agen sekunder, kemampuannya memberikan SPF rendah dan memerlukan kombinasi dengan agen sunscreen lain. BP-4 lebih sering digunakan sebagai photoprotectant dan color protectant untuk memperpanjang usia simpan produk.

Dari segi keamanan, BP-4 termasuk bahan alergenik. Dari 1693 individu yang diuji, 13 dinyatakan positif alergi dengan gejala kemerahan, bentol, gatal, hingga melepuh. Menurut CiR Expert Panel, BP-4 umumnya aman dalam produk kosmetik/sunscreen hingga 10%. Namun, di Amerika Serikat, BP-4 telah dilarang dalam industri makanan dan kemasan makanan karena diduga bioakumulatif dan toksik pada konsentrasi tinggi.

7. Ethylhexyl Salicylate (UVB Absorber)

Dikenal juga sebagai Octyl Salicylate atau Octisalate, bahan ini adalah sunscreen kimiawi yang melindungi kulit dari UVB pada panjang gelombang 280-320 nm. Kemampuannya sebagai agen sunscreen tunggal lemah, namun ia sangat fotostabil, membantu melarutkan agen sunscreen lain, dan berfungsi sebagai peningkat SPF (SPF enhancer).

Keamanan: Memiliki profil keamanan yang baik dengan konsentrasi maksimum 5% di Eropa dan Amerika Serikat, serta 10% di Jepang.

8. Ethylhexyl Triazone (UVB Absorber)

Dikenal sebagai Uvinul T 150 atau Octyltriazone, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi generasi baru yang larut dalam minyak dan berbentuk bubuk. Sangat direkomendasikan untuk formula yang tahan air (water-resistant) namun tetap mudah dibilas. Uvinul T 150 adalah penyerap UVB paling fotostabil saat ini, melindungi dari UVB pada panjang gelombang 280-320 nm. Ukuran molekulnya yang cukup besar (823.07 DA) membatasi penetrasi ke dalam kulit, yang merupakan kabar baik karena agen sunscreen seharusnya tetap berada di permukaan kulit. Molekul besar juga meminimalkan risiko sensitisasi. Sunscreen ini telah digunakan di seluruh dunia dengan konsentrasi maksimal 5% (kecuali di AS dan Kanada karena belum disetujui FDA).

9. Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (UVA Absorber)

Dikenal sebagai Uvinul A Plus atau DHHB, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi generasi baru yang menyerap UVA pada panjang gelombang 320-400 nm dan sangat fotostabil. Konsentrasinya rata-rata 1-3% jika dikombinasikan dengan agen sunscreen lain, dan 5-7.5% jika digunakan sendiri. Uvinul A Plus telah digunakan di seluruh dunia dengan konsentrasi maksimal 10%, kecuali di AS dan Kanada karena belum disetujui FDA.

10. Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine (UVA dan UVB Absorber)

Dikenal sebagai Tinosorb S atau Bemotrizinol, bahan ini adalah agen sunscreen generasi baru yang melindungi kulit dari UVB, UVA I, dan UVA II pada panjang gelombang 280-400 nm. Ia sangat fotostabil dan membantu menstabilkan agen sunscreen lain yang kurang stabil. Agen sunscreen ini berbentuk bubuk kekuningan yang larut minyak dan tidak banyak terserap ke dalam kulit.

Keamanan: Tinosorb S memiliki profil keamanan yang sangat baik, tidak menunjukkan aktivitas estrogenik. Telah disetujui di Eropa, Kanada, Australia, dan Asia, namun belum oleh US FDA. Penggunaan berkisar antara 1-10%, biasanya 3%.

11. Methylene Bis Benzotriazolyl Butyl Phenol Triazone (UVA dan UVB Absorber)

Dikenal sebagai Tinosorb M atau Bisoctrizole, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi generasi baru yang termasuk dalam kategori hybrid sunscreen (dapat memantulkan dan menyerap sinar UV sekaligus). Ia melindungi kulit dari UVA dan UVB pada panjang gelombang 280-400 nm. Sangat fotostabil. Bahan ini tidak larut dalam minyak maupun air, melainkan berupa suspensi micro-partikel, yang berpotensi menimbulkan white cast jika formulanya kurang baik.

Keamanan: Memiliki profil keamanan yang sangat baik, tidak terserap ke dalam kulit, dan tidak menunjukkan aktivitas estrogenik. Sayangnya, belum disetujui oleh FDA. Penggunaan berkisar antara 1-10%, biasanya 3%.

12. Tris-Biphenyl Triazine (UVA2 dan UVB Absorber)

Nama lain: Tinosorb A2B

Termasuk dalam keluarga Tinosorb terbaru, bahan ini melindungi kulit dari UVB dan UVA2 pada panjang gelombang 320-340 nm. Sangat fotostabil dan memiliki nilai SPF tinggi pada konsentrasi minimal. Sunscreen ini telah disetujui di Eropa, Australia, dan Asia, namun belum oleh US FDA.

13. Terephthalylidene Dicamphor Sulfonic Acid (UVA Absorber)

Dikenal sebagai Ecamsule atau Mexoryl SX, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi eksklusif dari L’oreal-group yang larut dalam air. Ia melindungi kulit dari UVA pada panjang gelombang 345 nm dan sangat fotostabil.

14. Phenylbenzimidazole Sulfonic Acid (UVB Absorber)

Dikenal sebagai Ensulizole, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi yang larut dalam air, direkomendasikan untuk formula sunscreen yang ringan. Ia memberikan perlindungan kuat terhadap UVB pada panjang gelombang 280-320 nm. Cukup fotostabil dan membantu melindungi agen sunscreen lain yang kurang fotostabil. Bahan ini telah disetujui di seluruh dunia, dengan konsentrasi maksimal 4% di Amerika Serikat dan 8% di Eropa.

14. Polysilicone-15 (UVB Absorber)

Dikenal sebagai Parsol SLX, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi berbasis silikon. Ia melindungi kulit dari UVB pada panjang gelombang 290-320 nm. Cukup fotostabil dan dapat membantu menstabilkan agen sunscreen lain. Bahan ini telah disetujui hingga 10% di Eropa. Di Indonesia, sunscreen ini legal karena telah terdaftar di BPOM, mengikuti regulasi Eropa.

16. 4-Methylbenzylidene Camphor/4-MBC (UVB Absorber)

Dikenal sebagai Enzacamene, bahan ini adalah agen sunscreen kimiawi yang melindungi kulit dari UVB pada panjang gelombang 290-320 nm. Kurang stabil karena proteksinya berkurang 10% dalam 65 menit dan 50% dalam 345 menit. Namun, dapat membantu menstabilkan Avobenzone.

Keamanan: 4-MBC termasuk bahan kontroversial karena dapat terserap ke aliran darah dan diduga memiliki aktivitas estrogenik/endocrine disruptor (berdasarkan studi in-vitro pada tikus). Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindarinya. Laporan terbaru tahun 2023 dari SCCS (BPOM Eropa) belum dapat menyimpulkan keamanan 4-MBC. Bahan ini tidak disetujui di Amerika Serikat dan Jepang. BPOM Indonesia masih mengizinkan penggunaannya dengan konsentrasi maksimum 4%.

17. Diethylhexyl Butamido Triazone (UVB dan UVA II Absorber)

Nama lain: Iscotrizinol, Uvasorb HEB

Agen sunscreen kimiawi ini melindungi kulit dari UVB dan UVA II pada panjang gelombang 310 nm. Sangat larut minyak, sehingga direkomendasikan untuk formula sunscreen yang tahan air (water-resistant). Memiliki nilai SPF tinggi meskipun dalam konsentrasi rendah. Sunscreen ini sangat fotostabil, hanya berkurang 10% nilai SPF-nya setelah 25 jam.

Keamanan: Hingga saat ini belum ada laporan iritasi, alergi, atau toksisitas. Konsentrasi maksimum yang diizinkan adalah 10% di Eropa dan 5% di Jepang. Belum disetujui FDA di Amerika Serikat.

Baca juga : Cek Ingredients Freeman BRIGHTENING GREEN TEA + ORANGE BLOSSOM PEEL-OFF GEL MASK

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *