GoNaturalCare.com – Hanasui Power MiniPore Serum hadir dengan inovasi Powerful Nanovetores Technology yang mengandung Nano Active Salicylic Acid, Japan Panadoxine P, dan Harungana Leaf. Formula ini diklaim mampu meringkas pori-pori wajah hingga 50% pada wanita Asia, berkat kombinasi bahan-bahan unggulan tersebut.
Hanasui Power MiniPore Serum diformulasikan dengan Powerful Nanovetores Technology dari Nano Active Salicylic Acid serta Japan Panadoxine P dan Harungana Leaf yang sudah teruji dapat meringkas pori-pori wajah 50% Wanita Asia*. Dengan Powerful ingredients, yaitu Nano Active Salicylic Acid, Japan Panadoxine™ P dan Harungana Leaf.
Penjelasan Ingredients Hanasui Power MiniPore Serum
Ingredients:
Aqua , Niacinamide, Butylene Glycol , Hydroxyethyl Urea , Pyridoxine Cyclic Phosphate ( Vitamin B6 ) , Betaine , Methyl Gluceth – 20 , Ethoxydiglycol , Succinic Acid Phenoxyethanol , Salicylic Acid , Biosaccharide Gum – 1 , PEG – 20 , Glycerin , Caprylic / Capric Triglyceride , Allantoin , Dehydroxanthan Gum , Ethylhexylglycerin , Lecithin , Disodium EDTA , Tocopheryl Acetate , Sodium Hyaluronate , Harungana Madagascariensis Extract , Ascorbic Acid.
Key Ingredients
Niacinamide
Niacinamide, atau Vitamin B3, memiliki fungsi mencerahkan kulit. Vitamin ini juga berperan penting dalam memicu sintesis ceramide, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-acne. Lebih lanjut, Niacinamide mampu memperkuat pertahanan kulit terhadap efek buruk radiasi UV dan bluelight.
Pyridoxine Cyclic Phosphate.
Ini adalah turunan dari Vitamin B6. Bentuk ini lebih unggul dibandingkan Vitamin B6 murni (Pyridoxine HCL) karena lebih stabil terhadap perubahan suhu dan paparan cahaya. Manfaat Vitamin B6 meliputi pengurangan produksi sebum yang terbukti secara klinis, penghalusan kulit dengan meminimalkan ukuran pori, serta hidrasi kulit dan pengurangan peradangan akibat paparan sinar UV.
Betaine
Betaine merupakan sejenis gula yang diperoleh dari bit. Senyawa ini memiliki kemampuan melindungi dan melembapkan kulit. Keunikannya terletak pada fungsinya sebagai osmoprotektan, yang bertugas mengatur keseimbangan kadar air di dalam sel kulit, sehingga menjaga keseimbangan kulit (skin balancing).
Succinic Acid.
Senyawa alami ini diekstrak dari batu amber (resin pohon yang telah membatu) atau dapat ditemukan pada tanaman seperti tebu, rhubarb, dan tomat. Succinic Acid adalah agen anti-acne generasi baru. Meskipun merupakan asam organik, ia tidak termasuk dalam golongan AHA, BHA, maupun PHA. Namun, ia memiliki properti yang mirip dengan BHA (salicylic acid), yaitu bersifat antimikroba, anti-inflamasi, mengontrol minyak berlebih, dan melakukan eksfoliasi yang lebih lembut, sehingga aman untuk kulit sensitif dan penggunaan sehari-hari.
Salicylic Acid,
Lebih dikenal sebagai BHA, Salicylic Acid memiliki kemampuan eksfoliasi yang menembus lapisan kulit untuk membersihkan pori-pori dari dalam. Sifatnya yang keratolitik mampu mengikis sel kulit mati dan keratin yang menumpuk. Bahan ini dianggap sebagai standar emas (Gold Standard Ingredients) untuk mengatasi masalah kulit seperti komedo hitam (blackhead), jerawat, peradangan, dan kulit berminyak.
Baca juga : Cek Ingredients Khalisa Brightening Gel Cleanser Skin Oasis
Biosaccharide Gum – 1.
Senyawa ini juga dikenal sebagai ‘smart sugar’, yang dibuat dari sorbitol (gula alkohol) melalui proses fermentasi. Biosaccharide Gum-1 memiliki properti menenangkan kulit (skin soothing) yang dapat mengurangi sensasi menggelitik dari lactic acid. Selain itu, ia juga bersifat humektan atau melembapkan, mirip dengan hyaluronic acid.
Allantoin.
Allantoin adalah senyawa alami yang diperoleh dari tanaman Comfrey. Senyawa ini memiliki kemampuan menenangkan kulit (skin soothing) dan membantu proses pemulihan luka.
Tocopheryl Acetate
Merupakan Vitamin E, yang berfungsi sebagai antioksidan dan pelembap kulit. Tocopheryl Acetate membantu melindungi kulit dari efek buruk sinar UVB.
Sodium Hyaluronate.
Bentuk garam dari hyaluronic acid ini memiliki ukuran molekul yang besar (high molecular weight). Ia bekerja di permukaan kulit untuk membentuk lapisan pelindung (protective barrier) yang melindungi kulit, mencegah dehidrasi, dan baik untuk menjaga kesehatan skin barrier.
Harungana Madagascariensis Extract.
Ekstrak dari pohon harungana atau ‘dragon’s blood tree’ ini memiliki kemampuan penyembuhan luka yang kuat (powerful wound healing). Ia juga menghambat proses inflamasi, aktivitas lipase, serta memiliki aktivitas antioksidan yang melindungi dari oksidasi lipid, sehingga dapat mencegah terbentuknya komedo. Ekstrak ini juga menghambat proliferasi bakteri P. Acnes. Sebuah studi menunjukkan bahwa ekstrak harungana cukup efektif mengurangi pembentukan whitehead pada kondisi kulit acne-prone setelah 28 hari.
Ascorbic Acid.
Merupakan bentuk aktif (murni) dari Vitamin C. Senyawa ini bekerja langsung tanpa memerlukan tahap konversi. Manfaatnya meliputi sifat antioksidan, memicu produksi kolagen, serta memudarkan pigmentasi dan bekas jerawat. Vitamin C bekerja paling optimal pada konsentrasi 5-20%.
Bahan pelengkap
- Aqua
- Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, peningkat penetrasi bahan aktif (penetration enhancer), dan humektan.
- Hydroxyethyl Urea. Turunan urea yang berfungsi sebagai pelembap kuat (strong moisturizer) dan humektan. Menjaga kulit tetap terhidrasi dan elastis, serta memberikan efek lembap setelah pemakaian (moist-after-feel).
- Methyl Gluceth – 20. Senyawa larut air yang berasal dari gula jagung. Memberikan kelembapan tanpa rasa lengket, ringan, dan lembut. Populer digunakan dalam formula untuk kulit sensitif.
- Ethoxydiglycol. Pelarut dan peningkat penetrasi bahan aktif.
- Phenoxyethanol. Pengawet.
- PEG – 20. Pelarut.
- Glycerin. Pelarut, identik dengan kulit (skin identical), dan humektan.
- Caprylic / Capric Triglyceride. Emolien yang membantu melembutkan kulit.
- Dehydroxanthan Gum. Pengental alami yang juga berfungsi sebagai penstabil emulsi.
- Ethylhexylglycerin. Peningkat efektivitas pengawet (preservatives booster) dan humektan.
- Lecithin. Emolien, pengemulsi, membantu penyerapan bahan aktif, dan humektan.
- Disodium EDTA. Agen pengkelat (chelating agent) yang berfungsi menetralkan ion logam agar tidak mengganggu kestabilan formula.
Kesimpulan
✔️Hanasui Power MiniPore Serum mengandung 12 bahan utama (key ingredients) yang bekerja sinergis untuk menyamarkan pori-pori, mengurangi minyak berlebih, sekaligus membantu merawat kulit yang rentan berjerawat.
Bahan-bahan yang bermanfaat untuk pori-pori dalam serum ini meliputi niacinamide, Vitamin B6, salicylic acid, succinic acid, dan harungana. Bahan-bahan ini seolah bekerja sama untuk memberikan hasil optimal:
- Salicylic Acid dan succinic acid bertugas membersihkan pori-pori yang tersumbat, sekaligus mengontrol produksi minyak berlebih.
- Selanjutnya, pori-pori yang sudah bersih akan diringkas oleh kerja Vitamin B6 dan Niacinamide (B3).
- Harungana berperan mencegah terbentuknya komedo baru dengan cara melindungi lipid dari oksidasi.
Perlu diketahui, lipid atau minyak di wajah kita dapat teroksidasi, lalu mengeras, sehingga menyumbat pori-pori. Antioksidan seperti yang terkandung dalam Harungana dapat mencegah proses oksidasi ini.
✔️Betaine, biosaccharide gum 1, dan sodium hyaluronate berperan penting dalam menjaga kelembapan kulit.
Serum ini juga diformulasikan tanpa:
✔️Alkohol
✔️Paraben
✔️Pewangi (fragrance)
✔️Sulfat (sulfate)
Serta memiliki formula:
✔️Bebas minyak (oil-free)
✔️Tidak menyumbat pori (non-comedogenic).
❗Perlu diperhatikan bahwa serum ini mungkin tidak sepenuhnya ramah untuk fungal acne (acne fungal) karena mengandung lecithin. Namun, kabar baiknya, lecithin mengandung asam lemak yang tidak sebanyak minyak murni, sehingga potensinya untuk memengaruhi fungal acne mungkin tidak terlalu besar. Wallahu a’lam.
✔️Tertarik untuk mengetahui harganya? Produk ini dibanderol sekitar Rp 20.000-an untuk kemasan 20ml. Anda bisa membelinya di Official store.
|
|
| Sumber: Shopee |


Leave a Reply