Home » Cek Ingredients Lanature Centella AHA BHA Daily Exfolliating Toner

Cek Ingredients Lanature Centella AHA BHA Daily Exfolliating Toner

Cek Ingredients Lanature Centella AHA BHA Daily Exfolliating Toner

GoNaturalCare.com – Analisis mendalam mengenai formula dan kandungan Lanature Centella AHA BHA Daily Exfoliating Toner mengungkap kombinasi bahan aktif yang dirancang untuk eksfoliasi dan perawatan kulit.

Produk Lanature Centella AHA BHA Daily Exfoliating Toner hadir dengan formula yang terinspirasi dari terobosan skincare Korea. Mengusung konsep inovasi kandungan「X + Y」, Lanature memadukan bahan-bahan alami dengan bahan aktif berkualitas tinggi yang aman, demi menciptakan formulasi inovatif untuk hasil yang cepat dan terlihat.

Cara Pakai:

  • Gunakan 2-3 kali seminggu, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan toner eksfoliasi. Disarankan menggunakan kapas untuk aplikasi.
  • Jika menggunakan toner eksfoliasi di siang hari, sangat penting untuk mengaplikasikan tabir surya.
  • Seiring dengan terbiasa menggunakan toner eksfoliasi, frekuensi penggunaan dapat ditingkatkan secara bertahap hingga penggunaan sehari-hari.

Desain kemasan Lanature Centella AHA BHA Daily Exfoliating Toner terlihat menarik.

Produk ini ditawarkan dengan harga berkisar antara Rp22.000 hingga Rp30.000 untuk kemasan 30ml.

Penjelasan Ingredients Lanature Centella AHA BHA Daily Exfoliating Toner

Ingredient:

Aqua, Centella Asiatica, butylene Glycol, Galactomyces ferment Filtrate, niacinamide, Propylene Glycol, glycolic acid, 1,2 hexanediol, hydroxyethyl piperazine ethane sulfonic acid, lactic acid, salicylic acid, phenoxyethanol, peg-60 almond glyserides, caprylyl Glycol, gentiana scabra root extract, glyserine, lactobionic acid, peg-40 hydrogenated Castor oil, sodium lactate, o-cymen-5-ol, ceramide AP, Ceramide NP, polyacrylate crosspolymer 6, ethylhexylglycerin, ceramide NS, Menthol, hexyl cinnamal, citric acid, carbomer, T- butyl alcohol, nordihydroguaiaretic acid, oleanolic acid.

Bahan Aktif

Centella Asiatica.

Bahan ini dikenal luas karena kemampuannya menenangkan kulit (skin soothing), sifat anti-inflamasinya yang baik, serta kemampuannya menstimulasi Natural Moisturizing Factor (NMF) pada kulit. Centella Asiatica juga memiliki properti penyembuhan luka, menjadikannya ideal untuk merawat kulit yang mengalami iritasi, kemerahan, sensitif, dan masalah jerawat.

Galactomyces ferment Filtrate.

Berasal dari proses fermentasi menggunakan ragi dari genus galactomyces, bahan ini kaya akan vitamin, asam amino, mineral, antioksidan, dan asam organik. Kandungan nutrisi ini membantu melindungi kulit dari kerusakan.

Niacinamide.

Bahan multifungsi ini memiliki manfaat mencerahkan kulit (skin brightening), memicu sintesis ceramide, mengatur produksi sebum, serta memiliki sifat anti-inflamasi. Niacinamide juga berkontribusi dalam melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV dan bluelight.

Glycolic Acid.

Merupakan jenis AHA (Alpha Hydroxy Acid) yang paling banyak diteliti dan terbukti khasiatnya. Glycolic acid termasuk AHA yang paling kuat di antara jenis AHA lainnya.

Lactic Acid.

Sering disebut sebagai “adik” dari glycolic acid, lactic acid adalah jenis AHA terkuat kedua setelah glycolic acid. Dibuat dari fermentasi susu, bahan ini juga dikenal sebagai asam susu. Memiliki fungsi eksfoliasi seperti glycolic acid, namun lebih lembut karena ukuran molekulnya yang lebih besar.

Salicylic Acid.

Sebagai BHA (Beta Hydroxy Acid), salicylic acid bersifat eksfolian yang bekerja dengan cara meresap ke dalam pori-pori untuk membersihkan sumbatan dan mengangkat kotoran. Selain itu, bahan ini juga memiliki kemampuan mengontrol minyak, anti-inflamasi, dan antibakteri, menjadikannya bahan aktif populer dalam produk anti-jerawat.

Gentiana Scabra Root Extract.

Ekstrak akar gentian ini mengandung antioksidan dan senyawa antibakteri. Sifat anti-inflamasinya membantu menenangkan kulit yang iritasi dan kemerahan. Gentiana scabra root extract juga memiliki kemampuan menghambat enzim tyrosinase yang memproduksi melanin, sehingga cocok untuk perawatan anti-jerawat dan pencegahan Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH).

Lactobionic Acid.

Termasuk dalam golongan PHA (Polyhydroxy Acid), lactobionic acid adalah versi AHA yang lebih lembut. Ukuran molekulnya empat kali lebih besar dari glycolic acid, menghasilkan efek eksfoliasi yang lembut tanpa menyebabkan iritasi atau fotosensitivitas. Selain itu, bahan ini berfungsi sebagai humektan yang menjaga kelembapan kulit dan menjaga keseimbangan pH kulit. Ia juga memiliki properti antioksidan dan anti-inflamasi.

o-cymen-5-ol.

Dikenal juga sebagai isopropyl methylphenol, bahan ini adalah agen antimikroba yang efektif menghambat perkembangbiakan bakteri, termasuk bakteri p.acnes, bahkan pada konsentrasi rendah.

Mengandung 3 tipe ceramide.

Keberadaan Ceramide AP, NP, dan NS dalam formulasi sangat penting untuk membantu menjaga integritas skin barrier dan mencegah dehidrasi pada kulit.

Nordihydroguaiaretic Acid.

Disintesis dari tanaman herbal larrea tridentate, NDGA adalah antioksidan yang 100 kali lebih poten daripada Vitamin E dalam mencegah oksidasi lipid. Oksidasi lipid pada permukaan kulit dapat menyebabkan pengerasan dan penggelapan minyak, yang berujung pada terbentuknya blackhead. Dengan mencegah oksidasi lipid, NDGA secara tidak langsung membantu mencegah pembentukan komedo hitam. Selain itu, NDGA juga berperan dalam mengatur pertumbuhan sel, memperbaiki keratinisasi yang tidak normal, dan mengurangi inflamasi, sehingga membantu mencegah pembentukan komedo serta penumpukan sel kulit mati, dan sangat baik untuk merawat kulit berjerawat.

Oleanolic Acid.

Senyawa triterpene (antioksidan) yang diekstrak dari daun pohon zaitun ini memiliki properti menenangkan kulit (skin soothing) dan diklaim mampu menghambat produksi sebum berlebih.

Bahan Pelengkap

  • Aqua
  • Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, penetration enhancer, dan humektan.
  • Propylene Glycol: Juga berfungsi sebagai pelarut, penetration enhancer, dan humektan.
  • 1,2 Hexanediol: Bertindak sebagai pelarut, penguat pengawet (preservatives booster), dan humektan.
  • Hydroxyethyl Piperazine Ethane Sulfonic Acid (HEPES): Berfungsi sebagai pengatur pH (pH adjuster) atau buffering. Sifatnya basa, dan beberapa sumber menyebutkan HEPES memiliki properti eksfoliasi.
  • Phenoxyethanol: Berfungsi sebagai pengawet.
  • PEG-60 Almond Glycerides: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Caprylyl Glycol: Bertindak sebagai penguat pengawet (preservatives booster) dan emolien.
  • Glycerine: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
  • PEG-40 Hydrogenated Castor Oil: Berfungsi sebagai pengemulsi.
  • Sodium Lactate: Merupakan bentuk garam dari lactic acid, bersifat skin identical. Membantu mengatur tingkat keasaman, mendukung mikrobioma kulit, dan menjaga fungsi skin barrier.
  • Polyacrylate Crosspolymer 6: Pengental sintetis yang memberikan efek sentuhan lembut dan seperti beludru pada kulit.
  • Ethylhexylglycerin: Berfungsi sebagai penguat pengawet (preservatives booster) dan humektan.
  • Menthol: Memberikan sensasi dingin pada kulit. Merupakan senyawa alami yang umumnya berasal dari minyak esensial peppermint. Memiliki beberapa khasiat, termasuk meredakan nyeri dan gatal, menenangkan kulit, bersifat antibakteri dan antijamur, serta meningkatkan penyerapan formula produk ke kulit (penetration enhancer). Namun, dapat meningkatkan sensitivitas kulit pada sebagian orang.
  • Hexyl Cinnamal: Pewangi alami.
  • Citric Acid: Berfungsi sebagai pengatur pH, bersifat asam.
  • Carbomer: Agen pengental untuk produk.
  • T-Butyl Alcohol: Berfungsi sebagai pelarut.

Kesimpulan

✔️ Lanature Centella AHA BHA Daily Exfoliating Toner mengandung 14 bahan aktif yang merupakan kombinasi dari tiga komponen Chemical Peeling (AHA, BHA, PHA), antioksidan, agen penenang kulit (soothing), antibakteri (anti-jerawat), serta dilengkapi dengan triple ceramide yang bermanfaat untuk kesehatan skin barrier.

✔️ Jika dilihat dari daftar bahan aktifnya, produk ini memiliki kemiripan yang sangat signifikan dengan salah satu produk exfoliating toner yang sudah ada di pasaran. Setelah dilakukan pengecekan, memang benar, formulanya sangat mirip dengan Skintific Exfoliating Toner. Perbedaan utamanya terletak pada penambahan Centella Asiatica dan Lactobionic Acid di Lanature. Sementara itu, total kandungan AHA BHA PHA di Skintific adalah 5%, namun tidak tertera pada produk Lanature.

✔️ Bahan pelengkapnya pun terlihat sangat identik dengan produk Skintific.

✔️ Meskipun diberi label “daily”, penggunaan produk ini tetap disarankan 2-3 kali seminggu, atau mengikuti petunjuk pemakaian yang tertera pada kemasan.

✔️ Produk ini bebas dari alkohol, paraben, silikon, dan pewangi buatan.

❗ Produk ini tidak fungal acne safe karena mengandung PEG-40 Hydrogenated Castor Oil.

❗ Mengandung menthol dan pewangi alami (hexyl cinnamal). Bagi pemilik kulit sensitif dan alergi, disarankan untuk melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu.

FYI: Seluruh produk Lanature saat ini belum terdaftar di BPOM, namun pihak admin menyatakan bahwa proses pendaftaran sedang berjalan.

Baca juga : Cek Ingredients Illiyoon Ceramide Ato Lotion

“Made in Korea”

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *