GoNaturalCare.com – Dalam dunia perawatan kulit, menemukan sabun cuci muka yang tepat bisa menjadi sebuah perjalanan. Artikel ini akan mengulas secara mendalam mengenai Acnes Creamy Wash, sebuah produk yang telah lama hadir di pasaran, namun baru saja dicoba oleh penulis.
Penulis mengungkapkan ketertarikannya pada Acnes Creamy Wash setelah melihat adiknya yang setia menggunakan produk ini selama bertahun-tahun. Hal ini memicu rasa penasaran untuk mencoba dan membandingkannya dengan produk yang biasa digunakan, yaitu Himalaya Purifying Neem Face Wash. Penulis berharap Acnes Creamy Wash bisa menjadi alternatif baru dalam rutinitas perawatan kulitnya.

Baca Juga: Review Himalaya Purifying Neem Face Wash
Kesan Pertama
Saat pertama kali mencoba, penulis langsung terkesan dengan tekstur creamy yang sesuai dengan namanya. Sabun cuci muka ini hadir dengan warna hijau muda yang segar dan aroma yang menyenangkan. Salah satu perbedaan mencolok yang langsung dirasakan adalah banyaknya busa yang dihasilkan, sangat berbeda dengan Himalaya yang busanya cenderung sedikit.

Kesan Kedua
Untuk menguji efektivitas Acnes Creamy Wash dalam mengangkat minyak, penulis melakukan eksperimen. Wajah dipijat terlebih dahulu dengan minyak zaitun hingga terlihat sangat berminyak. Setelah itu, barulah Acnes Creamy Wash digunakan. Hasilnya cukup mengejutkan; sabun cuci muka ini terbukti ampuh mengangkat minyak dan kotoran. Yang lebih menggembirakan, produk ini tidak meninggalkan rasa kering atau tertarik pada kulit, melainkan kulit tetap terasa lembap setelahnya. Keefektifan dalam membersihkan minyak, kotoran, dan bahkan cikal bakal komedo tanpa membuat kulit kering menjadi nilai plus yang besar.

Mohon maaf, foto yang ditampilkan mungkin kurang jelas karena diambil menggunakan kamera ponsel🤭
Kesan Selanjutnya
Baca juga : Pond’s Sheetmask Juice Collection: Watermelon, Orange, Aloevera [Ulasan Ingredients]
Karena baru mencoba sekali, penulis belum bisa memberikan kesan mendalam untuk penggunaan jangka panjang. Rencananya, Acnes Creamy Wash ini akan dibeli setelah produk Himalaya yang sedang digunakan habis. Namun, pengalaman awal yang positif membuat penulis memiliki ekspektasi tinggi terhadap produk ini.
Selanjutnya, mari kita telaah lebih dalam mengenai kandungan (Ingredients) yang terdapat dalam Acnes Creamy Wash.
Ingredients
Aqua, Glyserine, Palmitic Acid, Butylene Glycol, PEG-2 Stearate, Myristic Acid, Potassium Hydroxide, Lauric Acid, Olea Europaea Fruit Oil, Lauramide DEA, Potassium Lauroyl Glutamate, Alcohol, Potassium Chloride, Sodium Hydroxide, Fragrance, Lauryl Hydroxy Sultaine, Tocopheryl Acetate, o-Cymen-5-ol, Dipotassium Glycyrrhizate, Cl 77288, Sodium Chloride, Cl 77492, Lactic Acid, Magnesium Ascorbyl Phosphate, Saxifraga Sarmentosa Extract.
Key Ingredients
- Olea Europaea Fruit Oil: Minyak Zaitun yang kaya akan Vitamin E, berfungsi untuk melembapkan dan menutrisi kulit.
- Tocopheryl Acetate: Bentuk Vitamin E yang berperan sebagai antioksidan dan menjaga kelembapan kulit (skin-moisturizing).
- Lauric Acid: Asam lemak yang banyak ditemukan pada minyak kelapa. Memiliki sifat antibakteri yang bermanfaat sebagai anti-acne. Namun, perlu dicatat bahwa asam lemak ini berpotensi menyebabkan komedo (comedogenic) dan memicu fungal acne.
- o-Cymen-5-ol: Agen antimikroba yang efektif dalam mengendalikan pertumbuhan bakteri penyebab jerawat.
- Dipotassium Glycyrrhizate: Senyawa turunan akar manis yang memiliki manfaat mencerahkan kulit wajah.
- Magnesium Ascorbyl Phosphate: Turunan Vitamin C. Produsen sering memilih turunan Vitamin C karena bentuk murninya (Ascorbic Acid) kurang stabil dan mudah teroksidasi, sehingga sulit diformulasikan. Meskipun tidak seefektif Vitamin C murni, turunan ini menjadi alternatif yang baik.
- Saxifraga Sarmentosa Extract: Ekstrak dari tanaman Begonia Strawberry yang berfungsi sebagai antioksidan dan astringent, membantu mengecilkan pori-pori serta mengontrol produksi minyak.
Ingredients Lain-lain
Surfactant:
Produk ini menggunakan Myristic Acid, Potassium Hydroxide, dan Sodium Hydroxide yang berfungsi mengubah minyak dan lemak menjadi sabun/busa. Selain itu, terdapat Lauramide DEA, Potassium Lauroyl Glutamate, dan Lauryl Hydroxy Sultaine. Keunggulan utamanya adalah tidak menggunakan SLS (Sodium Lauryl Sulfate) sebagai surfaktan. ✔️
Emolient dan Humectant:
Kandungan seperti Glyserine, Palmitic Acid, Butylene Glycol, dan Lauric Acid berfungsi sebagai emolien dan humektan, yang menjelaskan mengapa produk ini tidak membuat kulit terasa kering. ✔️
pH Adjuster:
Lactic Acid, yang merupakan asam yang biasa ditemukan pada yogurt, digunakan di sini. Meskipun dalam konsentrasi tinggi dapat berfungsi sebagai eksfoliator (AHA), dalam produk ini fungsinya lebih kepada penyeimbang pH (pH balance) untuk mencegah sabun menjadi terlalu basa, yang dapat menyebabkan kekeringan dan iritasi pada kulit. ✔️
Potensi Komedogenik:
Bahan-bahan seperti Palmitic Acid (peringkat 2), Butylene Glycol (peringkat 1), Myristic Acid (peringkat 3), Lauric Acid (peringkat 4), dan Sodium Chloride (peringkat 5) memiliki potensi komedogenik. Skala potensi komedogenik adalah 1-2 (rendah), 2-3 (sedang), dan 4-5 (tinggi).
Potensi Iritasi:
Alcohol teridentifikasi sebagai bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi. ❗
Potensi Fungal Acne:
Palmitic Acid, Myristic Acid, Lauric Acid, dan PEG-2 Stearate mengandung asam lemak yang dapat menjadi sumber makanan bagi jamur Malassezia, sehingga berpotensi memicu fungal acne.
Pertanyaan Penting: Mengapa Banyak Potensi Komedogenik dan Pemicu Fungal Acne pada Sabun Anti-Acne?
Jangan khawatir! Penting untuk diingat bahwa Acnes Creamy Wash adalah produk wash-off, yang berarti bahan-bahannya langsung dibilas setelah digunakan. Hal ini mencegah bahan-bahan tersebut sempat membentuk komedo atau memberi makan jamur Malassezia. Selain itu, asam lemak dalam formulasi akan bereaksi dengan potassium hydroxide membentuk sabun. Situasi bisa berbeda jika bahan-bahan ini terdapat dalam produk leave-on seperti krim, serum, atau toner, di mana potensi memicu komedo dan fungal acne menjadi lebih signifikan.
Kesimpulan
✔️ Keunggulan utama produk ini adalah tidak menggunakan SLS sebagai surfaktan, yang dikenal memiliki potensi iritasi yang cukup tinggi.
✔️ Sabun ini efektif dalam mengontrol minyak, memberikan rasa bersih, segar, dan tidak meninggalkan kesan kulit kering.
✔️ Keberadaan pH adjuster (Lactic Acid) memastikan keseimbangan pH kulit terjaga.
✔️ Produk ini juga tidak menggunakan pengawet tambahan yang berlebihan. Keawetan produk kemungkinan berasal dari beberapa bahan aktif yang juga berfungsi sebagai pengawet alami, seperti o-Cymen yang menghambat perkembangan bakteri.
✔️ Untuk pembelian, pastikan Anda memilih Official store untuk menjamin keaslian produk.
Baca juga:
- Serum Hanasui Vit C + Collagen
- Emina Witch Power Bukan Toner Eksfoliasi
- Mengulas Ingredients Hadalabo Tamagohada Face wash
- Viva Milk Cleanser Greentea pembersih legendaris
- Safi White Expert Obat Totol jerawat

Leave a Reply