Home » Scarlett Brightly Ever After Serum [Penjelasan Ingredients]

Scarlett Brightly Ever After Serum [Penjelasan Ingredients]

Scarlett Brightly Ever After Serum [Penjelasan Ingredients]

GoNaturalCare.com – Scarlett kembali menghadirkan inovasi terbarunya melalui Scarlett Brightly Ever After Serum, sebuah produk yang diklaim mampu mencerahkan kulit, mengatasi hiperpigmentasi, serta memudarkan bekas noda jerawat.

Serum ini hadir dalam kemasan mungil berukuran 15ml dengan kisaran harga yang bervariasi, umumnya antara Rp 55.000 hingga Rp 75.000, tergantung pada penjualnya. Berdasarkan ulasan di FemaleDaily, produk ini meraih skor 3,6 dari total 68 pengguna, dengan 69% di antaranya merekomendasikan produk ini.

Bagi Anda yang tertarik untuk mencobanya, mari kita telaah lebih dalam kandungan bahan-bahannya.

Scarlett Brightly Ever After Serum by its_fikaadm FD Member

Ingredients:

Aqua, Nicotinamide, 1,3 Butylene Glycol, Lavandula Angustifolia (Lavender) Water, Ascorbyl Glucoside, Arisaema Amurense Extract, 2-Phenoxyethanol, Hydroxyethylcellulose, Glutathione, Aminomethyl Propanol, Ethyl Macadamiate, Decyl Glucoside, Pentane-1,2-diol, Di Na EDTA, Ethylhexylglycerin, Tamarindus Indica Seed Gum, Biosaccharide Gum-1, 1,2-Hexanediol, 2-Amini-1-Butanol, Tocopherol, Malic Acid, C.I 16255.

Penjelasan Ingredients Scarlett Whitening Brightly Ever After Serum

Bahan Aktif (Active Ingredients)

  • Nicotinamide. Dikenal juga sebagai niacinamide, merupakan Vitamin B3. Bahan aktif ini memiliki peringkat bintang dengan beragam manfaat multifungsi. Fungsinya mencakup memudarkan noda, memberikan efek anti-aging, serta merangsang sintesis ceramide. Hasilnya, kulit menjadi lebih sehat, kuat, dan terhidrasi dengan optimal. Nicotinamide juga sangat cocok untuk mengatasi kondisi kulit berjerawat.
  • Lavandula Angustifolia (Lavender) Water. Merupakan air bunga lavender, yang merupakan versi lebih encer dari minyak esensialnya. Kandungan ini sangat baik untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat. Namun, perlu dicatat bahwa di situs Paula’s Choice, lavender mendapat peringkat “Poor” karena berpotensi meningkatkan sensitivitas kulit.
  • Ascorbyl Glucoside. Ini adalah turunan Vitamin C. Berbeda dengan Vitamin C murni yang cenderung tidak stabil dan dapat menyebabkan iritasi, Ascorbyl Glucoside lebih stabil dan tidak berpotensi mengiritasi. Fungsinya meliputi antioksidan, pendorong produksi kolagen (Collagen-Booster), serta pencerah kulit (skin-brightening).
  • Arisaema Amurense Extract. Ekstrak tanaman ini berfungsi sebagai pencerah kulit (skin-brightening) dan memberikan perlindungan terhadap pengaruh buruk sinar UV.
  • Glutathione. Merupakan tripeptide yang tersusun dari tiga asam amino: cysteine, glutamic acid, dan glycine. Glutathione adalah antioksidan kuat yang secara alami terdapat di dalam kulit. Manfaatnya meliputi mencerahkan kulit, memperbaiki kondisi kulit (skin-restore), dan bersifat anti-aging.
  • Tocopherol. Ini adalah Vitamin E, sebuah antioksidan yang larut dalam minyak. Vitamin E bekerja secara sinergis dengan Vitamin C untuk meningkatkan perlindungan kulit. Sifatnya juga melembapkan. Potensi komedogeniknya berkisar antara 0-3, yang tergolong moderat.

Bahan Pelengkap (Supporting Ingredients)

Pelarut (Solvent). 

  • 1). Aqua. Air murni yang menjadi dasar formula.
  • 2). 1,3-Butylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut yang membantu penyerapan formula ke dalam kulit. Selain itu, ia juga bertindak sebagai humektan yang mampu meningkatkan kadar air di lapisan kulit.
  • 3). Pentane-1,2-diol. Dikenal juga sebagai Pentylene Glycol. Bahan ini berfungsi sebagai pelarut, penstabil emulsi, dan agen antimikroba (sebagai peningkat efektivitas pengawet/preservatives-booster).
  • 4). 1,2 Hexanediol. Merupakan bahan multifungsi yang berperan sebagai pelarut, humektan, emolien, dan juga sebagai penguat pengawet (preservatives-booster).

Pengkondisi Kulit (Skin-conditioning). Bahan-bahan ini bertujuan mengkondisikan kulit agar terasa halus, lembap, dan lembut.

  • 1). Biossaccharide Gum-1. Merupakan polisakarida yang memiliki sifat melembapkan, menenangkan kulit, dan bahkan memberikan efek anti-aging.
  • 2). Ethyl Macadamiate. Ini adalah bentuk ester dari alkohol etil dan asam lemak yang berasal dari minyak biji Macadamia. Digunakan sebagai alternatif silikon, memberikan kesan kulit yang halus, lembut, dan lembap.

Pengatur Kekentalan (Viscosity Controller). Bahan-bahan ini berfungsi untuk mengatur kekentalan formula serum.

  • 1). Hydroxyethylcellulose. Berfungsi mengentalkan formula produk. Bahan ini terbuat dari selulosa atau dinding sel tumbuhan, sehingga membuat formula lebih mudah diratakan.
  • 2). Tamarindus Indica Seed Gum. Merupakan polisakarida yang melembapkan dan memiliki efek menenangkan kulit. Ia juga meningkatkan elastisitas kulit, memberikan rasa nyaman dan lembut, serta berfungsi sebagai penstabil emulsi.

Pengatur pH (pH Adjuster).

  • 1). Aminomethyl Propanol. Bersifat basa, berfungsi untuk mengatur pH formula agar sesuai untuk kulit.
  • 2). Malic Acid. Meskipun merupakan AHA alami dari buah apel, di sini fungsinya lebih sebagai pengatur pH agar formula dapat bekerja secara efektif pada kulit.

Penstabil (Stabilizer).

  • 1). Di Na EDTA. Dikenal juga sebagai Disodium EDTA. Berfungsi mencegah perubahan pH, bau, dan tekstur produk, sehingga formula tetap stabil dan bekerja efektif.
  • 2). Decyl Glucoside. Berasal dari minyak kelapa atau palm kernel. Berfungsi sebagai penstabil emulsi dalam formula.

Pengawet (Preservatives). 1). 2-Phenoxyethanol 2). Ethylhexylglycerin

Pewarna (Colorant). C.I 16255.

Kesimpulan

✔️ Tidak mengandung alkohol.
✔️ Tidak mengandung pewangi (fragrance).
✔️ Mengandung 4 bahan yang efektif mencerahkan kulit.
✔️ Terdapat 6 bahan yang bermanfaat untuk kulit dehidrasi atau kering.

❗Memiliki potensi komedogenik 0-3 (moderat).

Catatan Tambahan:
➡️Air bunga lavender yang tertera bisa jadi merupakan hydrosol lavender, yang merupakan produk sampingan dari pengolahan lavender essential oil. Minyak esensial lavender memang bagi sebagian orang berpotensi memicu alergi. Namun, pengalaman pribadi menunjukkan bahwa minyak esensial lavender terkadang digunakan dalam campuran krim malam, minyak pijat, atau toner tanpa menimbulkan masalah. Reaksi dapat bervariasi tergantung pada kondisi kulit masing-masing individu.
➡️Serum ini mengandung ester (Ethyl Macadamiate) yang berpotensi memicu fungal acne. Ester adalah campuran alkohol dan asam lemak. Jamur Malassezia, penyebab fungal acne, dapat memecah ester dan menggunakan asam lemak sebagai makanannya. Oleh karena itu, bagi pemilik kulit yang rentan terhadap fungal acne, disarankan untuk lebih berhati-hati saat menggunakan produk ini.

✔️ Untuk memastikan keaslian produk, disarankan untuk membeli melalui Official store.

Baca juga : Penjelasan Ingredients Scarlett Whitening Acne Serum

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *