Home » Cek Ingredients Skin Aqua Whitening Milk SPF 50 PA++++

Cek Ingredients Skin Aqua Whitening Milk SPF 50 PA++++

Cek Ingredients Skin Aqua Whitening Milk SPF 50 PA++++

GoNaturalCare.com – Skin Aqua hadir dengan berbagai varian produk perawatan kulit, dan di Indonesia, setidaknya ada lima varian yang populer. Sementara itu, di Jepang, pilihan produk Skin Aqua bahkan jauh lebih beragam. Skincapedia baru saja mengulas empat varian, termasuk Skin Aqua Whitening Milk SPF 50 PA++++ yang merupakan permintaan dari salah satu pembacanya.

Skin Aqua Whitening Milk SPF 50 PA++++ diklaim sebagai perawatan kulit harian yang juga berfungsi mencerahkan. Dengan SPF 50, produk ini menawarkan perlindungan hingga 50 kali lebih lama terhadap sinar UVB yang dapat menyebabkan kulit terbakar. Tingkat perlindungan PA++++-nya efektif menangkal sinar UVA, penyebab penuaan dini dan munculnya bintik hitam. Produk ini diperkaya dengan Improved Hyaluronic Acid (AcHA) untuk menjaga kelembapan dan kelembutan kulit, serta Tranexamic Acid yang membantu mencerahkan dan menyamarkan noda hitam.

Produk ini juga dapat diaplikasikan sebagai dasar riasan wajah. Formulanya yang berbasis air menjanjikan penyerapan cepat, terasa ringan di kulit, dan tidak meninggalkan bekas putih (whitecast).

Skin Aqua UV Whitening Milk SPF 50 PA++++. Foto oleh Almera Tanisha Soco Member

Penjelasan Kandungan Skin Aqua UV Whitening Milk SPF 50 PA++++

Daftar Bahan (Ingredients):

Aqua (Water), Ethylhexyl Methoxycinnamate, Butylene Glycol, Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol, Polymethylsilsesquioxane, Cyclopentasiloxane, Tranexamic Acid, Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate, Polysorbate 60, Cetearyl Alcohol, Silica, Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine, Decyl Glucoside, Titanium Dioxide, Phenoxyethanol, Triethanolamine, Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer, Hexylglycerin, Disodium EDTA, Propylene Glycol, Xanthan Gum, Sodium Acetylated Hyaluronate (AcHA)

Bahan Aktif Utama

Tranexamic Acid.

Merupakan agen pencerah kulit generasi baru yang efektif untuk mengatasi bintik hitam seperti melasma (flek yang muncul akibat perubahan hormon, misalnya saat kehamilan) serta noda bekas luka atau jerawat yang membandel (PIH – Post-Inflammatory Hyperpigmentation).

Mekanisme kerjanya adalah menghambat enzim tyrosinase yang berperan dalam produksi pigmen. Selain itu, asam traneksamat juga mencegah perpindahan pigmen dari sel melanosit ke sel keratinosit di lapisan epidermis. Bahan ini dikenal aman, memiliki efek menenangkan dan melembutkan kulit, tidak menyebabkan fotosensitivitas, dan dapat mengurangi sensitivitas kulit terhadap paparan sinar UV.

Sodium Acetylated Hyaluronate (AcHA).

Ini adalah bentuk Hyaluronic Acid (HA) yang telah dimodifikasi dan ditingkatkan untuk memberikan kelembapan yang lebih tahan lama dibandingkan HA konvensional.

Agen Pelindung Matahari (Sunscreen Agents)

Ethylhexyl Methoxycinnamate.

Berfungsi sebagai filter UVB. Ini adalah agen tabir surya kimiawi generasi lama yang memiliki estetika kosmetik baik. Namun, bahan ini kurang stabil terhadap cahaya, di mana nilai SPF-nya dapat berkurang sekitar 10% setelah 35 menit terpapar sinar matahari langsung.

Methylene Bis-Benzotriazolyl Tetramethylbutylphenol (Tinosorb M).

Merupakan agen tabir surya generasi baru yang termasuk dalam kategori hybrid sunscreen. Artinya, bahan ini mampu memantulkan sekaligus menyerap sinar UV. Tinosorb M memberikan perlindungan spektrum luas terhadap UVB dan UVA, serta sangat stabil terhadap cahaya. Namun, penggunaan bahan ini terkadang dapat menimbulkan whitecast.

Diethylamino Hydroxybenzoyl Hexyl Benzoate (Uvinul A Plus).

Termasuk dalam kelompok chemical sunscreen generasi baru. Bahan ini diklaim memiliki kemampuan perlindungan UVA yang tinggi dan stabilitas fotonya sangat baik.

Bis-Ethylhexyloxyphenol Methoxyphenyl Triazine (Tinosorb S).

Ini adalah agen tabir surya generasi baru lainnya yang memberikan perlindungan spektrum luas (UVA dan UVB) sebagai penyerap UV. Tinosorb S sangat stabil terhadap cahaya, tidak mudah terserap ke dalam aliran darah, sehingga dianggap aman dan tidak mengganggu fungsi hormon.

Titanium Dioxide.

Merupakan agen tabir surya fisik yang memberikan perlindungan spektrum luas terhadap UVA dan UVB. Bahan ini stabil terhadap cahaya matahari dan aman digunakan. Namun, seperti beberapa agen fisik lainnya, Titanium Dioxide dapat meninggalkan whitecast. Selain itu, bahan ini juga berfungsi sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) dan agen pembuat tampilan kulit menjadi lebih matte.


Bahan Pelengkap

  • Aqua (Water): Pelarut utama.
  • Butylene Glycol: Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan (menarik kelembapan).
  • Polymethylsilsesquioxane: Berupa bubuk silikon yang berfungsi sebagai emolien (pelembap), agen soft focus (menyamarkan ketidaksempurnaan kulit), dan pengisi garis halus sementara. Juga berkontribusi menambah kekentalan formula.
  • Cyclopentasiloxane: Silikon volatil yang bertindak sebagai pelarut, emolien, dan agen pelicin. Sering dikombinasikan dengan dimethicone untuk menciptakan lapisan tahan air (water-resistance), sehingga produk tidak mudah luntur.
  • Polysorbate 60: Agen pengemulsi yang membantu mencampurkan minyak dan air.
  • Cetearyl Alcohol: Alkohol lemak yang berfungsi sebagai emolien, menambah kekentalan formula, dan menstabilkan emulsi.
  • Silica: Pengental mineral yang juga berfungsi sebagai penyerap minyak (oil-absorbent) dan agen pembuat tampilan kulit menjadi lebih matte.
  • Decyl Glucoside: Agen pengemulsi.
  • Phenoxyethanol: Pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba.
  • Triethanolamine: Pengatur pH yang bersifat basa.
  • Acrylates/C10-30 Alkyl Acrylate Crosspolymer: Pengental sintetis yang menambah kekentalan formula.
  • Hexylglycerin: Humektan dan peningkat efektivitas pengawet.
  • Disodium EDTA: Agen pengkelat yang menetralkan ion logam untuk menjaga stabilitas formula.
  • Propylene Glycol: Pelarut, pengencer, peningkat penetrasi bahan aktif, dan humektan.
  • Xanthan Gum: Pengental alami yang menambah kekentalan formula.

Kesimpulan

✔️Skin Aqua Whitening Milk dikategorikan sebagai Hybrid Sunscreen karena menggabungkan agen tabir surya fisik (Titanium Dioxide) dengan agen kimiawi seperti Tinosorb M.

✔️Semua agen tabir surya dalam formula ini dianggap stabil secara fotokimia, terutama karena keberadaan Octinoxate (Ethylhexyl Methoxycinnamate) yang dapat distabilkan oleh agen lain yang lebih fotostabil.

✔️Sesuai namanya, sunscreen ini mengandung agen pencerah seperti asam traneksamat. Bahan ini tidak hanya menghambat pembentukan pigmen tetapi juga menenangkan kulit dan mengurangi sensitivitas terhadap sinar UV, memberikan perlindungan tambahan yang signifikan.

✔️Produk ini hanya mengandung dua bahan aktif utama, yang mungkin bisa ditingkatkan dengan penambahan bahan aktif lainnya.

✔️Terdapat tiga bahan dengan potensi komedogenik tingkat rendah: Butylene Glycol (level 1), Cetearyl Alcohol (level 2), dan Triethanolamine (level 2).

✔️Meskipun diformulasikan bebas minyak (oil-free), agen tabir surya kimiawi umumnya larut dalam minyak. Oleh karena itu, disarankan untuk rutin melakukan double-cleanse atau eksfoliasi secara berkala untuk mencegah penyumbatan pori-pori akibat sisa produk.

Baca juga : Cek Ingredients Acnes UV Tint Natural Beige

✔️Produk ini tidak mengandung alkohol, paraben, dan pewangi.

✔️Teksturnya ringan, mudah meresap, dan tidak meninggalkan whitecast (berdasarkan ulasan pengguna).

Tekstur ringan Skin Aqua Whitening. Foto oleh Almeera Tanisha. Izin penggunaan foto diambil, Terima kasih atas berbagi pengalamannya.

✔️Skin Aqua Whitening Milk cocok untuk semua jenis kulit.

❗Produk ini tidak aman untuk fungal acne karena mengandung Polysorbate 60.

❗Ethylhexyl Methoxycinnamate adalah salah satu bahan yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil karena dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas hormon.

✔️Produk ini merupakan hasil dari Rohto Jepang, telah terdaftar di BPOM, dan bersertifikat Halal.

✔️Harga produk ini berkisar Rp43.000 untuk kemasan 40ml. Dapatkan produk original di toko resmi.

Ulasan Pengguna

Berikut adalah beberapa ulasan dari pengguna di female daily:

Hasnahatikah (tipe kulit kombinasi): “Sunscreen terbaik bagi saya karena tidak terasa gerah di kulit, tidak perih di mata, dan cepat meresap. Harganya tergolong murah dengan isi 40ml. Awal pemakaian ada whitecast namun hasil akhirnya tidak membuat kulit terlihat abu-abu, seperti menyesuaikan warna kulit. Saya biasa menggunakan ini setelah serum niacinamide 10%, hasilnya sangat bagus. Sebelumnya saya pernah memakai varian biru dan terasa menarik di wajah, terutama di dahi. Varian botol putih ini terasa lebih lembap di kulit saya.”

Missindriii (tipe kulit berminyak): “Konsistensi sunscreen ini seperti lotion cair berwarna putih susu, mudah diratakan di kulit dan minim whitecast. Hasilnya cukup ringan, tidak mengganggu saat aplikasi riasan setelahnya, dan tidak menyebabkan peeling. Perlindungannya cukup memadai untuk aktivitas di dalam ruangan. Kemasan mungkin bisa diperbaiki pada bagian tutup ulirnya karena agak merepotkan. Harga: terjangkau dan mudah ditemukan. Repurchase: mungkin!”

Arsynuansa (tipe kulit kombinasi): “Meskipun di siang hari wajah menjadi agak berminyak, produk ini tidak menyebabkan komedo dan kulit tidak pernah menjadi gosong atau merah saat digunakan. Bahannya sangat ringan di wajah, cepat meresap, dan terasa ringan sehingga aman saat menggunakan riasan. Nilai 8/10.”

Akekecp (tipe kulit kombinasi): “Perasaan saya campur aduk. Jika kulit sedang dehidrasi, produk ini membuat kulit kusam, terasa tertarik, kering, dan bruntusan. Namun, saat terpapar panas atau berminyak/banyak keringat, hasilnya justru bagus, seperti ada efek tone up alami yang berkilau dan tidak membuat berminyak. Perlindungannya terasa lebih baik dibandingkan Azarine. Untuk tekstur, Azarine memang lebih ringan. Perbedaan utamanya adalah produk ini memiliki efek tone up yang halus, tidak terlalu kentara. Saya tetap akan mencari sunscreen lain yang lebih ringan dan tidak membuat kering.”

Ainirosida08 (tipe kulit kombinasi): “Saya sebelumnya sudah menggunakan varian biru, namun menurut saya lama-kelamaan kulit terlihat kusam dan sedikit berminyak. Untuk varian ini, teksturnya lebih kental, namun entah mengapa hasil akhirnya terasa lebih matte dan nyaman. Saat awal aplikasi memang ada sedikit whitecast, namun semakin dibaurkan semakin hilang. Entah sugesti atau bukan, saya merasa kulit saya sedikit lebih cerah setelah menggunakan produk ini.”

✔️Beli produk ORI di mana? Di toko resmi.

Sumber referensi:

  • Topical tranexamic acid as a promising treatment for melasma. Bahareh Ebrahimi and Farahnaz Fatemi Naeini
  • Janjua, Nadeem Rezaq, et al. “Systemic absorption of the sunscreens benzophenone-3, octyl-methoxycinnamate, and 3-(4-methyl-benzylidene) camphor after whole-body topical application and reproductive hormone levels in humans.” Journal of Investigative Dermatology 123.1 (2004): 57-61.
  • Journal sciencedirect: Octinoxate as a potential thyroid hormone disruptor – A combination of in vivo and in vitro data. 15 January 2023

Artikel menarik Lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *