GoNaturalCare.com – Whitelab Acne Cream adalah sebuah krim yang diformulasikan untuk membantu mengatasi masalah jerawat. Krim ini diklaim bermanfaat untuk mengeringkan jerawat, mengurangi produksi minyak berlebih, mencegah timbulnya noda hitam bekas jerawat, membersihkan pori-pori yang tersumbat, serta mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat. Selain itu, produk ini juga diklaim dapat mengurangi kemerahan dan iritasi pada area jerawat, serta merawat kehalusan dan kelembutan kulit.
Whitelab Acne Cream
Adalah cream yang bermanfaat untuk membantu mengeringkan jerawat mengurangi produksi minyak, membantu mencegah noda hitam bekas jerawat, membersihkan pori-pori yang tersumbat, membantu mencegah pertumbuhan bakteri penyebab jerawat, mengurangi kemerahan dan iritasi pada jerawat, dan merawat kehalusan dan kelembutan kulit.
|
|
| Whitelab Acne Cream. Foto by Rararamn FD member. |
Cek harga? 60K. 10gr.
Penjelasan Ingredients Whitelab Acne Cream
Ingredients:
Aqua, glyserine, calamine, Zinc oxide, Kaolin clay, propylene Glycol, bentonite clay, sulphur, Niacinamide, salicylic acid, acrylates Copolymer, polysorbate 20, magnesium aluminum silicate, camphor, Tea tree oil, sodium carboxymethyl cellulose, Menthol, hexamidine diisethionate,
Bahan Aktif
calamine 10%
Merupakan kombinasi dari senyawa zinc oxide dan iron oxide yang memiliki warna pink. Umumnya digunakan untuk meredakan rasa gatal akibat gigitan serangga atau mengatasi biang keringat. Dalam konteks jerawat, calamine berperan mempercepat pengeringan jerawat yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih. Sifat utamanya sebagai absorbent, astringent, dan anti-inflamasi sangat membantu mengatasi jerawat.
Zinc oxide.
Meskipun populer sebagai agen sunscreen fisik, zinc oxide dalam produk ini memiliki fungsi utama sebagai absorbent, astringent, dan anti-inflamasi. Selain itu, zinc oxide juga memiliki sifat antibakteri yang sangat berperan dalam penanganan masalah jerawat.
Kaolin clay.
Jenis tanah liat ini memiliki kemampuan menyerap minyak berlebih (excess oil absorbent), namun dengan intensitas yang lebih ringan dibandingkan bentonite clay. Hal ini membuatnya cocok untuk jenis kulit kering dan sensitif.
bentonite clay.
Bentonite clay adalah jenis tanah liat yang memiliki muatan listrik negatif. Muatan ini mampu menarik ion positif yang ada di kulit, seperti bakteri, kotoran, dan zat logam berbahaya. Oleh karena itu, bentonite clay dikenal sebagai detoxifying clay. Sifatnya yang absorbent juga sangat baik untuk merawat kulit berminyak dan berjerawat.
sulphur 5%.
Dikenal juga sebagai belerang, sulfur memiliki kemampuan anti-fungal, anti-bacterial, dan bersifat keratolitik. Sifat keratolitik hampir sama dengan eksfoliasi, yaitu membantu mengangkat sel kulit mati pada lapisan terluar kulit. Hal ini membantu jerawat cepat matang dan mengelupas. Namun, perlu diperhatikan efek sampingnya yang mungkin menimbulkan aroma kurang sedap, sensasi panas atau terbakar pada kulit, serta kulit menjadi kering.
Baca juga : Cek Ingredients The Aubree Niacinamide Skin Booster Serum
Niacinamide.
Merupakan bentuk dari Vitamin B3 yang memiliki manfaat skin brightening. Niacinamide juga berperan dalam memicu sintesis ceramide, komponen penting untuk menjaga skin-barrier. Selain itu, bahan ini juga berfungsi sebagai regulator sebum, anti-inflamasi, dan anti-acne.
Salicylic acid.
Sebagai BHA (Beta Hydroxy Acid), salicylic acid mampu menembus lapisan kulit dan bersifat exfoliant. Bahan ini melunakkan lapisan keratin sehingga lebih mudah diangkat, membuka sumbatan pori-pori, serta membersihkan kotoran dan minyak. Salicylic acid juga memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi.
Tea tree oil.
Tea Tree Essential Oil (TTO) dikenal luas sebagai bahan aktif dalam produk anti-acne karena kemampuannya melawan bakteri dan sifat anti-inflamasinya. Penelitian menunjukkan TTO efektif melawan bakteri p.acnes, bahkan setara dengan benzoyl peroxide lotion dalam dosis tertentu, meskipun efeknya lebih lambat namun dengan efek samping yang lebih sedikit. Perlu diingat, TTO mengandung senyawa alergen yang berisiko menimbulkan iritasi atau reaksi alergi, terutama pada kulit sensitif.
Bahan Pelengkap
- Aqua
- glyserine. Berfungsi sebagai pelarut, bersifat skin identical, dan sebagai humektan.
- propylene Glycol. Berfungsi sebagai pelarut, pengencer, penetration enhancer, dan humektan.
- Acrylates Copolymer. Merupakan synthetic thickener yang berfungsi menambah kekentalan formula.
- polysorbate 20. Berfungsi sebagai pengemulsi.
- magnesium aluminum silicate. Sejenis clay yang berfungsi mengentalkan produk, menstabilkan formula, dan memiliki kemampuan oil-absorbent.
- camphor. Senyawa yang diekstrak dari pohon cinnamomun camphora atau dapat disintesis. Fungsinya menciptakan efek cooling sensation, namun berpotensi memicu sensitivitas kulit.
- sodium carboxymethyl cellulose. Berfungsi menambah kekentalan formula.
- Menthol. Memberikan sensasi dingin yang menyegarkan. Senyawa alami dari Peppermint essential oil ini memiliki properti pereda rasa sakit (pain killing), pereda gatal (itch reducing), menenangkan kulit (skin-soothing), antibakteri, antifungi, dan meningkatkan penyerapan formula produk ke kulit (penetration enhancer). Efek sampingnya berpotensi menimbulkan alergi dan iritasi.
- hexamidine diisethionate. Berfungsi sebagai preservatives dengan sifat antibakteri spektrum luas. Juga membantu membersihkan kulit dari infeksi bakteri.
Kesimpulan
Krim ini sangat fokus pada pengurangan perkembangbiakan bakteri dan pengempesan jerawat. Kombinasi bahan oil absorbent, antibakteri, keratolitik, anti-inflamasi, serta bonus skin-brightening menjadikannya pilihan menarik. Tampilannya sekilas mirip dengan Skin Game Acne Warrior, namun Whitelab Acne Cream memiliki lebih banyak bahan aktif, termasuk niacinamide dan tea tree oil.
Dengan kandungan mineral yang tinggi seperti clay, Zinc oxide, calamine, dan magnesium aluminum silicate, tekstur krim ini cenderung solid dan tidak mudah meresap. Oleh karena itu, produk ini paling cocok digunakan saat berada di rumah dan tidak beraktivitas di luar.
Produk ini tidak mengandung alkohol dan paraben. Memiliki PAO (Period After Opening) selama 12 bulan. Beberapa reviewer melaporkan bahwa Whitelab Acne Cream tidak membuat kulit kering, hanya mengeringkan jerawatnya saja.
Perlu diperhatikan adanya kandungan camphor + menthol + sulfur 5% yang berpotensi memicu sensitivitas, terutama pada kulit yang tidak kuat.
Penggunaan sulfur lebih sesuai untuk krim totol, diaplikasikan hanya pada area yang membutuhkan. Mengingat sulfur memiliki pH yang tinggi dan cenderung mengganggu skin-barrier, penggunaan dalam konsentrasi 5% menjadikan Whitelab Acne Cream lebih tepat digunakan sebagai krim totol saja.
Kabar baiknya, sulfur termasuk bahan yang direkomendasikan untuk mengatasi fungal acne.


Leave a Reply